Umatis Resto BSD Resmi Dibuka, Wilsen Willim Gelar Peragaan Busana Daur Ulang

Dunia gaya hidup Jakarta kembali bergerak. Dalam satu pekan, dua peristiwa berbeda—kuliner dan fesyen—sama-sama menyuarakan semangat baru yang mengakar pad

Jul 11, 2026 - 15:36
0 0
Umatis Resto BSD Resmi Dibuka, Wilsen Willim Gelar Peragaan Busana Daur Ulang

Dunia gaya hidup Jakarta kembali bergerak. Dalam satu pekan, dua peristiwa berbeda—kuliner dan fesyen—sama-sama menyuarakan semangat baru yang mengakar pada lokalitas dan keberlanjutan. Di kawasan BSD, Tangerang, Umatis Resto and Venue resmi membuka pintu sebagai destinasi makan keluarga yang hangat. Sementara di belahan kota lain, desainer Wilsen Willim merayakan satu dekade berkarya lewat peragaan busana Algorithm: Universal Language, memamerkan 60 tampilan yang merajut wastra Nusantara, benang denim daur ulang, dan sentuhan punk yang berani. Dua wajah Indonesia urban yang sedang membangun cerita.

Umatis Resto and Venue, Ruang Baru untuk Keluarga di BSD

Umatis Resto and Venue lahir dari impian sederhana: menciptakan tempat di mana setiap anggota keluarga—dari anak-anak hingga kakek-nenek—bisa betah berlama-lama. Terletak di jantung BSD, restoran ini mengusung konsep ‘family dining with a garden touch’. Begitu melangkah masuk, pengunjung disambut area indoor yang terang oleh cahaya alami, dikelilingi tanaman hijau yang menjuntai dari rak-rak kayu. Area outdoor-nya tak kalah menawan; sebuah taman rindang dengan kursi rotan dan meja batu, cocok untuk sarapan santai atau pesta kecil.

Menu di Umatis mengambil inspirasi dari masakan Indonesia klasik dengan presentasi modern. Nasi Liwet Komplit menjadi bintang, disajikan dalam dulang kecil dengan lauk pauk rumahan. Ada pula spaghetti ayam kampung untuk anak, dan aneka jus buah segar tanpa gula tambahan. “Kami ingin orang datang bukan hanya untuk makan, tapi merasakan nostalgia rumah,” ujar Dina, manajer operasional Umatis. Bahkan, mereka menyediakan sudut bermain anak dengan pengawasan staf, sehingga orang tua bisa makan dengan tenang. Pada akhir pekan, Umatis juga menghadirkan live acoustic yang menambah suasana akrab.

“Umatis adalah jawaban atas kerinduan saya akan restoran yang benar-benar ramah anak, tanpa mengorbankan kualitas rasa untuk orang dewasa. Akhirnya saya bisa ajak seluruh keluarga tanpa drama,” ungkap Rani, pengunjung pada hari pembukaan.

Dengan kapasitas hingga 120 orang, Umatis juga membuka layanan venue untuk ulang tahun, arisan, hingga acara komunitas. Dalam sebulan pertama, mereka sudah kebanjiran reservasi. Ini menandakan bahwa kebutuhan akan ruang keluarga inklusif di kawasan selatan Jakarta sangat besar.

Satu Dekade Wilsen Willim: Algorithm: Universal Language

Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat dalam dunia mode Indonesia yang bergerak cepat. Wilsen Willim, desainer di balik label eponimnya, merayakan perjalanan itu dengan peragaan tunggal yang mengguncang. Algorithm: Universal Language bukan sekadar judul; ia adalah manifesto kreatif di mana kode-kode budaya saling berdialog. Enam puluh tampilan meluncur di runway, masing-masing menyatukan tiga elemen kontras: tenun Nusantara dari penenun lokal di Sumba dan Flores, benang denim dari jeans bekas yang didaur ulang, serta siluet jaket kulit, rantai, dan boots ala era punk.

