Tiga Shio Diprediksi Banjir Rezeki, BNPM Bantah Ambil Alih Ruko Surabaya

Memasuki tahun 2026 yang dalam kalender China dikenal sebagai Tahun Kuda Api, energi semesta diyakini membawa dinamika dan keberanian. Bagi sebagian orang,

Jul 27, 2026 - 23:48
0 0
Tiga Shio Diprediksi Banjir Rezeki, BNPM Bantah Ambil Alih Ruko Surabaya

Memasuki tahun 2026 yang dalam kalender China dikenal sebagai Tahun Kuda Api, energi semesta diyakini membawa dinamika dan keberanian. Bagi sebagian orang, ini adalah momentum untuk memacu usaha dan meraih kemakmuran. Prediksi astrologi Cina menyebut tiga shio tertentu akan mengalami limpahan rezeki luar biasa dari jalur bisnis dan kerja mandiri, seolah mimpi menjadi kaya semakin dekat. Namun, di sisi lain kehidupan sosial, sebuah organisasi masyarakat (ormas) di Surabaya justru harus berhadapan dengan isu hukum yang memanas. Badan Nasional Perubahan Masyarakat (BNPM) membantah keras tuduhan pengambilalihan paksa sebuah unit ruko di kawasan Ngagel, Kota Surabaya. Dualitas ini mencerminkan kompleksitas kehidupan: harapan akan kemakmuran pribadi berdampingan dengan gesekan sosial yang menuntut keadilan dan ketertiban.

Ramalan Tiga Shio di Bawah Energi Kuda Api

Astrologi Cina menyebutkan bahwa di tahun Kuda Api, elemen api memberikan gairah, ketegasan, dan kecepatan dalam bertindak. Tiga shio yang disebut paling beruntung dalam hal rezeki dari usaha adalah shio Macan, Kuda, dan Anjing. Bagi pemilik shio Macan, tahun ini adalah waktu untuk melebarkan sayap bisnis karena dukungan figur otoritas dan jaringan yang meluas. Sementara shio Kuda, sebagai tuan rumah energi tahun ini, diprediksi mengalami peningkatan pendapatan signifikan berkat keberanian mengambil risiko terukur. Adapun shio Anjing akan menikmati hasil dari kerja keras yang selama ini jarang terlihat — datangnya rezeki tak terduga dari proyek atau kemitraan lama. "Tahun Kuda Api ibarat katalis bagi mereka yang berani bermimpi besar dan bergerak. Asalkan tetap etis dan tidak menabrak norma, rezeki akan mengalir deras," ujar Rama Sutanto, praktisi astrologi Timur yang kerap diwawancarai media.

Sengketa Ruko Ngagel dan Klarifikasi BNPM

Pada saat sebagian orang menggantungkan asa pada keberuntungan kosmik, di Jalan Ngagel, Surabaya, ketegangan justru lahir dari konflik antarwarga. Sebuah ruko milik warga dilaporkan hendak diambil alih secara sepihak oleh sekelompok orang yang mengaku bagian dari BNPM. Tuduhan ini langsung memicu reaksi publik dan pengawasan aparat keamanan setempat. Namun, BNPM dengan tegas membantahnya. Ketua Umum BNPM Jawa Timur, H. Misbahul Munir, menyatakan bahwa organisasinya hadir bukan untuk menguasai aset warga, melainkan mendampingi kasus sengketa kepemilikan yang telah berlangsung lama.

"Kami bukan ormas preman. Tujuan kami adalah memediasi secara hukum agar tidak terjadi bentrokan antara pihak-pihak yang berseteru. Kami sudah mendampingi kuasa hukum untuk menjaga agar situasi di lokasi tetap aman dan terkendali," tegas Misbahul saat ditemui di lokasi, Rabu (28/5).

Menurut Misbahul, tuduhan pengambilalihan paksa tidak berdasar. BNPM justru berperan sebagai penengah setelah adanya laporan dari salah satu pihak yang merasa hak kepemilikannya dirampas. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek setempat serta menghadirkan dokumen-dokumen pendukung untuk menghindari tindakan main hakim sendiri. Meski demikian, sejumlah warga sekitar mengaku resah dengan kehadiran massa yang dinilai berlebihan. Aparat keamanan pun meningkatkan patroli di kawasan tersebut.

Harapan Rezeki dan Pelajaran Sosial

Dua peristiwa yang seakan tak berkaitan ini sesungguhnya menyimpan benang merah: upaya manusia meraih kehidupan yang lebih baik, entah melalui tafsir langit maupun melalui perebutan hak di bumi. Para pengusaha yang meyakini langit akan mengucurkan rezeki di tahun Kuda Api tetap diingatkan bahwa keberhasilan sejati hanya bisa dibangun di atas fondasi hukum yang jelas dan penghormatan terhadap hak orang lain. Sementara itu, kasus di Ngagel menjadi pengingat bahwa setiap organisasi, sekecil apapun, harus menjunjung profesionalitas dan transparansi agar tak mudah dicap preman oleh publik.

Pakar sosiologi Universitas Airlangga, Dr. Endah Pratiwi, menilai bahwa fenomena ini menunjukkan betapa masyarakat Indonesia masih berpegang pada dua kutub dalam menyikapi masa depan: spiritualitas dan hukum. "Di satu sisi kita berharap pada keberuntungan, tapi pada saat yang sama realitas sosial menunjukkan masih banyaknya silang sengketa aset dan ketidakpercayaan pada lembaga formal. Ini harus menjadi refleksi bersama," paparnya. Beliau menambahkan bahwa kehadiran ormas dalam sengketa lahan sebenarnya bisa menjadi jembatan sepanjang mereka bertindak sesuai koridor hukum dan tidak melakukan intimidasi. Jika tidak, ormas semacam itu justru akan merusak tatanan dan menghambat rezeki — bahkan bagi shio paling beruntung sekalipun — karena ketidakstabilan sosial merugikan iklim usaha.

Sambil menanti apakah ramalan shio benar-benar akan membawa rezeki bagi kaum Macan, Kuda, dan Anjing, masyarakat Surabaya tentu berharap perselisihan di Ngagel dapat segera menemui titik terang. Karena pada akhirnya, rezeki tidak hanya soal langit memberkati, tetapi juga tentang manusia menciptakan kedamaian di sekitarnya.

[SOCIAL_TWEET]: Tahun Kuda Api ramal tiga shio bakal banjir rezeki dari usaha, tapi di Surabaya ormas BNPM justru harus klarifikasi tuduhan ambil alih ruko. Begini lengkapnya.[SOCIAL_TG]: Shio Macan, Kuda, Anjing disebut bakal cuan besar di 2026. Tapi di Ngagel, BNPM malah dituduh preman setelah caplok ruko warga? Ormas itu bantah: “Kami dampingi kuasa hukum agar aman.” Rezeki vs sengketa, lengkapnya baca di tautan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User