Veda Ega Meroket dari P26 ke P2 di Moto3 Hungaria

Balapan Moto3 Hungaria 2026 belum dimulai, namun nama Veda Ega Pratama sudah mencuri perhatian lewat lonjakan dramatis di sesi Practice. Pembalap andalan Honda Team Asia itu sempat terpuruk di posisi ...

Veda Ega Meroket dari P26 ke P2 di Moto3 Hungaria

Balapan Moto3 Hungaria 2026 belum dimulai, namun nama Veda Ega Pratama sudah mencuri perhatian lewat lonjakan dramatis di sesi Practice. Pembalap andalan Honda Team Asia itu sempat terpuruk di posisi ke-26 saat sesi latihan bebas pertama (FP1) sebelum secara mengejutkan melejit ke urutan kedua di sesi Practice yang krusial. Transformasi ini menegaskan bahwa Veda bukan sekadar pembalap biasa—ia punya insting untuk bangkit di saat yang tepat.

Dari Bangku Belakang ke Barisan Depan

Bayangkan drama di Sirkuit Hungaroring, Jumat (21/8) siang. Trek yang basah akibat hujan rintik sejak pagi membuat FP1 menjadi ajang mencari grip yang sulit. Veda hanya mampu membukukan waktu terbaik 2 menit 10,834 detik, tertinggal 3,2 detik dari pemimpin sesi. Posisi P26 dari 29 starter membuat banyak pihak meragukan potensinya di akhir pekan ini. Namun tim tidak panik. Menjelang sesi Practice yang menentukan kualifikasi langsung ke Q2, mekanik Honda NSF250RW Veda meralat setelan suspensi depan dan mengurangi wheelbase untuk menambah kelincahan. Hasilnya? Veda langsung menggila. Lap ketujuh yang sempurna mencatatkan 2 menit 07,112 detik, hanya 0,089 detik dari peraih posisi pertama. Sang juara Asia 2025 itu melompati 24 lawannya dalam satu sesi.

Rahasia di Balik Set-Up dan Mental Baja

Lintasan Hungaroring yang memiliki 14 tikungan dengan permukaan ulang tahun ini memang menuntut kestabilan pengereman dan akselerasi keluar tikungan lambat. Di FP1, data menunjukkan Veda kehilangan waktu terbanyak di sektor 2—area dengan serangkaian chicane teknis. Kepala mekanik tim langsung mengganti mapping mesin ke mode agresif dan menambah stiffness pegas depan. Keputusan itu berbuah manis: Veda menjadi pembalap tercepat di sektor 2 pada sesi Practice dengan catatan 34,81 detik. Tak hanya set-up, ketenangan Veda juga menjadi kunci. Di tengah tekanan karena tertinggal di sesi pertama, pembalap 17 tahun itu justru menunjukkan rasa percaya diri tinggi saat wawancara kilat usai Practice.

"Saya tahu kami punya ruang perbaikan besar. Trek mulai mengering dan saya bisa merasakan grip ban belakang lebih optimal. Tim Honda Team Asia bekerja luar biasa,"
ujar Veda sambil melempar senyum khasnya.

Dampak Langsung pada Peta Persaingan Kualifikasi

Dengan raihan P2 di sesi Practice, Veda dipastikan lolos langsung ke Q2—babak kualifikasi pamungkas yang dihuni deretan pembalap tercepat akhir pekan ini. Ini adalah kali keempat musim ini ia menembus Q2, sekaligus menegaskan posisinya sebagai rookie terbaik yang terus mengancam senior. Statistik lain menambah keyakinan: top speed 228,3 km/jam miliknya di sesi Practice hanya kalah dari motor Leopard Racing yang terkenal kencang. Kecepatan puncak itu menunjukkan bahwa Honda Team Asia berhasil mengekstrak tenaga penuh dari mesin empat tak mereka di sirkuit yang berada di ketinggian 150 meter di atas permukaan laut. Posisi P2 juga menempatkan Veda sebagai start paling depan di grid—jika kualifikasi resmi nanti sesuai performa Practice—yang akan memberinya kesempatan emas meraih kemenangan perdana di kelas Grand Prix. Perjalanan dari bangku belakang ke barisan depan menjadi contoh nyata bahwa di Moto3, sesi latihan bebas kadang hanya cermin yang retak. Yang berbicara sebenarnya adalah Practice dan sesi kualifikasi, di mana pembalap benar-benar mempertaruhkan segalanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User