TIBET — China Bangun Bendungan Terbesar di Jalur Gempa Aktif

Pemandangan megah bentang alam Himalaya di Kawasan Otonom Tibet kini menjadi panggung bagi salah satu proyek rekayasa sipil paling ambisius sekaligus kontr

Sep 11, 2026 - 17:02
0 1
TIBET — China Bangun Bendungan Terbesar di Jalur Gempa Aktif

Pemandangan megah bentang alam Himalaya di Kawasan Otonom Tibet kini menjadi panggung bagi salah satu proyek rekayasa sipil paling ambisius sekaligus kontroversial dalam sejarah manusia. Pemerintah Tiongkok secara resmi melanjutkan rencana pembangunan megaproyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Yarlung Tsangpo. Namun, di balik megahnya ambisi transisi energi hijau Beijing, para ahli geologi internasional membunyikan alarm bahaya: struktur hidroelektrik raksasa ini berdiri tepat di atas jalur gempa paling aktif dan berbahaya di Asia.

Sungai Yarlung Tsangpo, yang mengalir membelah dataran tinggi Tibet sebelum melintasi India dan Bangladesh sebagai Sungai Brahmaputra, memotong celah terdalam di dunia. Lokasi tapak konstruksi bendungan ini terletak di titik pertemuan tektonik yang amat rentan, di mana Lempeng India terus menerus menumbuk Lempeng Eurasia dengan kecepatan sekitar 50 milimeter per tahun. Aktivitas tektonik di episentrum ini menciptakan salah satu zona seismik paling tidak stabil di planet bumi.

Ancaman Seismik dan Risiko Kegagalan Struktural

Potensi bencana dari proyek ini bukan sekadar spekulasi tanpa dasar. Kawasan Himalaya Timur memiliki sejarah panjang gempa bumi bermagnitudo tinggi yang sangat destruktif. Pembangunan penampung air berkapasitas raksasa di wilayah ini dinilai berisiko tinggi memicu fenomena Reservoir-Induced Seismicity (RIS), yaitu bencana gempa bumi lokal yang dipicu oleh beban penampungan air masif terhadap sesar bumi di bawah tanah.

"Membangun infrastruktur beton berukuran raksasa di atas celah sesar aktif Himalaya sama saja dengan menanam bom waktu geologis. Jika terjadi keruntuhan struktur akibat gempa tektonik hebat, dampaknya tidak hanya memusnahkan ekosistem lokal, tetapi juga mengirimkan gelombang bah yang menghancurkan jutaan nyawa di kawasan hilir," ujar Dr. Fan Xiao, pakar geologi independen yang vokal menyuarakan risiko bencana lingkungan.

Komparasi Megaproyek: Yarlung Tsangpo vs Tiga Kelenteng

Skala bendungan Yarlung Tsangpo dirancang untuk melampaui rekor dunia yang sebelumnya dipegang oleh Bendungan Tiga Kelenteng (Three Gorges Dam) di Sungai Yangtze. Proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan daya listrik hingga 60 Gigawatt (GW), atau hampir tiga kali lipat dari kapasitas Three Gorges Dam.

Parameter Analisis Bendungan Three Gorges Bendungan Yarlung Tsangpo
Kapasitas Listrik 22,5 GW 60 GW
Lokasi Geografis Provinsi Hubei (Sesar Stabil) Tibet (Jalur Gempa Aktif)
Estimasi Risiko Seismik Sedang - Rendah Sangat Tinggi
Dampak Lintas Negara Domestik Tiongkok Tiongkok, India, Bangladesh

Dilema Geopolitik dan Ekologi Kawasan Hilir

Kekhawatiran tidak hanya datang dari sudut pandang geologi semata, melainkan juga dari panggung geopolitik kawasan. India dan Bangladesh, sebagai negara penerima aliran air di bagian hilir, memandang proyek ini dengan tingkat kecemasan yang tinggi. Penguasaan atas hulu Sungai Brahmaputra memberikan kendali strategis penuh kepada Tiongkok terhadap pasokan air tawar bagi puluhan juta warga di kawasan Asia Selatan.

Selain ancaman kekurangan pasokan air saat musim kemarau, kekhawatiran terbesar adalah skenario terjadinya pembendungan mendadak atau pelepasan air tanpa koordinasi saat terjadi bencana alam. Ambisi energi terbarukan Tiongkok untuk mencapai target netralitas karbon pada tahun 2060 kini dinilai berjalan di atas garis tipis antara kemajuan teknologi dan ancaman katastrofe lingkungan universal.

Pemerintah Tiongkok melanjutkan megaproyek PLTA Yarlung Tsangpo berkapasitas 60 GW. Namun ahli geologi memperingatkan potensi gempa pemicu dan dampaknya bagi jutaan nyawa di hilir sungai. Simak ulasan selengkapnya di Beritainti.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User