Gol Sundulan Julian Alvarez Bungkam Athletic, Atletico Menang 1-0

Skor akhir 1-0 untuk kemenangan Atletico Madrid atas Athletic Bilbao dalam laga pekan ke-26 La Liga 2024/2025 di San Mames, Minggu dini hari WIB. Gol semata wayang lahir dari sundulan Julian Alvarez p...

Aug 24, 2026 - 00:23
0 0
Gol Sundulan Julian Alvarez Bungkam Athletic, Atletico Menang 1-0

Skor akhir 1-0 untuk kemenangan Atletico Madrid atas Athletic Bilbao dalam laga pekan ke-26 La Liga 2024/2025 di San Mames, Minggu dini hari WIB. Gol semata wayang lahir dari sundulan Julian Alvarez pada menit ke-66, memanfaatkan umpan tendangan pojok Giuliano Simeone yang tercatat sebagai assist. Kemenangan ini membawa Atletico naik ke posisi kedua klasemen dengan 56 poin, hanya terpaut satu angka dari Real Madrid di puncak, sekaligus memperpanjang catatan clean sheet Jan Oblak di laga tandang.

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Gol

Kedua starting XI langsung memperlihatkan perbedaan pendekatan. Ernesto Valverde menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan trio Nico Williams, Oihan Sancet, dan Inaki Williams di belakang Gorka Guruzeta, sementara Diego Simeone menjawab dengan 4-4-2 yang mengandalkan duet Julian Alvarez dan Antoine Griezmann di lini depan. Sejak menit awal, tuan rumah mengambil inisiatif penuh. Penguasaan bola babak pertama tercatat 62 persen untuk Athletic melawan 38 persen milik Atletico.

Menit ke-23, Inaki Williams melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan terobosan Sancet, namun Oblak tampil sigap menepis bola ke sisi gawang. Empat menit berselang, giliran Nico Williams yang menusuk dari sayap kiri dan melepaskan tembakan yang masih bisa diblok Jose Maria Gimenez. Atletico nyaris membuka skor lewat serangan balik cepat di menit ke-34, ketika Griezmann mengirim umpan terukur ke Alvarez, tetapi tendangan pemain Argentina itu masih melambung tipis di atas mistar. Babak pertama ditutup dengan skor kacamata, dengan shots on target imbang 1-1.

Babak Kedua: Sundulan Emas Alvarez

Atletico tampil lebih berani setelah jeda. Simeone meminta lini tengah bermain lebih tinggi, dan hasilnya terlihat pada menit ke-66. Giuliano Simeone mengambil tendangan pojok dari sisi kanan, bola melengkung ke tiang dekat, dan Julian Alvarez memenangi duel udara melawan bek Athletic sebelum menyundul bola ke pojok gawang Unai Simon. Wasit sempat memeriksa situasi melalui VAR untuk potensi offside, namun gol dinyatakan sah. Sundulan itu menjadi tembakan on target ketiga Atletico di laga ini, sekaligus bukti efisiensi serangan Los Rojiblancos.

Tertinggal, Athletic meningkatkan tempo. Menit ke-74, Nico Williams memaksa Oblak melakukan penyelamatan ganda setelah sundulannya ditepis dan upaya lanjutan Guruzeta diblok di garis gawang. Menit ke-81, Inaki Williams nyaris menyamakan kedudukan lewat tendangan voli, tetapi bola masih membentur tiang. Drama terjadi di masa injury time ketika pemain Athletic memprotes keras situasi bola yang mengenai lengan Reinildo Mandava di kotak penalti. Wasit meninjau ulang lewat VAR dan memutuskan tidak ada pelanggaran, keputusan yang memicu protes panjang para pemain tuan rumah. Hingga peluit panjang, skor 1-0 bertahan.

Analisis Taktik: Efisiensi Gaya Simeone

Statistik akhir menunjukkan dominasi Athletic dengan penguasaan bola 60 persen dan total 14 tembakan, namun hanya dua yang mengarah ke gawang. Atletico justru tampil lebih klinis: dari tujuh tembakan, tiga di antaranya menjadi shots on target. Ini pola khas Simeone — bertahan dalam blok rendah, menunggu momen, lalu menyerang cepat lewat transisi. Griezmann berperan sebagai penghubung lini tengah dan depan, sementara Rodrigo De Paul menjaga keseimbangan dengan tekel-tekel krusial di area sendiri.

Di sisi Athletic, Valverde tidak banyak bisa berbuat. Rapatnya duet Gimenez-Lenglet membuat Guruzeta kehilangan ruang, sementara umpan silang dari sayap kerap dipotong pemain belakang Atletico yang memenangi 58 persen duel udara. Beberapa kartu kuning pun menghiasi laga ini, mencerminkan intensitas duel di lini tengah dan sayap sepanjang 90 menit.

"Kami tahu kami tidak akan mendominasi penguasaan bola di San Mames, tetapi kami punya rencana dan para pemain menjalankannya dengan disiplin luar biasa. Gol Julian adalah buah dari kerja keras seluruh tim," ujar Simeone usai laga.
"Kami menciptakan cukup banyak peluang untuk mencetak gol, tapi sepak bola kadang begitu kejam. Atletico hanya butuh satu momen, dan mereka mengambilnya dengan sempurna," kata Valverde menyesali hasil ini.

Dampak di Klasemen

Kemenangan ini membawa Atletico ke 56 poin, menguntit Real Madrid yang memimpin dengan 57 poin. Bagi Athletic, kekalahan ini menahan mereka di 48 poin, tetap berada di zona empat besar namun kehilangan kesempatan mendekati rival-rival di papan atas. Bagi Julian Alvarez, gol sundulannya di San Mames menjadi bukti lain betapa pentingnya ia di musim perdananya bersama Atletico — bukan sekadar pencetak gol, tetapi pemain yang lahir untuk momen besar. San Mames yang biasanya bergemuruh pun harus hening menyaksikan satu sundulan yang menentukan segalanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User