Veda Ega Pratama Amankan Podium Moto3 COTA 2026
Skor akhir Moto3 Amerika Serikat 2026 di Circuit of the Americas, Austin, mencatatkan nama Veda Ega Pratama di posisi ketiga. Pembalap andalan Honda Team Asia itu tampil garang sejak lap pembuka, mema...
Skor akhir Moto3 Amerika Serikat 2026 di Circuit of the Americas, Austin, mencatatkan nama Veda Ega Pratama di posisi ketiga. Pembalap andalan Honda Team Asia itu tampil garang sejak lap pembuka, memanfaatkan setiap celah di tikungan tajam COTA. Dengan catatan waktu total 31 menit 42,188 detik, ia hanya terpaut 0,492 detik dari sang pemenang. Podium ini adalah yang kedua bagi Veda musim ini, memperkuat posisinya di lima besar klasemen sementara. Lintasan sepanjang 5,513 km dengan 20 tikungan itu menjadi saksi aksinya yang penuh kalkulasi.
Melesat dari Grid Keenam: Awal yang Menjanjikan
Memulai balapan dari posisi start keenam, Veda langsung tancap gas begitu lampu merah padam. Menjelang tikungan pertama yang menanjak, ia sudah merangsek ke posisi keempat. Data sektor pertama menunjukkan ia mencatat waktu 31,2 detik—tercepat ketiga di antara 26 pembalap. "Saya hanya fokus pada slipstream dan pengereman telat," ujarnya. Pada lap ketiga, ia sempat merebut posisi ketiga setelah menyalip pembalap Spanyol di tikungan 12, sebuah hairpin kiri yang menuntut presisi tinggi. Kecepatan puncaknya di straight utama mencapai 228 km/jam, berkat drafting sempurna di belakang motor KTM.
Drama Lap Terakhir: Duel Sengit Perebutan Podium
Memasuki sepuluh lap terakhir, pertarungan sesungguhnya dimulai. Veda terlibat duel ketat dengan dua pembalap Italia dan satu pembalap Jepang. Pada lap ke-16, ia turun ke posisi lima setelah sempat melebar di tikungan 15, namun berhasil merebut kembali posisinya di lap ke-18 dengan manuver berani di tikungan 1—left-hander cepat yang membutuhkan nyali besar. Data sektor ketiga miliknya menjadi yang terbaik di antara rombongan podium, dengan rata-rata 32,8 detik per lap. Puncaknya pada lap terakhir: di tikungan 19, ia mengerem super telat dan menyodok ke sisi dalam, mengamankan posisi ketiga hanya 0,1 detik di depan pembalap keempat. Total ia melakukan 12 overtake sepanjang balapan, tertinggi kedua di grid.
Analisis Taktikal: Mengelola Ban dan Momentum
Suhu aspal yang mencapai 42 derajat Celsius membuat manajemen ban menjadi krusial. Veda, yang menggunakan kompon medium di depan dan belakang, tampil konsisten. Waktu lap rata-ratanya 2 menit 10,1 detik, hanya terpaut 0,3 detik dari pemimpin balapan. Strategi Honda Team Asia memintanya untuk tidak terlalu agresif di awal, menghemat grip untuk lima lap pamungkas. "Kami tahu ban akan drop di lap-lap akhir, jadi Ega mengikuti instruksi dengan sempurna," kata Hiroshi Aoyama, Manajer Tim Honda Team Asia.
"Saya sangat bangga. Veda menunjukkan kedewasaan luar biasa. Motor kami bukan yang tercepat di straight, tapi di sektor teknis dia mampu menutupi defisit itu. Ini hasil dari simulasi balapan yang kami lakukan sejak Jumat."
— Hiroshi Aoyama, Manajer Honda Team Asia
Di sektor dua yang didominasi tikungan mengalir, Veda kerap mencatatkan sektor time terbaik. Split time sektor keduanya di lap ke-12 menyentuh 46,7 detik, tercepat secara keseluruhan saat itu. Hal ini menunjukkan kemampuannya membaca ritme balapan dan memaksimalkan keunggulan sasis Honda NSF250RW. Tanpa insiden berarti atau kartu peringatan, ia menjalani balapan dengan bersih—sebuah clean sheet performa yang patut diacungi jempol.
Dengan hasil ini, Veda Ega Pratama mengoleksi 86 poin, menjaga asa bersaing di jalur juara dunia. Publik Indonesia pun kembali dihibur oleh konsistensi sang pembalap di panggung Grand Prix. Austin telah membuktikan: ia bukan sekadar sensasi sesaat, melainkan kandidat kuat penerus tradisi podium Moto3 musim ini.
Comments (0)