Koleksi ini adalah pertemuan antara yang sakral dan pemberontak. Tenun yang biasanya rapi dan formal ‘dibedah’ dan disambung dengan denim robek yang dijahit ulang tangan. Warna-warna alam seperti indigo dan cokelat tanah mendominasi, sesekali diinterupsi oleh aksen neon yang terinspirasi graffiti jalanan. “Ini tentang menemukan harmoni dari bentrokan. Saya ingin tunjukkan bahwa wastra Indonesia bukan benda museum; dia bisa hidup, bergerak, dan bahkan memberontak,” kata Wilsen dalam konferensi pers usai peragaan.

“Semua dimulai dari tumpukan jeans bekas di studio saya. Saya berpikir, kenapa tidak mengubahnya menjadi benang baru, lalu menjalinnya dengan warisan tenun kita? Itu adalah algoritma personal saya: kesadaran lingkungan bertemu warisan budaya,” jelas Wilsen.

Proses daur ulangnya sendiri layak dicatat. Wilsen bekerja sama dengan komunitas pemulung dan bengkel tekstil untuk memilah, mencacah, dan memintal denim bekas menjadi benang. Setiap potongan denim pada jaket atau rok dalam koleksinya membawa jejak penggunaan masa lalu—bekas lipatan, sedikit luntur—yang justru dihargai sebagai patina. Dari sisi tenun, ia memesan langsung dari kelompok penenun, meminta motif-motif tertentu direka ulang menjadi lebih abstrak agar selaras dengan estetika rebel yang diusungnya. Hasilnya adalah koleksi yang mengundang diskusi: apakah fesyen berkelanjutan bisa menjadi adibusana yang berani?

Bertemunya Kuliner dan Fesyen dalam Semangat Lokal

Meski berbeda industri, Umatis Resto dan Wilsen Willim berbagi benang merah: keduanya merayakan kearifan lokal dengan konteks kekinian. Umatis menyajikan masakan Indonesia dalam balutan pengalaman bersantap modern yang merangkul keluarga. Wilsen Willim mengangkat tenun Nusantara dan limbah denim menjadi adibusana panggung internasional. Kedua inisiatif ini lahir dari pemahaman bahwa konsumen urban kini menginginkan pengalaman autentik yang bertanggung jawab—entah saat mereka memilih tempat makan untuk anak-anak, atau saat mereka berinvestasi pada selembar busana.

Di Umatis, keberlanjutan diterjemahkan melalui kerja sama dengan petani lokal untuk sayuran organik dan pengurangan plastik sekali pakai di restoran. Sementara itu, Wilsen secara terang-terangan menolak fast fashion; setiap koleksinya diproduksi dalam jumlah terbatas dan melibatkan rantai pasok yang transparan. Tren ini menunjukkan bahwa bisnis berbasis komunitas dan ramah lingkungan bukan lagi ceruk pasar kecil, tetapi arus utama gaya hidup metropolitan.

Apakah langkah-langkah ini akan bertahan? Data dari kawasan sekitar BSD menunjukkan peningkatan permintaan akan restoran dengan interaksi sosial tinggi dan area anak. Di kancah mode, penjualan koleksi preloved dan daur ulang dari desainer Indonesia naik hingga 35% pada tahun lalu menurut catatan Indonesian Fashion Chamber. Umatis dan Wilsen Willim mungkin hanya dua dari sekian banyak nama, tapi semangat yang mereka usung adalah sinyal kuat: masa depan gaya hidup Indonesia ada di tangan mereka yang berani memadukan akar dengan inovasi.

[SOCIAL_TWEET]: Dua kabar seru dari Jakarta! @umatis_resto resmi buka di BSD, tempat makan keluarga yang bikin nostalgia rumah. Sementara itu, @wilsenwillim rayakan 10 tahun dengan peragaan busana tenun dan denim daur ulang bernuansa punk. #KulinerJakarta #FesyenBerkelanjutan #WastraNusantara[SOCIAL_TG]: 🌿🍽️ Umatis Resto BSD buka! Area taman, menu rumahan, dan sudut bermain anak. Sementara itu, Wilsen Willim tampil edgy dengan koleksi tenun & denim daur ulang. Baca ulasan selengkapnya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User