Thailand Lolos ke Final Piala AFF 2026, Raja ASEAN Belum Beranjak

Skor akhir 2-1. Thailand menaklukkan Vietnam pada leg kedua semifinal Piala AFF 2026 di Stadion Rajamangala, Bangkok, dan memastikan tiket ke partai puncak dengan agregat 3-2. Kemenangan ini sekaligus...

Thailand Lolos ke Final Piala AFF 2026, Raja ASEAN Belum Beranjak

Skor akhir 2-1. Thailand menaklukkan Vietnam pada leg kedua semifinal Piala AFF 2026 di Stadion Rajamangala, Bangkok, dan memastikan tiket ke partai puncak dengan agregat 3-2. Kemenangan ini sekaligus membuka peluang besar bagi Gajah Perang untuk kembali menegaskan status mereka sebagai Raja Asia Tenggara.

Menit ke-23, Supachok Sarachat melepaskan tendangan voli dari sisi kiri kotak penalti yang menaklukkan kiper Vietnam, Dang Van Lam. Gol itu lahir dari skema serangan balik cepat dan diselesaikan dengan sekali sentuhan mematikan. Stadion Rajamangala langsung bergemuruh. Gol tersebut tercatat sebagai pembuka laga dan membuat penguasaan bola semakin nyaman berada di kaki para pemain tuan rumah.

Babak pertama menjadi milik Thailand. Dengan formasi 4-2-3-1, pasukan pelatih Thailand mendominasi penguasaan bola hingga 58 persen dan mencatatkan 4 dari total 6 shots on target sepanjang laga. Vietnam yang tampil dengan formasi 3-5-2 justru kesulitan keluar dari tekanan, hanya melepaskan 3 tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.

Perjalanan Thailand menuju final tidak mudah. Pada leg pertama di Stadion My Dinh, Hanoi, mereka hanya mampu bermain imbang 1-1 dan sempat kehilangan keunggulan pada menit akhir. Namun, bekal gol tandang tersebut justru menjadi modal berharga, karena di kandang sendiri Thailand selalu tampil dengan kepercayaan diri tinggi di bawah sorotan pendukungnya sendiri.

Babak Kedua: Ketegangan dan Lega

Memasuki babak kedua, Vietnam mencoba bangkit. Mereka menekan sejak menit ke-50 dan nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulan Nguyen Tien Linh pada menit ke-58, tetapi VAR memutuskan posisinya offside. Keputusan itu sempat memicu protes keras dari bangku cadangan Vietnam, hingga wasit mengeluarkan kartu kuning untuk salah satu staf pelatih. Thailand sendiri nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-61, tetapi tendangan jarak jauh Chanathip masih melambung tipis di atas mistar.

Thailand menjawab dengan gol kedua pada menit ke-67. Chanathip Songkrasin, yang tampil cemerlang sebagai playmaker di belakang striker tunggal, memberikan assist melalui umpan terobosan cerdas yang diselesaikan Teerasil Dangda dengan sepakan kaki kiri ke tiang jauh. Skor 2-0 sempat tercipta, dan agregat berubah menjadi 3-1.

Namun Vietnam tidak menyerah. Pada menit ke-81, Pham Tuan Hai memperkecil kedudukan lewat sundulan menyusul sepak pojok. Gol itu membuat sepuluh menit terakhir berlangsung menegangkan, dengan Vietnam memaksa Thailand bertahan dalam blok rendah. Kartu kuning kedua bagi bek tengah Thailand pada menit ke-88 menambah drama, tetapi lini belakang Gajah Perang bertahan dengan disiplin hingga peluit panjang berbunyi.

Kunci Kemenangan: Transisi dan Kualitas Starting XI

Kemenangan ini tidak lepas dari kualitas starting XI Thailand yang jauh lebih berpengalaman. Chanathip Songkrasin tampil sebagai motor serangan dengan 89 persen akurasi umpan, sementara Teerasil Dangda menunjukkan naluri gol kelas atas. Duet ini menjadi pembeda ketika pertandingan berlangsung ketat dan ruang gerak menyempit.

Dari sisi taktik, pelatih Thailand membaca kelemahan lini tengah Vietnam sejak awal. Dengan menarik gelandang bertahan lebih dalam saat membangun serangan, Thailand menciptakan keunggulan jumlah pemain di lini kedua dan rutin melancarkan serangan dari sisi sayap. Statistik mencatat 21 peluang tercipta berbanding 9 untuk Vietnam, dengan 6 shots on target berbanding 3.

"Kami bermain dengan rencana yang matang. Para pemain menjalankan instruksi dengan sempurna, terutama dalam transisi bertahan ke menyerang. Ini kemenangan tim, bukan kemenangan individu," ujar pelatih Thailand usai laga.

Jalan Menuju Final: Raja ASEAN Belum Beranjak

Dengan hasil ini, Thailand menjaga rekor impresif mereka di ajang Piala AFF. Tidak banyak tim yang mampu menembus partai puncak sesering Gajah Perang, dan kini mereka berpeluang menambah koleksi gelar yang sudah menjadi standar emas sepak bola Asia Tenggara. Meski clean sheet nyaris tercapai sebelum gol telat lawan, pertahanan Thailand juga menunjukkan progres signifikan dibanding fase grup.

Namun, pekerjaan belum selesai. Final nanti akan menjadi ujian terbesar, dan lawan yang menunggu tentu tidak akan mudah dikalahkan. Meski begitu, performa di semifinal ini menjadi sinyal kuat bahwa tahta Raja ASEAN belum beranjak dari Bangkok.

Satu langkah lagi menuju sejarah. Bagi Thailand, ini soal harga diri dan warisan; bagi Asia Tenggara, final Piala AFF 2026 dipastikan menyajikan duel yang layak dinantikan dengan kualitas terbaik dari kawasan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User