Spanyol Tumbangkan Belgia 2-1, Tiket Semifinal Piala Dunia 2026 Diamankan

Pertarungan sengit di babak perempat final Piala Dunia 2026 berakhir dengan kemenangan dramatis La Furia Roja atas Setan Merah Belgia. Skor akhir 2-1 menjadi catatan manis bagi tim besutan Luis de la ...

Jul 12, 2026 - 02:45
0 0
Spanyol Tumbangkan Belgia 2-1, Tiket Semifinal Piala Dunia 2026 Diamankan

Pertarungan sengit di babak perempat final Piala Dunia 2026 berakhir dengan kemenangan dramatis La Furia Roja atas Setan Merah Belgia. Skor akhir 2-1 menjadi catatan manis bagi tim besutan Luis de la Fuente yang tampil superior sepanjang 90 menit pertandingan. Gol-gol dari Lamine Yamal dan Dani Olmo cukup untuk mengantar Spanyol melangkah ke empat besar, meski Belgia sempat memberikan perlawanan sengit melalui gol balasan di menit-menit kritis.

Spanyol yang menurunkan formasi 4-3-3 dengan Pedri sebagai jenderal lapangan langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal dibunyikan. Penguasaan bola Spanyol di pertandingan ini mencapai 62 persen, menunjukkan dominasi khas tiki-taka yang menjadi DNA permainan mereka. Total 14 tembakan dilepaskan oleh La Roja dengan 7 di antaranya mengarah tepat ke gawang, sementara Belgia hanya mampu mencatatkan 5 shots on target dari 9 percobaan.

Babak Pertama: Agresivitas Sejak Menit Awal

Menit ke-12, Nico Williams sudah mengancam gawang Belgia melalui aksi individu di sisi kiri pertahanan. Tendangan melengkungnya masih bisa ditepis kiper Koen Casteels. Tekanan bertubi-tubi Spanyol akhirnya berbuah manis pada menit ke-23 ketika Lamine Yamal, wonderkid Barcelona yang baru berusia 19 tahun, melepaskan tendangan spektakuler dari luar kotak penalti. Bola bersarang telak di pojok atas gawang Belgia, membuat skor berubah menjadi 1-0.

Belgia yang mengandalkan formasi 3-4-2-1 dengan Romelu Lukaku sebagai ujung tombak tampak kesulitan mengembangkan permainan. Kevin De Bruyne yang beroperasi di belakang Lukaku beberapa kali mencoba menusuk pertahanan Spanyol, namun duet stopper Spanyol yang dikomandoi Robin Le Normand berhasil memblok setiap ancaman. Statistik menunjukkan Belgia hanya mampu mencatatkan 38 persen penguasaan bola di 45 menit pertama, jauh dari performa biasanya.

Menit ke-41, Spanyol menggandakan keunggulan melalui skema serangan balik cepat. Dani Olmo yang menerima umpan terobosan dari Pedri dengan tenang menceploskan bola ke gawang Casteels. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum, memberikan Spanyol modal sangat berharga untuk menghadapi paruh kedua pertandingan.

Babak Kedua: Belgia Bangkit, Spanyol Bertahan

Memasuki babak kedua, pelatih Belgia Domenico Tedesco melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Leandro Trossard untuk menambah daya gedor. Keputusan ini langsung berdampak positif. Menit ke-58, Jeremy Doku yang menusuk dari sisi kiri pertahanan memberikan umpan silang rendah yang berhasil dikonversi Lukaku menjadi gol. Skor berubah menjadi 2-1 dan pertandingan kembali hidup.

Spanyol tidak tinggal diam. De la Fuente memasukkan Rodri untuk memperkokoh lini tengah dan menarik Nico Williams untukfresh legs di lini depan. Statistik menunjukkan Spanyol masih mampu mempertahankan 58 persen penguasaan bola di babak kedua meski tekanan Belgia meningkat tajam. Kartu kuning diberikan kepada gelandang Belgia Amadou Onana pada menit ke-67 akibat pelanggaran keras terhadap Pedri.

Menit ke-75 menjadi momen krusial ketika VAR menganulir gol Belgia yang dicetak oleh Lukaku karena posisi offside setebal satu sentimeter. Keputusan wasit setelah melihat monitor VAR membuat Belgia kehilangan momentum.

"VAR bekerja dengan baik malam ini. Kami menghormati keputusan wasit dan harus melanjutkan fokus ke laga berikutnya," ujar De la Fuente dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Analisis Performa Pemain Kunci

Lamine Yamal sekali lagi membuktikan diri sebagai salah satu pemain paling berbahaya di turnamen ini. Selain mencetak satu gol, pemain muda Barcelona ini mencatatkan 4 dribble sukses dan 3 key passes sepanjang pertandingan. Performa luar biasa untuk pemain yang masih berusia belia.

Di lini tengah, Pedri menjadi arsitek utama permainan Spanyol. Pemain berusia 22 tahun ini menyelesaikan 92 persen umpanannya dari total 87 operan, sebuah angka yang menunjukkan kelasnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia saat ini. Assist-nya untuk gol Olmo menjadi bukti ketajamannya membaca permainan.

Sementara itu, Kevin De Bruyne sebenarnya tampil cukup baik dengan mencatatkan 2 assists potensial dan 5 umpan kunci, namun kurangnya dukungan dari lini depan membuat Belgia kesulitan menembus pertahanan disiplin Spanyol. Lukaku yang diharapkan menjadi pembeda hanya mampu mencatatkan 1 gol dari 4 tembakan, sebuah catatan yang jauh dari ekspektasi.

Jalan Menuju Semifinal dan Statistik Pertandingan

Dengan kemenangan ini, Spanyol memastikan tiket ke semifinal dan akan menghadapi pemenang dari pertandingan antara Prancis dan Portugal. La Roja membawa rekor impresif di turnamen ini dengan 4 kemenangan dan 1 hasil imbang dari 5 pertandingan, belum pernah sekalipun menelan kekalahan.

Secara keseluruhan statistik pertandingan menunjukkan dominasi Spanyol di berbagai aspek. Total operan Spanyol mencapai 612 berbanding 389 operan Belgia, dengan akurasi umpan 89 persen berbanding 81 persen milik Belgia. Dalam hal duel udara, kedua tim relatif imbang dengan Belgia sedikit unggul 52 persen, namun Spanyol lebih efektif dalam duel di lapangan dengan raihan 54 persen.

Clean sheet nyaris menjadi milik Spanyol, namun gol Lukaku di babak kedua setidaknya memberi mereka sedikit pekerjaan rumah untuk perbaikan di lini pertahanan. De la Fuente mengakui ada celah yang perlu ditutup jelang semifinal nanti.

"Belgia menunjukkan karakter luar biasa. Kami tidak boleh mengulangi kesalahan-kesalahan kecil di pertandingan berikutnya karena lawan di semifinal pasti lebih kuat," tegas pelatih berusia 63 tahun tersebut.

Dengan modal kemenangan dramatis ini dan skuad yang dalam kondisi prima, Spanyol optimistis mampu melangkah lebih jauh di turnamen empat tahunan ini. Para pendukung La Roja di seluruh dunia kini menantikan dengan antusias laga semifinal yang diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi gelar juara dunia pertama sejak 2010.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User