Veda Ega Pratama Tembus Q2, Start ke-11 di Moto3 Amerika

Bendera kotak-kotak sesi Q2 baru saja berkibar di Circuit of The Americas, dan Veda Ega Pratama membukukan catatan waktu 2 menit 15,482 detik untuk mengunci posisi start ke-11 pada kualifikasi Moto3 G...

Aug 10, 2026 - 01:44
0 0
Veda Ega Pratama Tembus Q2, Start ke-11 di Moto3 Amerika

Bendera kotak-kotak sesi Q2 baru saja berkibar di Circuit of The Americas, dan Veda Ega Pratama membukukan catatan waktu 2 menit 15,482 detik untuk mengunci posisi start ke-11 pada kualifikasi Moto3 Grand Prix Amerika, Sabtu (28/3/2026) malam WIB. Pembalap 17 tahun asal Gunungkidul itu lolos ke sesi penentuan grid teratas setelah tampil sebagai yang tercepat di Q1, melanjutkan tren positifnya bersama Honda Team Asia musim ini.

Hasil ini menempatkan Veda di baris keempat starting grid untuk balapan hari Minggu, dengan selisih hanya 0,612 detik dari peraih pole position. Bagi penunggang Honda NSF250RW ini, kualifikasi di Austin menjadi bukti nyata progresnya di kelas lightweight Grand Prix yang semakin kompetitif.

Drama Q1: Keputusan di Menit-Menit Akhir

Sesi Q1 yang berlangsung 15 menit menjadi panggung pertama perjuangan Veda. Sempat tercecer di posisi ketujuh pada percobaan awal dengan catatan 2 menit 16,9 detik, pembalap jebolan Astra Honda Racing Team itu memilih kembali ke pit untuk mengganti ban belakang dan menyusun strategi serangan pamungkas bersama krunya.

Menit ke-11, Veda keluar dari pit lane dan langsung memanfaatkan slipstream dari rombongan pembalap di lintasan lurus sepanjang 1,2 kilometer. Sektor pertama dicatatkannya dengan warna ungu — tercepat dari seluruh peserta — sebelum ia menuntaskan putaran dengan 2 menit 15,634 detik. Catatan itu bertahan hingga bendera kotak-kotak berkibar, memastikan Veda memuncaki Q1 dan merebut satu dari empat tiket promosi ke Q2 dengan keunggulan 0,183 detik atas pesaing terdekatnya.

Q2: Perang Slipstream di Lintasan Lurus COTA

Memasuki sesi Q2, 18 pembalap tercepat terlibat dalam taktik khas Moto3: saling menunggu demi mendapatkan tumpangan aerodinamis. Veda dan kru Honda Team Asia memainkan kartu mereka dengan sabar, baru turun ke lintasan saat sesi menyisakan delapan menit.

Percobaan pertamanya menghasilkan 2 menit 15,7 detik yang menempatkannya di posisi kesembilan sementara. Pada run penutup, ia sempat membukukan sektor tengah tercepat, namun kehilangan sepersekian detik di sektor akhir setelah sedikit melebar di Tikungan 19. Catatan 2 menit 15,482 detik pun menjadi torehan terbaiknya, cukup untuk posisi ke-11 dari 18 pembalap Q2. Kecepatan puncaknya tercatat 238,4 km/jam, salah satu yang tertinggi di sesi ini berkat kepiawaiannya memanfaatkan slipstream di lintasan lurus belakang.

Analisis Teknis: Pengereman Jadi Senjata Utama

Data telemetri menunjukkan kekuatan Veda terletak di zona pengereman berat. Tikungan 1 yang menanjak dan Tikungan 12 di ujung lintasan lurus belakang menjadi titik di mana ia konsisten memangkas jarak dari rival. Gaya pengeremannya yang dalam dan stabil cocok dengan karakter Honda NSF250RW yang unggul dalam stabilitas roda depan saat deselerasi ekstrem.

Namun, sektor ketiga yang berkelok-kelok — dari Tikungan 13 hingga 18 — masih menjadi pekerjaan rumah. Di sinilah ia kehilangan rata-rata 0,2 detik dibanding pembalap baris depan, terutama dalam kecepatan menikung dan perpindahan arah yang cepat pada rangkaian esses khas Austin.

"Kami tahu potensi motor ini ada. Hasil hari ini bukan akhir dari segalanya — balapan besok panjang, dan saya akan berjuang untuk rombongan depan," ujar Veda usai sesi kualifikasi.

Peluang di Balapan Hari Minggu

Start dari baris keempat bukanlah posisi yang buruk di COTA. Balapan Moto3 terkenal dengan rombongan besar yang rapat, dan sirkuit sepanjang 5,513 kilometer dengan 20 tikungan ini memberi banyak kesempatan untuk menyalip. Dengan ritme balapan yang konsisten di kisaran 2 menit 16 detik rendah saat sesi latihan bebas, Veda berpeluang bertarung memperebutkan poin besar, bahkan mengincar finis sepuluh besar.

Kondisi kering dengan suhu lintasan sekitar 35 derajat Celcius diprediksi menyambut balapan hari Minggu. Pemilihan ban dan manajemen degradasi akan menjadi kunci, mengingat karakter abrasif aspal Austin yang terkenal menguras kompon lunak dalam jarak balapan penuh.

Bagi Indonesia, penampilan Veda di Austin adalah sinyal positif perkembangan pembinaan pembalap muda Tanah Air di pentas Grand Prix. Seluruh mata pecinta balap nasional kini tertuju pada balapan Moto3 Amerika yang berlangsung Minggu waktu setempat atau Senin dini hari WIB. Akankah wakil Merah Putih ini membawa pulang poin dari Negeri Paman Sam? Jawabannya akan terungkap di bawah langit Texas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User