Tottenham 2-0 Chelsea: Malam Frustrasi Mason Mount di Derby London

Skor akhir 2-0 untuk Tottenham Hotspur menjadi penutup malam yang menyakitkan bagi Chelsea dalam derby London di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (26/2/2023). Gol Oliver Skipp menit ke-46 dan Harry K...

Aug 09, 2026 - 12:24
0 0
Tottenham 2-0 Chelsea: Malam Frustrasi Mason Mount di Derby London

Skor akhir 2-0 untuk Tottenham Hotspur menjadi penutup malam yang menyakitkan bagi Chelsea dalam derby London di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (26/2/2023). Gol Oliver Skipp menit ke-46 dan Harry Kane menit ke-82 mengubur perlawanan The Blues yang sebenarnya tampil dominan hampir sepanjang pertandingan. Sorot kamera berkali-kali menangkap wajah frustrasi Mason Mount, gelandang serang yang bekerja tanpa henti namun harus pulang dengan tangan hampa. Kekalahan ini memperpanjang puasa kemenangan Chelsea menjadi enam laga beruntun di semua kompetisi, dan tekanan terhadap manajer Graham Potter kian tak terbendung.

Babak Pertama: Dominasi Chelsea Berujung Drama VAR

Graham Potter menurunkan starting XI dengan formasi 3-4-2-1: Kepa Arrizabalaga di bawah mistar, Reece James dan Ben Chilwell sebagai wing-back, sementara Mason Mount dan Hakim Ziyech beroperasi sebagai dua gelandang serang di belakang striker Kai Havertz. Skema itu membuat Chelsea mengendalikan permainan — penguasaan bola tim tamu menyentuh angka 59 persen di akhir laga. Namun dominasi itu mandul di sepertiga akhir lapangan. Menit ke-18, satu umpan terobosan Mount berakhir dengan bendera offside terhadap Havertz. Drama sesungguhnya meledak di pengujung babak pertama: Ziyech awalnya diganjar kartu merah oleh wasit Stuart Attwell setelah terlibat insiden dengan Emerson Royal, tetapi setelah peninjauan VAR, hukuman itu diturunkan menjadi kartu kuning. Skor kacamata bertahan hingga jeda.

Babak Kedua: Skipp Menggebrak, Kane Menutup Laga

Belum semua penonton kembali ke kursi mereka, Tottenham langsung menusuk. Menit ke-46, kegagalan lini belakang Chelsea menyapu bola membuat si kulit bundar jatuh ke kaki Oliver Skipp, dan gelandang muda itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Kepa — gol pertamanya untuk Tottenham. Chelsea merespons dengan menaikkan tempo serangan, tetapi kiper Fraser Forster tampil sigap mengamankan gawangnya dari setiap ancaman. Petaka kedua datang menit ke-82: sepak pojok Son Heung-min disambut tandukan Harry Kane yang bersarang telak di gawang The Blues. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang, dan Forster membukukan clean sheet yang menambah perih malam tim London barat.

Mason Mount: Energi Besar, Hasil Nihil

Di tengah tim yang kehilangan arah, Mount menjadi salah satu pemain Chelsea yang paling banyak bergerak — berlari menyisir half-space, menekan bek lawan, dan berusaha menghidupkan serangan dari lini kedua. Masalahnya, produktivitas sang pemain nomor 19 musim ini jauh dari standar terbaiknya. Setelah musim lalu mencatatkan dua digit gol dan assist, kontribusinya di depan gawang musim ini menurun tajam. Situasi kontraknya yang belum menemui titik temu dengan manajemen klub turut membayangi penampilannya di atas lapangan. Saat peluit akhir berbunyi, Mount tampak menunduk dengan tangan di pinggang — gambaran sempurna frustrasi seorang pemain yang telah memberikan segalanya namun tak mendapatkan apa-apa.

Statistik yang Menyakitkan bagi The Blues

Angka-angka pertandingan ini bak paradoks. Chelsea unggul penguasaan bola 59 berbanding 41 persen dan melepaskan lebih banyak tembakan, tetapi shots on target mereka hanya dua berbanding tiga milik tuan rumah. Efisiensi menjadi pembeda: Tottenham mengonversi dua dari tiga peluang tepat sasaran, sementara lini depan Chelsea kembali tumpul di momen-momen krusial. Hasil ini membuat The Blues tertahan di posisi ke-10 klasemen dengan 31 poin, tertinggal jauh dari zona Liga Champions meski telah menggelontorkan lebih dari 300 juta poundsterling pada bursa transfer Januari. Di kubu seberang, Tottenham yang dikawal Cristian Stellini justru memantapkan posisi mereka di papan atas.

Kami kecewa dengan hasil ini. Para pemain sudah memberikan segalanya di lapangan, tetapi pada level tertinggi Anda akan dihukum jika tidak memaksimalkan momen. Kami harus segera bangkit, kata Graham Potter usai pertandingan.

Bagi Chelsea, laju tanpa kemenangan ini bukan sekadar tren buruk — ini alarm yang berbunyi keras. Dengan jadwal padat menanti di depan, Potter butuh jawaban cepat, dan Mason Mount butuh menemukan kembali sentuhan terbaiknya sebelum musim benar-benar lepas dari genggaman The Blues.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User