Veda Ega Pratama Finis 8 di Moto3 Catalunya, Torehkan Hasil Terbaik
Veda Ega Pratama mencatatkan pencapaian membanggakan dengan mengamankan posisi kedelapan pada Grand Prix Moto3 Catalunya di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu (17/05/2026) sore waktu Indonesia barat....
Veda Ega Pratama mencatatkan pencapaian membanggakan dengan mengamankan posisi kedelapan pada Grand Prix Moto3 Catalunya di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu (17/05/2026) sore waktu Indonesia barat. Pebalap berusia 18 tahun yang mengaspal untuk Honda Team Asia itu menunjukkan performa solid sepanjang 21 putaran, memperlihatkan perkembangan signifikan dibanding seri-seri sebelumnya. Hasil ini menjadi finis delapan besar pertamanya di musim 2026 sekaligus menegaskan potensinya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan dari Asia Tenggara.
Start dari grid ke-14, Veda langsung tancap gas begitu lampu hijau menyala. Ia memanfaatkan slipstream di trek lurus utama untuk naik dua posisi hanya dalam dua tikungan pertama. Persaingan di grup tengah berlangsung sengit dengan selisih waktu antarpembalap sangat tipis, kadang hanya 0,1 detik. Veda terus memperagakan gaya balap agresif tapi terukur, beberapa kali melebar ke luar racing line demi mencari celah menyalip.
Jalannya Balapan Dan Momen Kunci
Memasuki lap kelima, Veda sudah menguntit di posisi ke-11. Ia konsisten mencatatkan waktu putaran di kisaran 1 menit 49 detik, lebih cepat 0,3 detik dari sesi kualifikasi. Kemampuan late braking di Tikungan 1 dan 4 menjadi senjata andalannya untuk menjaga jarak sekaligus menekan lawan di depan. Di lap ke-8, terjadi insiden di Tikungan 10 yang melibatkan dua pebalap di depannya sehingga ia naik ke urutan 9. Safety car sempat dikerahkan selama dua putaran untuk membersihkan serpihan motor.
Saat restart, Veda langsung agresif melibas pebalap di depannya di Tikungan 1 dengan manuver berani dari sisi dalam. Ia sempat naik ke posisi 8 sebelum akhirnya bertukar tempat beberapa kali dengan pebalap Spanyol dan Jepang. Pertarungan roda-ke-roda di sektor terakhir begitu intens: tiga kali Veda dan rivalnya saling salip hanya dalam satu lap. Di tiga putaran pamungkas, ia memutuskan untuk sedikit menghemat ban belakang dan fokus mempertahankan posisi daripada mengambil risiko berlebihan. Keputusan ini terbukti tepat karena di lap terakhir, pebalap di belakangnya justru mengalami moment dan melebar, mengamankan finis ke-8 bagi Veda.
Statistik balapan menunjukkan Veda mencatatkan top speed 236,4 km/jam di trek lurus utama, sejajar dengan motor-motor terdepan. Ia juga membukukan sektor 3 tercepat ke-5 dari seluruh peserta, menandakan keunggulannya di area teknis yang menuntut keseimbangan motor. Total 8 kali overtake berhasil ia lakukan, sementara hanya 2 kali kehilangan posisi—sebuah rasio yang sangat positif.
Komentar Tim dan Progres Musim Ini
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menyampaikan apresiasinya. "Veda menunjukkan kedewasaan di atas motor. Ia tidak terburu-buru dan mampu membaca ritme balapan dengan baik. Hasil kedelapan ini adalah buah dari kerja keras dan adaptasi yang terus membaik," ujarnya selepas balapan. Veda sendiri mengaku senang namun belum puas. "Motor terasa sangat baik hari ini. Saya masih belajar bagaimana mengelola ban belakang di akhir balapan. Podium bukan tidak mungkin jika kami terus seperti ini," kata pebalap kelahiran Yogyakarta itu.
Musim 2026 memang menjadi tahun pembuktian bagi Veda. Sebelum seri Catalunya, hasil terbaiknya adalah finis ke-11 di Moto3 Portugal. Ia beberapa kali terjatuh di sesi kualifikasi yang membuat posisi startnya kurang ideal. Kini dengan perbaikan set-up suspensi depan dan pemilihan gir yang lebih presisi, performa motor nomor 9 kian kompetitif. Tambahan 8 poin dari Catalunya mengangkat Veda ke peringkat 16 klasemen sementara dengan total 21 poin, hanya terpaut 6 angka dari 10 besar.
Profil dan Perjalanan Karier
Veda Ega Pratama lahir 25 November 2008 dan memulai karier balap di kejuaraan Asia Talent Cup pada usia 13 tahun. Di sana ia langsung menunjukkan bakat dengan meraih podium di musim perdananya. Tahun 2024 ia promosi ke Red Bull Rookies Cup dan finis ketiga klasemen akhir, membuka jalannya ke Moto3 lewat Honda Team Asia pada 2025. Musim pertamanya di Moto3 diwarnai adaptasi, dengan raihan terbaik posisi 9 dan total 44 poin. Kini di tahun keduanya, target reguler masuk delapan besar menjadi realistis.
Sirkuit Catalunya sendiri dikenal sebagai trek yang menuntut banyak dari sisi sasis dan aerodinamika. Layout-nya mengandalkan sektor medium-speed dan perubahan arah cepat. Tim Honda menggunakan basis motor NSF250RW yang dikembangkan bersama tim pabrikan, memberi Veda paket yang cukup kompetitif di sirkuit ini. Data telemetri menunjukkan Veda unggul di sektor 2 dan 3, tetapi kehilangan waktu di tikungan cepat seperti Tikungan 9 dan 14—area yang akan menjadi fokus pengembangan selanjutnya.
Dengan konsistensi dan mentalitas matang, Veda Ega Pratama bukan sekadar pembalap penghias grid. Hasil di Catalunya adalah sinyal bahwa pebalap Indonesia ini perlahan tapi pasti siap bersaing di papan atas Moto3. Seri berikutnya akan digelar di Mugello, Italia, dan seluruh penggemar balap Tanah Air tentu berharap Veda bisa kembali mengulang—bahkan memperbaiki—catatan manis di Barcelona.
Comments (0)