Veda Ega Pratama Tembus Q2 di Kualifikasi Moto3 Buriram
Buriram, GP Thailand — Sesi kualifikasi Moto3 di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Sabtu (28/02/2026) sore berakhir dengan kabar manis bagi pecinta balap Tanah Air. Pebalap Honda Team Asia, Veda...
Buriram, GP Thailand — Sesi kualifikasi Moto3 di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Sabtu (28/02/2026) sore berakhir dengan kabar manis bagi pecinta balap Tanah Air. Pebalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, sukses menembus Q2 dan mengamankan posisi start ke-7 untuk balapan Minggu. Catatan terbaiknya, 1 menit 41,235 detik, hanya berjarak 0,412 detik dari pole position — selisih terkecil kedua yang pernah ia catat di ajang dunia musim ini. Di trek beraspal kasar yang terkenal menguji grip ban, Veda membuktikan bahwa baris ketiga di grid bukan lagi mimpi, melainkan hasil kerja tim yang terukur sejak sesi latihan bebas pagi hari.
Cuaca panas Buriram dengan suhu aspal menyentuh 42 derajat Celsius membuat manajemen ban menjadi teka-teki utama. Namun sejak FP3, ritme Veda konsisten berada di jajaran 10 besar, dengan pace balapan rata-rata 1 menit 42,1 detik yang hanya kalah 0,3 detik dari pebalap tercepat. Momentum itulah yang ia bawa masuk ke sesi kualifikasi, dan hasilnya tidak mengecewakan.
Q1 Berdarah-Darah: Dua Time Attack, Satu Tiket Emas
Menit ke-6 sesi Q1, Veda langsung mencatat waktu 1 menit 41,780 detik yang sempat menempatkannya di posisi ketiga. Alih-alih berpuas diri, ia masuk pit untuk mengganti ban belakang baru dan kembali keluar pada menit ke-9. Time attack kedua itu membuahkan kemajuan 0,545 detik, memastikan namanya berada di empat besar yang otomatis melaju ke Q2. Momen menegangkan sempat terjadi pada menit ke-12 ketika bendera kuning dikibarkan usai kecelakaan pebalap tuan rumah di tikungan 3 — tepat sebelum lap terbang Veda di tikungan 12. Beruntung, race control menurunkan status bendera tepat waktu dan lap itu tetap sah.
Di Q2, persaingan berubah gila-gilaan. Sepuluh pebalap saling melempar waktu di bawah setengah detik, dan Veda sempat turun hingga posisi ke-12 pada menit ke-8. Namun pada lap penentu di menit ke-14, ia memecahkan waktu terbaiknya sendiri dengan 1 menit 41,235 detik, melompat lima peringkat sekaligus. Ia finis hanya 0,09 detik di belakang pebalap di posisi ke-6, sebuah margin yang di level Moto3 sering kali ditentukan oleh detail kecil seperti slipstream di lintasan lurus sepanjang hampir satu kilometer milik Buriram.
Analisis Sektor: Kecepatan Puncak Jadi Senjata Utama
Data telemetri menunjukkan kekuatan Veda ada di sektor dua dan tiga, area berliku teknis di pertengahan lap. Di sana, ia konsisten lebih cepat 0,15–0,2 detik dari rival terdekatnya, berkat keberanian menahan gas lebih lama di tikungan 4 dan exit yang bersih di tikungan 7. Top speed tercatat 231,7 km/jam di back straight, tertinggi kedua di antara pebalap Honda NSF250RW. Sebaliknya, sektor satu menjadi pekerjaan rumah utama: di tikungan 1–3, Veda kehilangan hingga 0,25 detik akibat understeer ringan yang muncul saat ban mulai panas di lap kedua.
Analisis tim menunjukkan pola yang sama sejak tiga seri terakhir: konsisten kuat di paruh kedua lap, sedikit tertinggal di bagian pembuka. Menariknya, kelemahan itu justru menjadi bahan evaluasi yang positif, karena menyisakan ruang perbaikan yang jelas. Jika Veda bisa memangkas defisit di sektor satu, peluang menembus tiga besar bukan sekadar angka harapan.
Modal Balapan: Ban, Cuaca, dan Start yang Krusial
Untuk balapan Minggu nanti yang berjarak 19 lap, strategi ban diprediksi menjadi pembeda. Dengan suhu aspal yang bisa naik lagi, kompon medium di depan dan belakang adalah pilihan paling aman, meski beberapa rival mempertimbangkan soft di depan untuk keuntungan start. Dari posisi ketujuh, Veda berada di sisi trek yang biasanya lebih kotor, sehingga start menjadi momen paling krusial. Catatan start-nya musim ini memang belum istimewa — rata-rata kehilangan satu posisi di lap pertama — namun pelatih tim yakin perubahan prosedur kopling sejak seri Argentina sudah mengubah arah tren tersebut.
“Kami puas dengan hasil kualifikasi, tetapi pekerjaan belum selesai. Veda menunjukkan keberanian di Q1 dan konsistensi di Q2. Target kami jelas: finis di lima besar dan membawa pulang poin maksimal,” ujar Manajer Tim Honda Team Asia.
Dengan 34 poin yang sudah dikumpulkan dan berada di peringkat ke-9 klasemen sementara, Veda datang ke Buriram dengan misi menjaga jarak dari rival-rival di papan tengah. Statistik balapan sebelumnya di trek ini juga memberi harapan: pada debutnya tahun lalu, ia finis di posisi ke-8. Kini, dengan grid ke-7 dan ritme balapan yang setara tiga besar, tiket menuju finis lima besar terbuka lebar. Pertanyaannya tinggal satu: mampukah ia menjaga sarafnya saat lampu merah padam pada pukul 15.00 waktu setempat? Satu hal yang pasti, Buriram akan menjadi saksi apakah generasi emas balap Indonesia benar-benar telah tiba.
Comments (0)