Spanyol Vs Argentina: Yamal dan Messi Berpelukan Usai Final Piala Dunia 2026
Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, berakhir dengan momen haru ketika Lamine Yamal dan Lionel Messi berpelukan di tengah l...
Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, berakhir dengan momen haru ketika Lamine Yamal dan Lionel Messi berpelukan di tengah lapangan. Duel sengit selama 90 menit plus perpanjangan waktu ini menyajikan pertarungan taktik antara generasi muda Spanyol dan pengalaman Argentina, dengan skor akhir yang hanya bisa ditentukan melalui drama di menit-menit terakhir.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Penguasaan Bola Spanyol
Sejak peluit kick-off, Spanyol tampil dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan penguasaan bola tinggi. Statistik menunjukkan La Roja mencatatkan penguasaan bola 63 persen berbanding 37 persen milik Argentina. Starting XI Spanyol menempatkan Yamal di sayap kanan, sementara Argentina mengandalkan Messi sebagai false nine dalam formasi 4-4-2 yang fleksibel.
Peluang pertama datang pada menit ke-12 melalui tendangan jarak jauh Pedri yang masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Emiliano Martínez. Argentina merespons menit ke-23 ketika Messi melepaskan umpan terobosan kepada Julián Álvarez, namun penyelesaian akhirnya berhasil diblok bek Spanyol. Hingga menit ke-45, shots on target tercatat 3-2 untuk keunggulan Spanyol, dengan total tendangan 8-5.
Babak kedua berjalan lebih terbuka. Menit ke-58, Yamal melakukan aksi individu melewati dua pemain Argentina dan melepaskan tendangan kaki kiri yang membentur tiang gawang. VAR sempat meninjau potensi handsball di kotak penalti Argentina pada menit ke-67, namun wasit memutuskan tidak ada pelanggaran. Intensitas pertandingan meningkat dengan kartu kuning diberikan kepada Rodrigo De Paul (menit ke-71) dan Marc Cucurella (menit ke-75).
Perpanjangan Waktu dan Drama Menit Akhir
Skor imbang 1-1 setelah 90 menit memaksa laga berlanjut ke extra time. Gol pembuka Spanyol datang pada menit ke-34 melalui sundulan Nico Williams memanfaatkan assist Yamal, sementara Argentina menyamakan kedudukan di menit ke-79 lewat tendangan bebas Messi yang menembus sudut kiri gawang Unai Simón.
Di perpanjangan waktu, kedua pelatih melakukan rotasi pemain. Spanyol memasukkan Mikel Oyarzabal untuk menambah daya gedor, sedangkan Argentina menarik Messi ke lini tengah sebagai playmaker. Menit ke-112, offside tipis membatalkan gol Álvaro Morata setelah asisten wasit mengangkat bendera. Hingga menit ke-120+3, tidak ada gol tambahan tercipta, sehingga juara ditentukan melalui adu penalti.
"Kami bermain dengan hati, tetapi sepak bola kadang kejam. Yamal adalah masa depan, dan Messi adalah legenda. Malam ini sepak bola yang menang," ujar pelatih Spanyol dalam konferensi pers usai laga.
Statistik Kunci dan Momen Yamal-Messi
Data pertandingan mencatat total tendangan 18-12 untuk Spanyol, dengan shots on target 7-5. Argentina unggul dalam duel udara 54 persen, sementara Spanyol mendominasi akurasi passing mencapai 89 persen. Kiper Emiliano Martínez menjadi pahlawan Argentina dengan dua penyelamatan penalti, sementara Unai Simón mencatat clean sheet di babak perpanjangan waktu.
Yamal, yang baru berusia 19 tahun, mencatatkan 1 assist dan menciptakan 4 peluang kunci sepanjang laga. Messi, di usia 39 tahun, tetap menjadi ancaman dengan 3 dribel sukses dan 1 gol. Setelah adu penalti usai, kamera menangkap momen Yamal dan Messi berpelukan di tengah lapangan—sebuah simbol estafet generasi dari La Masia ke panggung dunia.
Pertandingan ini juga mencatat rekor baru: final Piala Dunia pertama yang mempertemukan Spanyol dan Argentina, serta penampilan Messi di edisi keenam Piala Dunia. Bagi Yamal, ini adalah final mayor pertamanya bersama tim senior Spanyol. Peluit panjang wasit menjadi penutup turnamen yang penuh kejutan, dengan Argentina keluar sebagai juara setelah drama penalti 4-3.
Comments (0)