Van de Ven: Pahlawan Lalu Penalti yang Menghantui Tottenham di Super Cup

Skor akhir 2-2 selama 120 menit, dan adu penalti berakhir 3-4 untuk PSG. Bluenergy Stadium, Udine, Italia, Rabu (13/8/2025) waktu setempat menjadi saksi drama lengkap: bek Tottenham Hotspur, Micky van...

Oct 08, 2026 - 08:14
0 0
Van de Ven: Pahlawan Lalu Penalti yang Menghantui Tottenham di Super Cup

Skor akhir 2-2 selama 120 menit, dan adu penalti berakhir 3-4 untuk PSG. Bluenergy Stadium, Udine, Italia, Rabu (13/8/2025) waktu setempat menjadi saksi drama lengkap: bek Tottenham Hotspur, Micky van de Ven, mencetak gol pembuka, lalu gagal mengeksekusi penalti krusial. Sebuah roller coaster emosional yang berakhir air mata.

Babak Pertama: Van de Ven Membuka Harapan Tottenham

Menit ke-17, korner dari sisi kiri diambil James Maddison. Bola melengkung ke tiang jauh. Van de Ven, bek tengah dengan kecepatan sprinter itu, melepaskan diri dari penjagaan. Sundulan keras dari jarak lima meter menghantam jala gawang PSG. Kiper Gianluigi Donnarumma hanya bisa menoleh. Skor 1-0 Tottenham. Gol ketiga Van de Ven di kompetisi Eropa musim ini, dan yang paling bersejarah bagi bek berusia 24 tahun itu.

Formasi 4-3-3 Tottenham di bawah pelatih Ange Postecoglou berjalan sesuai rencana. Penguasaan bola babak pertama 58 persen untuk Tottenham. Shots on target mereka tiga dari lima percobaan. PSG hanya mencatat dua shots on target dari empat total percobaan. Van de Ven mencatat 91 persen akurasi passing dan empat clearances di 45 menit pertama. Menit ke-32, kartu kuning pertama pertandingan keluar untuk gelandang PSG, Vitinha, setelah melanggar Yves Bissouma di area tengah.

Babak Kedua: PSG Bangkit, Tottenham Bertahan di Tepi

Menit ke-54, PSG menyamakan skor. Ousmane Dembélé melepaskan tendangan voli dari tepi kotak penalti setelah umpan silang Achraf Hakimi. Bola melalui celah sempit di bawah lengan kiper Guglielmo Vicario. Skor 1-1. Penguasaan bola berbalik menjadi 61 persen untuk PSG sepanjang babak kedua. Pelatih Luis Enrique mengubah formasi menjadi 4-2-3-1 dengan memasukkan Warren Zaïre-Emery, menggeser Dembélé ke tengah.

Namun Tottenham tidak menyerah. Menit ke-78, Son Heung-min menyambar bola liar di dalam kotak penalti. Tendangan kaki kirinya menembus gawang PSG. Skor 2-1. Estadion bersorak, lagu klub bergema. Van de Ven kembali menjadi tembok di lini belakang: total blok tiga, intersep lima, dan duel udara dimenangkan empat kali. Menit ke-88, kartu kuning kedua untuk Tottenham keluar; Cristian Romero mendapatkannya setelah menahan laju Dembélé.

Menit ke-90+2, drama. VAR meninjau handball Romero di dalam kotak penalti. Wasit Slavko Vinčić menunjuk titik putih. Kylian Mbappé maju sebagai eksekutor. Tendangan keras ke sudut kanan bawah, Vicario salah membaca arah. Skor 2-2. Pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu dua kali 15 menit. Tidak ada gol tambahan. Shots on target akhir: Tottenham 6, PSG 7. Penguasaan bola total 52 persen untuk PSG.

Adu Penalti: Mimpi Buruk Van de Ven

Adu penalti berjalan dramatis. Son, Maddison, dan Romero sukses untuk Tottenham. Mbappé, Dembélé, dan Hakimi sukses untuk PSG. Sudah 3-3. Eksekutor kelima Tottenham: Micky van de Ven. Tendangan mendatar ke arah tengah kanan, mudah dibaca Donnarumma. Bola ditepis. Kiper Italia itu berteriak, Van de Ven menunduk, kedua tangan menutup wajah. PSG kemudian mencetak gol penentu melalui Marquinhos. Skor adu penalti 3-4. Trofi Super Cup melayang ke Paris.

"Kami menang dan kalah bersama-sama. Micky sudah memberikan segalanya malam ini. Golnya membuka jalan, dan keberaniannya mengambil penalti adalah cerminan karakternya. Tidak ada yang perlu disalahkan," kata Postecoglou dalam konferensi pers usai laga.

Data adu penalti mencatat Van de Ven sebagai satu-satunya bek yang gagal mengeksekusi penalti di final Super Cup malam itu. Namun statistik keseluruhan menunjukkan ia tampil gemilang: 87 persen akurasi passing sepanjang 120 menit, 11 clearances, tujuh duel udara dimenangkan, dan satu gol. Rating whoscored 7,8 — tertinggi kedua di tim Tottenham setelah Son.

Warisan Roller Coaster untuk Tottenham

Laga ini meninggalkan catatan pahit: Tottenham gagal meraih trofi Eropa pertama sejak 1984. Namun Van de Ven telah menunjukkan kapasitasnya sebagai bek modern — cepat, kuat di udara, dan berani masuk kotak penalti lawan. Clean sheet tidak tercapai malam itu, tetapi kontribusi ofensifnya dari posisi bek tengah menjadi senjata tak terduga sepanjang turnamen. Bagi PSG, ini trofi Super Cup pertama mereka setelah 2023. Bagi Tottenham, ini pelajaran: sepak bola bisa begitu kejam bagi pahlawan yang berani mengambil risiko.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User