SURABAYA — Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Risto Mitrevski, langsung memperingatkan skuad Bajul
Mitrevski menegaskan, hasil positif melawan tim sekuat Persija seharusnya menjadi pijakan, bukan puncak kepuasan. "Saya senang dengan semangat juang pemain
Mitrevski menegaskan, hasil positif melawan tim sekuat Persija seharusnya menjadi pijakan, bukan puncak kepuasan. "Saya senang dengan semangat juang pemain malam ini. Mereka menunjukkan karakter hebat setelah tertinggal lebih dulu. Tapi mulai besok, pertandingan ini harus sudah kami lupakan. Kami tidak boleh berhenti di sini," ucap pelatih asal Makedonia Utara itu dalam konferensi pers usai laga.
Jalannya Pertandingan
Laga berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit pertama. Persija, yang diperkuat sejumlah pemain anyar, justru unggul lebih dulu melalui gol cepat Carlos Fortes pada menit ke-14 memanfaatkan kekacauan lini belakang tuan rumah. Tertinggal satu gol tidak membuat mental anak asuh Mitrevski runtuh. Persebaya justru tampil semakin intens dan berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan jarak jauh Bruno Moreira yang gagal diantisipasi kiper Macan Kemayoran pada menit ke-38.
Di babak kedua, Persebaya terus menekan dan akhirnya mengunci kemenangan melalui gol sundulan kapten Alie Sesay pada menit ke-68, memanfaatkan umpan matang dari sayap kanan. Gol tersebut langsung disambut gemuruh suporter yang memadati stadion, menandai kemenangan perdana mereka atas Persija dalam ajang pramusim sejak edisi 2024 silam.
Jangan Cepat Puas
Kendati kemenangan atas salah satu rival tradisional di kompetisi Indonesia itu disambut euforia oleh publik Surabaya, Mitrevski justru menunjukkan sikap sebaliknya. Dalam evaluasi singkat bersama tim, ia menyoroti kelemahan transisi bertahan yang hampir beberapa kali dieksploitasi oleh lini depan Persija. Ia mencontohkan gol cepat yang bersarang ke gawang Andhika Ramadhani sebagai alarm serius yang harus segera dibenahi.
"Kita tidak sedang merayakan gelar juara. Ini hanya pertandingan pramusim. Tujuan kami jauh lebih besar dari sekadar mengalahkan Persija di Piala Presiden. Saya ingin pemain paham bahwa musim depan kami harus bersaing di papan atas liga dan lolos ke kompetisi Asia."
Kutipan tegas Mitrevski itu disampaikan sembari menunjuk data statistik akhir laga. Dalam catatan tim pelatih, Persebaya memang unggul penguasaan bola dengan 54 persen, namun melepaskan tembakan tepat sasaran yang hampir sama dengan lawan. Mitrevski menyebut angka itu membuktikan timnya masih belum optimal dalam penyelesaian akhir dan rawan kehilangan fokus di momen-momen kritis.
Fokus Membangun Tim Menuju Musim 2026/2027
Mitrevski mengonfirmasi bahwa manajemen telah memberinya kewenangan penuh untuk meramu skuad sesuai dengan filosofi sepak bola yang ia inginkan: menyerang progresif, pressing tinggi, dan transisi cepat. Piala Presiden 2026 dijadikannya sebagai laboratorium taktikal untuk menguji beberapa eksperimen posisi dan melihat sejauh mana pemahaman pemain terhadap skema baru.
Komposisi pemain muda seperti Marselino Ferdinan dan Toni Firmansyah mendapat pujian khusus karena mampu mengimbangi pengalaman pemain senior. Namun, sang pelatih juga memberikan catatan khusus tentang kedalaman skuad. "Kami butuh setidaknya dua pemain lagi di setiap lini untuk menghadapi jadwal padat musim depan. Kompetisi domestik, Piala Indonesia, kemungkinan AFC Cup. Tidak bisa hanya mengandalkan 14-15 pemain," kata Mitrevski.
Berikut poin-poin penting evaluasi tim pelatih pasca-laga melawan Persija:
- Catatan Positif: Keberanian membangun serangan dari bawah, efektivitas bola mati, dan agresivitas lini tengah.
- Pekerjaan Rumah: Koordinasi lini belakang saat serangan balik lawan, penyelesaian akhir, dan kebugaran fisik di 20 menit terakhir.
