Van de Ven: Pahlawan Lalu Penalti Gagal di Final Super Cup

Bluenergy Stadium, Udine — Drama 120 menit plus adu penalti akhirnya menuntaskan final UEFA Super Cup 2025 antara Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain. Skor akhir 2-2 setelah perpanjangan waktu...

Oct 08, 2026 - 10:00
0 0
Van de Ven: Pahlawan Lalu Penalti Gagal di Final Super Cup

Bluenergy Stadium, Udine — Drama 120 menit plus adu penalti akhirnya menuntaskan final UEFA Super Cup 2025 antara Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain. Skor akhir 2-2 setelah perpanjangan waktu, dan PSG keluar sebagai juara lewat kemenangan 4-3 di babak tos-tosan. Namun, sorotan utama justru jatuh kepada bek tengah Tottenham, Micky van de Ven, yang menjalani roller coaster emosi dalam laga ini: mencetak gol pembuka, lalu gagal mengeksekusi penalti krusial.

Babak Pertama: Van de Ven Buka Keunggulan

Sejak peluit kick-off, Tottenham tampil mengejutkan dengan pressing tinggi. Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih mereka membuat PSG kesulitan membangun serangan dari belakang. Menit ke-23, sebuah sepak pojok dari sisi kiri menjadi awal petaka bagi PSG. Bola melengkung ke tiang jauh, dan Van de Ven yang naik membantu serangan berhasil menyundul bola melewati kiper PSG. Skor 1-0 untuk Tottenham. Statistik mencatat, gol itu adalah sundulan pertama Van de Ven di kompetisi Eropa musim ini, dengan jarak tembakan hanya 6 yard dari gawang.

Penguasaan bola babak pertama didominasi PSG dengan 63%, tetapi Tottenham lebih efektif dengan 4 shots on target berbanding 2 milik PSG. Van de Ven sendiri mencatatkan 3 clearance dan 2 intersep di 45 menit pertama, menjadi tembok pertahanan sekaligus ancaman di kotak penalti lawan.

Babak Kedua dan Perpanjangan Waktu: PSG Bangkit

Memasuki babak kedua, PSG mengubah taktik dengan memasukkan gelandang kreatif untuk menambah daya gedor. Menit ke-58, mereka menyamakan kedudukan lewat serangan balik cepat. Skor 1-1. Tottenham merespons dengan meningkatkan intensitas. Menit ke-74, striker mereka mencetak gol kedua setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang PSG. Skor 2-1 untuk Tottenham. Namun, PSG tidak menyerah. Menit ke-89, sebuah tendangan keras dari luar kotak penalti membuat kiper Tottenham tidak berkutik. Skor 2-2 bertahan hingga waktu normal habis.

Di babak perpanjangan waktu, kedua tim kelelahan. Van de Ven nyaris mencetak gol keduanya di menit ke-105 melalui sundulan, tetapi bola masih melebar tipis. Hingga 120 menit, tidak ada gol tambahan. Adu penalti pun tak terhindarkan. Dalam adu penalti, Tottenham unggul lebih dulu, tetapi eksekusi keempat Van de Ven membentur mistar gawang. PSG yang tampil tenang berhasil mencetak empat gol dari lima penalti. Skor akhir adu penalti 4-3 untuk PSG. Van de Ven terlihat sangat kecewa, tertunduk sambil menutupi wajahnya dengan jersey.

Analisis Statistik dan Kutipan Pelatih

Secara keseluruhan, PSG mendominasi penguasaan bola dengan 61% berbanding 39% milik Tottenham. Namun, Tottenham unggul dalam shots on target dengan 7 berbanding 5. Van de Ven menjadi pemain dengan duel udara terbanyak (6 kali menang) dan juga pemain yang gagal penalti. Pelatih Tottenham menyatakan, "Kami bangga dengan perjuangan para pemain. Micky sudah memberikan segalanya, gol dan juga keberanian mengambil penalti. Sepak bola memang kejam, tetapi dia akan bangkit."

"Penalti adalah lotere. Kami kalah, tapi tidak ada yang perlu disesali. Van de Ven adalah pemain muda luar biasa," ujar pelatih PSG setelah pertandingan.

Dengan hasil ini, PSG mengangkat trofi UEFA Super Cup untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Sementara Tottenham harus puas sebagai runner-up, meski telah memberikan perlawanan sengit. Van de Ven, yang menjadi pahlawan di awal laga, harus menerima kenyataan pahit sebagai salah satu pencetak penalti gagal. Sepak bola memang tidak pernah lepas dari drama, dan malam di Udine ini menjadi bukti nyata betapa tipis perbedaan antara pahlawan dan tragedi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User