Tega! Kakek di Kapuas Aniaya Cucu 4 Tahun karena Sering Buang Air Sembarangan
BERITAINITI.COM, Kapuas - Seorang kakek di Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, tega menganiaya cucunya yang baru berusia 4 tahun. Korban yang masih balita itu kerap menjadi sasa
BERITAINITI.COM, Kapuas - Seorang kakek di Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, tega menganiaya cucunya yang baru berusia 4 tahun. Korban yang masih balita itu kerap menjadi sasaran kekerasan fisik oleh pelaku karena dianggap sering buang air besar dan kecil sembarangan.
Kasat Reskrim Polres Kapuas, AKP Danny Arrizal Saputra, dalam keterangan yang dikonfirmasi Beritainti.com pada Minggu (5/7/2026) mengungkapkan, korban dititipkan oleh ibu kandungnya kepada pelaku sejak Januari 2026. Awalnya, penitipan direncanakan hanya dua bulan, tetapi hingga bulan Juni korban tak kunjung dijemput.
Motif Ekonomi dan Kekesalan
Selama menitipkan anaknya, sang ibu tidak pernah mengirimkan biaya kebutuhan hidup korban. Kondisi ini diduga memicu kekesalan pelaku. AKP Danny menyebut bahwa rasa kesal itu kemudian berubah menjadi tindak kekerasan setiap kali korban buang air tidak pada tempatnya.
"Saat ini pelaku sudah kita tahan. Korban mulai tinggal bersama terlapor sejak Januari 2026. Rencananya hanya dua bulan, tetapi hingga Juni belum dijemput kembali. Selama itu pula biaya kebutuhan hidup korban disebut tidak pernah dikirimkan," ujar Danny, Sabtu (4/7/2026).
Lebih lanjut, Danny menuturkan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga yang curiga dengan kondisi fisik korban yang sering mengalami lebam. Setelah diselidiki, terungkap bahwa korban menerima penganiayaan berulang.
Pelaku Diancam Hukuman Berat
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Polisi tidak menoleransi kekerasan terhadap anak dengan alasan apa pun, termasuk masalah ekonomi. Hingga kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kapuas.
Beritainti.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terkini kepada pembaca.
Comments (0)