Tiga Gol Chelsea Bungkam AC Milan di Final Indonesia Super Cup
Skor akhir 3-0 untuk Chelsea. The Blues merayakan gelar juara Indonesia Super Cup 2026 setelah menggulung AC Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Di hadapan tri...
Skor akhir 3-0 untuk Chelsea. The Blues merayakan gelar juara Indonesia Super Cup 2026 setelah menggulung AC Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Di hadapan tribun yang dipenuhi puluhan ribu penonton, anak asuh Xabi Alonso tampil superior sejak menit pertama dan menutup laga dengan clean sheet yang nyaris sempurna.
Christopher Nkunku menjadi bintang malam itu lewat hat-trick pada menit ke-23, menit ke-41, dan menit ke-67. Tiga gol tersebut dibungkus penguasaan bola 58 persen berbanding 42 persen serta keunggulan shots on target 7-3 atas lawannya.
Babak Pertama: Tekanan sejak Peluit Awal
Laga baru berjalan lima menit, Chelsea sudah mengambil alih tempo. Formasi 4-2-3-1 racikan Xabi Alonso membuat lini tengah Milan, yang bermain dengan formasi 4-3-3, kesulitan keluar dari tekanan. Duet gelandang Moises Caicedo dan Enzo Fernandez memenangi duel-duel kedua, sementara Cole Palmer bebas bergerak di ruang antara lini tengah dan pertahanan lawan.
Gol pembuka lahir pada menit ke-23. Berawal dari assist terukur Enzo Fernandez yang melewati tiga pemain Milan, Nkunku melepaskan tendangan first-time dari sisi kanan kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Mike Maignan. Skor 1-0, dan SUGBK bergemuruh.
Alih-alih bangkit, Milan justru semakin tertekan. Menit ke-41, Chelsea menggandakan keunggulan lewat skema serangan balik kilat. Cole Palmer mengirim assist lintas lapangan, Nkunku menuntaskannya dengan tembakan melengkung ke tiang jauh. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum, dengan penguasaan bola Chelsea mencapai 61 persen di babak pertama.
Babak Kedua: VAR, Kartu Merah, dan Hat-trick
Milan mencoba mengubah ritme setelah jeda. Rafael Leao mulai sering menusuk dari sisi kiri, dan pada menit ke-52, bola sempat masuk ke gawang Chelsea. Namun wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau VAR, karena Leao terbukti berada dalam posisi offside saat menerima umpan Theo Hernandez. Keputusan itu menjadi titik balik: semangat Milan luntur, Chelsea kembali menguasai laga.
Puncaknya terjadi pada menit ke-67. Reece James, bek kanan yang naik membantu serangan, mengirim assist mendatar ke mulut gawang, dan Nkunku menyambar bola untuk melengkapi hat-trick. Skor 3-0 memastikan pesta di tribun.
Nasib Milan semakin buruk pada menit ke-79. Theo Hernandez menerima kartu kuning kedua setelah menjatuhkan Palmer di tepi kotak penalti, dan ia harus keluar lebih dini. Dengan sepuluh pemain, Milan tak lagi mampu memberikan ancaman berarti, dan Chelsea menutup laga dengan keunggulan total.
Kunci Kemenangan: Pressing Tinggi dan Transisi Kilat
Analisis taktik malam ini menunjukkan Chelsea unggul di hampir semua indikator. Selain penguasaan bola dan shots on target, tim London itu juga mencatat 9 corner kicks melawan 4 milik Milan dan memenangi 54 persen duel udara. Lini pertahanan yang dikomandoi Levi Colwill tampil disiplin, menjaga gawang tetap bersih sepanjang 90 menit.
Milan, yang mengandalkan serangan dari sayap lewat Leao dan Christian Pulisic, gagal menembus blok rendah Chelsea. Total mereka hanya melepaskan tiga shots on target, semuanya mudah diamankan kiper Chelsea. Kartu kuning yang diterima pemain Milan pun lebih banyak, tiga berbanding dua, menunjukkan frustrasi yang tumbuh seiring berjalannya laga.
Setelah pertandingan, Xabi Alonso yang berdiri di pinggir lapangan dan terus berteriak memberi arahan kepada anak asuhnya menilai kemenangan ini sebagai buah dari persiapan pramusim yang matang. Ia menyebut kedalaman skuad dan kerja sama lini tengah sebagai senjata utama timnya musim depan.
Bagi Milan, hasil ini menjadi alarm keras menjelang kompetisi resmi. Namun dari sisi netral, laga final Indonesia Super Cup 2026 di Jakarta layak dikenang: atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno yang luar biasa, gol-gol indah, dan satu penampilan hat-trick yang akan menjadi bahan perbincangan panjang.
Comments (0)