Veda Ega Pratama Raih Poin di Moto3 Catalunya

Sirkuit Catalunya, Barcelona, menjadi saksi ketangguhan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang sukses mengamankan posisi delapan pada seri Moto3, Minggu (17/5/2026) sore WIB. Pembalap bernomo...

Jul 28, 2026 - 08:04
0 0
Veda Ega Pratama Raih Poin di Moto3 Catalunya

Sirkuit Catalunya, Barcelona, menjadi saksi ketangguhan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang sukses mengamankan posisi delapan pada seri Moto3, Minggu (17/5/2026) sore WIB. Pembalap bernomor 9 dari Honda Team Asia itu menunjukkan performa impresif sepanjang 21 lap, bersaing ketat di grup depan dan mencatatkan raihan poin penting dalam perburuan klasemen musim ini.

Start Apik, Veda Tempel Grup Depan

Memulai balapan dari grid ke-11, Veda melesat dengan reaksi start 0,18 detik, langsung melompat ke posisi sembilan pada tikungan pertama. Memanfaatkan slipstream di trek lurus utama sepanjang 1.047 meter, ia mampu menempel ketat grup yang dipimpin oleh pembalap Spanyol yang meraih pole position. Data telemetri menunjukkan Veda konsisten mencatat kecepatan puncak 243 km/jam, hanya terpaut 2 km/jam dari motor tercepat di sesi balapan. Pada lap ketiga, ia sempat naik ke posisi tujuh setelah menyalip dua rival sekaligus di Tikungan 10, sebuah manuver yang mendapat sorakan dari tribun penonton.

Strategi ban soft–medium yang dipilih timnya terbukti jitu. Suhu lintasan 42 derajat Celsius dan angin kencang di sektor tiga tidak menghalangi laju Honda NSF250RW-nya. Veda mampu menjaga ritme lap di kisaran 1 menit 49 detik, hanya terpaut 0,3–0,5 detik dari catatan waktu pemimpin balapan di fase awal.

Aksi Bertahan di Tengah Tekanan

Memasuki lap kedelapan, tekanan mulai berdatangan. Pembalap Italia dari tim KTM Tech3 secara agresif merebut posisi delapan, memaksa Veda turun ke urutan 10. Namun, pembalap asal Yogyakarta itu tidak panik. Ia memilih mengatur nafas dan menunggu momen tepat. Pada lap 13, di Tikungan 5 yang menikung tajam ke kiri, Veda kembali merebut posisi sembilan melalui late braking yang presisi, memanfaatkan keunggulan cengkeraman ban depan Honda-nya. Insiden di depannya—dua pembalap bertabrakan di Tikungan 1 pada lap 15—juga menguntungkan posisinya, membuatnya naik ke urutan delapan.

Selepas insiden tersebut, Veda harus bertahan dari gempuran pembalap Spanyol asal tim GasGas Aspar. Selama empat lap terakhir, jarak keduanya tak pernah lebih dari 0,2 detik. Data sektor menunjukkan Veda selalu lebih cepat di sektor pertama dan kedua, sementara sang rival unggul di sektor tiga. Pertarungan sengit itu akhirnya dimenangkan Veda berkat akselerasi keluar Tikungan 14 yang stabil dan penggunaan slipstream yang cerdas di trek lurus terakhir.

"Saya sangat puas dengan hasil ini. Tim memberikan motor yang sempurna, dan saya hanya fokus menjalankan strategi balap. Kami tahu trek ini cukup sulit dengan angin kencang, tetapi saya berhasil bertahan dan membawa pulang poin," ujar Veda usai balapan. "Ini menjadi modal penting untuk seri berikutnya di Mugello."

Statistik dan Dampak Klasemen

Veda menuntaskan balapan dengan catatan waktu total 38 menit 21,477 detik, terpaut 14,6 detik dari pemimpin balapan. Ia mencatatkan lap tercepat pribadi 1:49,231 pada lap keenam. Total ia melakukan 11 kali overtake—terbanyak ketiga sepanjang balapan—dan mencatat konsistensi waktu lap dengan deviasi hanya 0,4 detik. Dari sisi kecepatan, raihan top speed 244 km/jam yang ia cetak adalah yang terbaik di antara seluruh pembalap Honda di grid.

Dengan tambahan delapan poin, Veda kini mengoleksi 27 poin di klasemen sementara, naik ke peringkat 13 dunia. Ia juga menjadi pembalap Asia Tenggara dengan peringkat tertinggi saat ini. Jaraknya dengan 10 besar hanya terpaut enam poin, membuka peluang untuk terus merangsek naik di seri-seri selanjutnya. Tim Honda Team Asia pun mencatatkan hasil positif setelah sebelumnya sempat kesulitan di seri pembuka musim.

Manajer Tim Honda Team Asia menyebut bahwa potensi Veda untuk finis lima besar sangat terbuka andai tidak ada gangguan angin di sektor tiga. "Sektor tiga memang kelemahan kami hari ini. Kecepatan maksimal kami sedikit terhambat karena angin samping. Tapi kami akan segera memperbaikinya," katanya. Data dari sesi balapan memang menunjukkan bahwa Veda kehilangan rata-rata 0,21 detik per lap di sektor tiga dibandingkan tiga besar. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum putaran Italia.

Hasil ini menegaskan konsistensi Veda Ega Pratama sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di ajang Moto3. Dari tiga seri terakhir, ia selalu berhasil finis di zona poin—sebuah pencapaian yang belum pernah ditorehkan pembalap Indonesia sebelumnya di kelas ringan Grand Prix. Dengan dukungan penuh dari Honda Team Asia dan pengalaman bertambah di setiap seri, target untuk naik podium tampaknya bukan lagi sekadar mimpi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User