- Target Jangka Pendek: Minimal mencapai semifinal Piala Presiden dan terus mengasah chemistry antarpemain anyar.
Respon Pemain dan Manajemen
Sementara itu, CEO Persebaya, Yahya Alkatiri, yang ditemui di tribun VVIP menyatakan dukungan penuhnya terhadap arahan Mitrevski. Ia menyebut bahwa manajemen tidak akan berpuas diri hanya karena hasil di turnamen pramusim. "Kami sejalan dengan coach. Target sebenarnya adalah trofi di kompetisi resmi. Piala Presiden adalah ajang pemanasan, bukan parameter final," ucapnya singkat.
Dari sisi pemain, Alie Sesay sang pencetak gol kemenangan mengaku bahwa pesan pelatih sudah tertanam kuat di ruang ganti. "Coach terus bilang bahwa pramusim ini adalah waktu untuk membiasakan diri dengan sistem baru dan menemukan kekompakan. Kami akan terus bekerja keras, tidak ada ruang untuk berpuas diri," tutur bek asal Sierra Leone itu.
Kemenangan atas Persija memang memberikan suntikan moral yang signifikan. Terlebih, Persebaya musim lalu sempat terseok-seok di awal putaran pertama sebelum akhirnya finis di posisi ketujuh klasemen akhir Liga 1 2025/2026. Hasil minor itu menjadi cambuk bagi manajemen untuk melakukan perombakan skuad dan mendatangkan pelatih baru dengan rekam jejak modern, yaitu Risto Mitrevski, yang sebelumnya sukses menangani klub di kawasan Balkan dengan pendekatan taktikal berbasis data.
Persiapan Selanjutnya
Persebaya yang kini memuncaki klasemen sementara Grup B akan menghadapi ujian berikutnya melawan tim kuda hitam RANS Nusantara FC pada laga penentuan akhir pekan nanti. Mitrevski memastikan akan melanjutkan rotasi pemain untuk menjaga kebugaran sekaligus memberi menit bermain kepada para pemain cadangan. "Semua pemain harus merasa siap dan terlibat. Saya tidak mau ada perbedaan mental antara starter dan cadangan. Skuad ini harus solid sebagai satu unit," tandasnya.
Dengan waktu kurang lebih dua bulan menuju kick-off Liga 1 2026/2027 yang dijadwalkan pada September mendatang, seluruh elemen Persebaya tampak berkomitmen untuk menjadikan musim depan sebagai titik balik kebangkitan klub kebanggaan Kota Pahlawan. Pesan Mitrevski yang menggema usai laga kontra Persija menjadi fondasi psikologis penting: kemenangan pramusim bukanlah tujuan, melainkan sekadar batu loncatan menuju ambisi yang lebih besar.
Tags: Persebaya Surabaya, Risto Mitrevski, Piala Presiden 2026, Persija Jakarta, Liga Indonesia 2026/2027.
Materi Media Sosial:
[SOCIAL_TWEET]: Mitrevski peringatkan Persebaya untuk tidak berpuas diri setelah menaklukkan Persija 2-1 di Piala Presiden 2026. "Ini baru awal, target kami jauh lebih besar," tegas sang pelatih. #Persebaya #BajulIjo #PialaPresiden2026
[SOCIAL_FB]: Euforia kemenangan atas Persija langsung diredam oleh pelatih Persebaya, Risto Mitrevski. Dalam konferensi pers, ia menegaskan bahwa tim harus segera move on dan fokus membangun kekuatan menuju musim 2026/2027. Kemenangan pramusim hanyalah batu loncatan. Bagaimana pendapatmu soal pendekatan tegas ini, Bonek? Tulis di kolom komentar!
[SOCIAL_TG]: 🟢⚪ Mitrevski: Jangan cepat puas. Persebaya kalahkan Persija 2-1, tapi pelatih langsung ingatkan target sesungguhnya adalah trofi resmi musim depan. Detail evaluasi & poin penting tim: [link]
[SOCIAL_THREADS]: Menang atas Persija memang membahagiakan. Tapi Mitrevski benar: Piala Presiden hanyalah pemanasan. Jika kita sudah puas sekarang, bagaimana mau bersaing di Liga 1 dan Asia? Mentalitas juara harus dibangun dari sekarang. Setuju? ⚽🧤 #Persebaya #BeyondTheWin
Comments (0)