Veda Ega Pratama Tampil Mengesankan pada Kualifikasi Moto3 Thailand
Sirkuit Chang International, Buriram, menyaksikan kerja keras Veda Ega Pratama yang membuahkan hasil manis pada sesi kualifikasi Moto3 Thailand, Sabtu (28/02/2026). Pembalap muda Honda Team Asia ini m...
Sirkuit Chang International, Buriram, menyaksikan kerja keras Veda Ega Pratama yang membuahkan hasil manis pada sesi kualifikasi Moto3 Thailand, Sabtu (28/02/2026). Pembalap muda Honda Team Asia ini mengunci posisi start yang kompetitif setelah mencatat waktu putaran terbaik 1 menit 40,412 detik, hanya tertinggal tipis dari pemegang pole position. Hasil ini menjadi modal moral besar jelang balapan hari Minggu di sirkuit sepanjang 4,554 kilometer tersebut.
Kualifikasi Moto3 memang selalu identik dengan drama menit-menit akhir, dan sesi kali ini tidak berbeda. Sejak lampu hijau menyala, para pembalap saling berebut slipstream untuk memangkas sepersekian detik yang menentukan susunan starting XI grid depan. Veda tampil tenang namun agresif, memilih pendekatan bertahap dengan membangun ritme lewat beberapa flying lap sebelum melakukan serangan waktu terakhir.
Duel Sengit di Tengah Suhu Ekstrem Buriram
Suhu aspal yang menyengat menjadi faktor tak terabaikan pada sesi siang ini. Suhu lintasan mencapai kisaran 50 derajat Celsius, memaksa para tim mengatur manajemen ban secara cermat. Veda dan timnya memilih masuk pit dua kali untuk berganti ban lunak, strategi klasik yang lazim dipakai pembalap Moto3 demi menjaga performa grip pada fase time attack.
Menit ke-9 sesi kualifikasi, Veda mencatat waktu referensi 1 menit 41,030 detik yang sementara menempatkannya di posisi kesembilan. Namun bukan itu target akhirnya. Pada putaran penentuan di menit-menit pamungkas, pembalap kelahiran Indonesia ini mengekstraksi potensi maksimal dari RC250GP miliknya, merampingkan garasi lalu meluncur dengan tarikan sempurna di tiga sektor terakhir untuk memangkas jaraknya ke papan atas.
Rekapan data menunjukkan Veda menyelesaikan total 17 lap dalam sesi kualifikasi, angka yang mencerminkan volume kerja tinggi untuk memetakan titik pengereman ideal. Kecepatan tertingginya terukur di angka 243 km/h di ujung lurus utama, bukti bahwa paket aerodinamis Honda Team Asia bekerja efektif meski harus berbagi trek dengan lebih dari 25 pembalap lain yang saling mengejar waktu.
Analisis Teknis: Konsistensi Sektor Jadi Kunci
Jika dicermati dari telemetri, kekuatan utama Veda terletak pada konsistensi waktu sektor tengah. Sirkuit Buriram dikenal punya kombinasi tikungan medan menengah yang menuntut kestabilan chassis, dan di area inilah Veda mampu menjaga delta waktu tetap rapat dibandingkan rival-rivalnya. Meski masih kehilangan sedikit waktu di sektor akhir akibat minimnya tow, progresinya dari sesi latihan bebas terlihat nyata dengan perbaikan hampir setengah detik.
'Kami senang dengan perkembangan Veda sepanjang akhir pekan ini. Dia bekerja sangat sistematis bersama tim teknisi, memahami karakter sirkuit dengan cepat, dan hasil kualifikasi ini adalah buah dari komunikasi yang baik. Untuk besok, fokus kami adalah start yang bersih dan manajemen ban yang cerdas,' ujar perwakilan Honda Team Asia seusai sesi.
Pernyataan tersebut menegaskan ambisi tim berbasis di Jepang ini untuk tampil maksimal di depan publik Asia Tenggara. Grup Moto3 memang dikenal sebagai kelas paling padat di ajang MotoGP, di mana selisih 0,5 detik bisa memisahkan enam hingga tujuh pembalap. Dengan posisi start di barisan tengah-depan, Veda memiliki peluang riil untuk ikut dalam paket lead group sejak lap awal.
Prospek Balapan Hari Minggu
Melihat pola balapan Moto3 di Buriram musim-musim sebelumnya, duel biasanya berlangsung dalam satu kelompok besar hingga lap terakhir. Strategi draft atau slipstream akan sangat menentukan, dan posisi start Veda memberinya keunggulan taktis untuk tetap berada dalam jarak serangan. Kuncinya ada pada tikungan ketiga pasca-start, zona yang kerap menjadi ajang saling dorong antar pembalap.
Tantangan berikutnya adalah manajemen ban belakang. Dengan intensitas pengereman keras di tikungan-tikungan lambat seperti Turn 3 dan Turn 12, pembalap yang mampu menjaga spin roda belakang tetap minimal akan unggul di paruh kedua balapan. Veda yang dikenal punya gaya berkendara halus diyakini cocok dengan karakteristik lintasan ini.
Apa pun hasil akhirnya nanti, penampilan kualifikasi ini sudah mengirim pesan jelas: Veda Ega Pratama layak diperhitungkan di kalangan elit Moto3. Para penggemar olahraga motor Indonesia kini tinggal menunggu apakah momentum Sabtu malam itu bisa dikonversi menjadi poin berharga, bahkan podium, pada balapan hari Minggu di Sirkuit Chang International.
Comments (0)