Veda Ega Tatap Moto3 Mandalika 2026 dengan Target Terukur

MANDALIKA — Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama menyatakan kesiapan penuhnya untuk menghadapi seri Moto3 Mandalika 2026. Berbeda dari musim-musim sebelumnya yang kerap dibebani ekspektasi tingg...

Oct 08, 2026 - 07:57
0 0
Veda Ega Tatap Moto3 Mandalika 2026 dengan Target Terukur

MANDALIKA — Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama menyatakan kesiapan penuhnya untuk menghadapi seri Moto3 Mandalika 2026. Berbeda dari musim-musim sebelumnya yang kerap dibebani ekspektasi tinggi dari publik tuan rumah, kali ini ia memilih pendekatan yang lebih tenang: fokus pada hasil maksimal tanpa mengusung tekanan berlebih di atas motor.

Pernyataan itu disampaikan Veda menjelang bergulirnya sesi latihan bebas pertama di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ia menegaskan bahwa balapan kandang selalu punya dinamika tersendiri, dan cara terbaik menghadapinya adalah dengan tetap menjaga ritme serta tidak terbawa euforia tribun penonton.

Pendekatan Bebas Tekanan Jadi Kunci

Menurut Veda, kesalahan terbesar seorang pembalap di hadapan pendukung sendiri adalah memaksakan hasil di luar batas kemampuan motor dan ban. Ia memilih untuk membangun kecepatan secara bertahap, mulai dari sesi FP1 hingga kualifikasi, sebelum menentukan strategi final di balapan.

"Saya tidak mau memasang target yang terlalu muluk. Yang penting adalah terus memperbaiki catatan waktu dari sesi ke sesi. Kalau semua berjalan sesuai rencana, hasilnya akan mengikuti," ujar Veda dalam sesi jumpa pers, dikutip dari rilis resmi tim.

Pendekatan itu sejalan dengan karakter Sirkuit Mandalika yang panjangnya 4,3 kilometer dengan 17 tikungan. Trek ini dikenal menuntut konsistensi dalam pengelolaan ban belakang, terutama di sektor ketiga yang didominasi tikungan cepat dan perubahan arah mendadak.

Waspadai Faktor Angin di Sektor Lurus

Salah satu tantangan yang paling disorot Veda adalah kondisi angin. Sirkuit Mandalika yang berada di kawasan pesisir sering kali menghadirkan embusan angin kencang, terutama di lintasan lurus utama dan tikungan-tikungan cepat pada sektor satu.

"Angin di Mandalika bisa berubah cepat. Kadang di lintasan lurus kita bisa mengejar slipstream dengan nyaman, tapi di tikungan cepat angin justru mendorong motor keluar dari garis ideal. Itu yang harus saya antisipasi," jelasnya.

Dalam dunia Moto3 yang selisih catatan waktunya sangat tipis, faktor eksternal seperti angin bisa menjadi pembeda antara finis di podium dan finis di luar sepuluh besar. Pada musim lalu, catatan waktu terbaik di kualifikasi kelas Moto3 Mandalika terpaut hanya 0,3 detik antara posisi pertama hingga posisi kedelapan. Artinya, satu kesalahan kecil di tikungan atau kehilangan kecepatan puncak akibat angin bisa meruntuhkan posisi start.

Dukungan Tuan Rumah dan Fokus pada Konsistensi

Veda juga menyadari besarnya dukungan yang akan membanjiri tribun Mandalika. Namun ia berupaya mengubah energi tersebut menjadi motivasi, bukan beban. Ia menyebut dukungan suporter sebagai bensin tambahan, tetapi tetap berusaha menjaga rutinitas dan fokus teknis seperti balapan di negara lain.

Secara strategi, ia kemungkinan besar akan mengandalkan pendekatan balapan yang agresif sejak awal namun tetap memperhitungkan daya tahan ban. Format balapan Moto3 yang hanya berlangsung sekitar 20-22 lap menuntut pembalap untuk pintar mengatur posisi sejak tikungan pertama, karena kelompok besar pembalap biasanya tetap rapat hingga lap-lap akhir.

Dengan modal pengalaman dan pemahaman terhadap karakter sirkuit, Veda optimistis bisa bersaing di barisan depan. Ia menegaskan satu hal: target utama bukan sekadar menang, melainkan tampil konsisten dan membawa pulang poin berharga di hadapan publik sendiri.

Jika pendekatan bebas tekanan ini berhasil diterjemahkan menjadi catatan waktu kompetitif, bukan tidak mungkin Veda Ega Pratama menjadi salah satu nama yang layak diperhitungkan di grid Moto3 Mandalika 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User