Veda Ega dan Mario Suryo Aji Sesi Jumpa Media di Menteng
Sesi jumpa media bertajuk Agreya Coffee, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (05/10/2026), menghadirkan dua nama yang menjadi tulang punggung balap Tanah Air: Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji. Keduanya ...
Sesi jumpa media bertajuk Agreya Coffee, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (05/10/2026), menghadirkan dua nama yang menjadi tulang punggung balap Tanah Air: Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji. Keduanya tidak membahas klasemen, tetapi berbagi pandangan seputar persiapan lintasan, disiplin latihan, dan target kompetisi yang menanti. Kepada awak media, dua pebalap ini hadir sebagai representasi generasi emas yang kerap disebut mengubah peta balap nasional.
Statistik dan Jejak di Lintasan
Veda Ega Pratama selama ini dikenal sebagai pebalap dengan catatan konsistensi kuat di kelas balap. Musim lalu ia mencatatkan penguasaan posisi depan dalam sebagian besar seri, dengan rasio finis di 10 besar mencapai 75% dari total balapan. Sementara Mario Suryo Aji memiliki karakter agresif dengan rata-rata kenaikan posisi +3,2 posisi per balapan pada fase awal musim, salah satu yang tertinggi di grid.
Manajemen Balapan dan Pembacaan Taktik
Dalam sesi tersebut, keduanya menyoroti pentingnya pembacaan lintasan. Veda menyebut bahwa manajemen kecepatan di tikungan menjadi kunci untuk menghemat ban belakang, terutama pada sirkuit dengan karakter stop-and-go. Mario menambahkan, strategi late braking masih menjadi senjata andalannya ketika harus menyalip di lap-lap akhir. "Kalau kita bisa menjaga ritme, tekanan dari belakang tidak akan mengganggu fokus," ujar Mario, yang mengaku terus berlatih simulasi balapan jarak jauh.
Kolaborasi dengan Tim dan Evaluasi Pasca Balapan
Keduanya sepakat bahwa evaluasi pasca balapan sama pentingnya dengan latihan fisik. Veda mengungkapkan bahwa ia rutin mempelajari data lap time per sektor untuk menemukan titik lemah pada rem dan akselerasi. Mario menekankan peran tim dalam menyusun setup motor yang sesuai dengan kondisi lintasan, termasuk perubahan kompresi dan rasio gir.
Target Kompetisi dan Menu Latihan
Menatap agenda balap berikutnya, Veda menargetkan finis konsisten di podium dan menjaga clean record tanpa kesalahan fatal. Sementara Mario berfokus pada peningkatan performa kualifikasi, karena posisi start yang baik mempermudah kontrol balapan. Keduanya menjalani latihan kardio, latihan kekuatan core, dan simulasi reaksi start untuk mengasah refleks.
Pesan untuk Generasi Muda
Di akhir pertemuan, Veda dan Mario berpesan agar pebalap muda tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga memahami regulasi dan keselamatan. "Balapan itu bukan hanya soal gas pol, tapi soal kepala dingin," tegas Veda. Keduanya berharap kehadiran mereka di ajang internasional bisa membuka jalan bagi talenta baru Indonesia.
Comments (0)