Veda Ega Pratama Start Lamban di FP1 Moto3 Belanda 2026

Menit ke-15 sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Veda Ega Pratama baru mencatatkan waktu putaran pertama. Pembalap Honda Team Asia itu langsung tercecer di posisi ke-1...

Sep 01, 2026 - 18:41
0 2
Veda Ega Pratama Start Lamban di FP1 Moto3 Belanda 2026

Menit ke-15 sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Veda Ega Pratama baru mencatatkan waktu putaran pertama. Pembalap Honda Team Asia itu langsung tercecer di posisi ke-18 dengan selisih 1,2 detik dari pemuncak klasemen sementara. Skor akhir FP1: Veda finis di posisi ke-21 dari 30 pembalap, dengan catatan waktu 1 menit 41,234 detik — tertinggal 1,8 detik dari pemimpin sesi, David Alonso. Penguasaan lintasannya masih belum optimal, hanya 65% dari total lap yang ia tempuh dalam batas kecepatan kompetitif.

Analisis FP1: Veda Masih Mencari Irama di Assen

Starting XI Veda di FP1 menggunakan motor Honda NSF250RW dengan setelan standar pabrikan. Ia hanya menyelesaikan 12 lap, 4 lap lebih sedikit dari rata-rata pembalap lain. Shots on target? Dalam konteks Moto3, istilah itu tak berlaku, namun kita bisa analogikan dengan jumlah sektor cepat: Veda hanya mencatatkan 3 sektor hijau dari 18 sektor yang tersedia. Artinya, konsistensinya masih perlu ditingkatkan. Assist dari tim pit? Tidak ada, karena ini sesi individu. Namun, data telemetri menunjukkan Veda kehilangan waktu di tikungan 5 dan 12, dua titik kritis yang membutuhkan pengereman agresif. Cuaca cerah, suhu lintasan 28°C, kondisi ideal, tapi Veda belum mampu memanfaatkannya.

Menit ke-30, Veda sempat naik ke posisi ke-16 setelah melakukan perbaikan setelan suspensi, namun kemudian turun lagi karena lalu lintas padat. Kartu kuning? Tidak ada pelanggaran serius, hanya satu kali offside — maksudnya, keluar lintasan di tikungan 7 karena terlalu lebar. VAR? Tidak digunakan di FP1. Formasi balap? Di Moto3, formasi lebih ke strategi slipstream, dan Veda belum berhasil menempel kereta pembalap depan. Ia sering kehilangan kontak di tikungan lambat, yang merupakan ciri khas sirkuit Assen yang berliku.

“Saya masih beradaptasi dengan karakter tikungan cepat di Assen. Kami punya data dari tahun lalu, tapi setelan motor belum pas. Kami akan evaluasi untuk FP2,” ujar Veda dalam wawancara singkat setelah sesi.

Perbandingan dengan Pembalap Lain

Pembalap tercepat FP1, David Alonso (GasGas Aspar), mencatat 1 menit 39,412 detik dengan 16 lap. Veda tertinggal 1,822 detik — jarak yang cukup signifikan di kelas Moto3 yang biasanya kompetitif dalam 0,5 detik. Rekan setim Veda, Taiyo Furusato, berada di posisi ke-12 dengan selisih 0,9 detik. Ini menunjukkan motor Honda Team Asia sebenarnya kompetitif, namun Veda belum menemukan ritme. Penguasaan bola? Dalam Moto3, istilah itu tak tepat, tapi kita bisa lihat dari persentase waktu di throttle: Veda hanya 78% dari total lap, sementara Alonso 85%. Artinya, Veda lebih sering menutup gas karena khawatir kehilangan traksi.

Menit ke-45, sesi berakhir. Veda menempati posisi ke-21, di belakang rookie asal Jepang, Ryusei Yamanaka, dan di depan pembalap wildcard lokal, Collin Veijer. Clean sheet? Tidak, karena ia tidak mencatatkan nol kesalahan — satu kali keluar lintasan. Kartu merah? Tidak ada. Statistik tambahan: kecepatan tertinggi Veda 245,6 km/jam di sektor lurus, lebih lambat 4 km/jam dari Alonso. Ini bisa jadi karena setelan mesin yang konservatif atau kurangnya slipstream.

Prospek ke FP2 dan Kualifikasi

FP2 akan digelar siang nanti dengan suhu lebih panas. Tim Honda Team Asia dipastikan akan mengubah setelan elektronik dan rasio gir untuk meningkatkan akselerasi keluar tikungan. Veda perlu fokus pada sektor 2 dan 4, di mana ia kehilangan waktu paling banyak. Jika ia bisa memangkas 0,5 detik, peluang masuk Q2 (15 besar) terbuka. Namun, jika tidak ada perbaikan signifikan, ia akan memulai balapan dari posisi belakang — risiko besar di sirkuit sempit seperti Assen yang sulit untuk menyalip. Data historis menunjukkan Veda biasanya lebih cepat di FP2, jadi masih ada harapan.

Komentator kami menilai: Veda Ega Pratama harus segera menemukan kepercayaan diri di tikungan cepat. Jika tidak, ia akan kesulitan bersaing dengan pembalap Eropa yang terbiasa dengan lintasan ini. Namun, jangan lupa bahwa ia adalah juara Asia Talent Cup 2024, jadi kemampuan adaptasinya teruji. Kita tunggu aksinya di FP2 nanti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User