Spanyol Tumbangkan Belgia 2-1 di Perempat Final

Stadion Los Angeles bergemuruh saat peluit panjang dibunyikan, menandai kemenangan dramatis Spanyol atas Belgia dengan skor akhir 2-1 pada perempat final Piala Dunia 2026, Sabtu (11/7/2026). Pertandin...

Jul 12, 2026 - 02:38
0 0
Spanyol Tumbangkan Belgia 2-1 di Perempat Final

Stadion Los Angeles bergemuruh saat peluit panjang dibunyikan, menandai kemenangan dramatis Spanyol atas Belgia dengan skor akhir 2-1 pada perempat final Piala Dunia 2026, Sabtu (11/7/2026). Pertandingan penuh ketegangan ini ditandai oleh blunder fatal Senne Lammens dan pelukan penghibur dari Thibaut Courtois, yang menjadi simbol semangat sportsmanship di tengah kekalahan pahit. Spanyol, dengan formasi 4-3-3 yang solid, mampu mendominasi penguasaan bola sejak awal, namun Belgia memberikan perlawanan sengit hingga menit-menit akhir.

Sejak peluit awal, kedua tim menampilkan starting XI dengan taktik menyerang. Spanyol mengandalkan kombinasi cepat di lini tengah, sementara Belgia memilih formasi 3-5-2 untuk memperkuat pertahanan. Menit ke-12, Spanyol nyaris unggul ketika umpan silang dari Dani Carvajal disambut sundulan Alvaro Morata, namun tembakan melambung di atas mistar. Penguasaan bola Spanyol mencapai 58% di babak pertama, dengan 7 shots on target berbanding 3 shots on target dari Belgia. Namun, kedudukan 0-0 bertahan hingga turun minum berkat penampilan apik Courtois di bawah mistar Belgia.

Analisis Babak Pertama: Taktik dan Kunci Permainan

Babak pertama menjadi ajang duel taktik antara pelatih Spanyol, Luis Enrique, dan Belgia, Roberto Martinez. Spanyol menguasai jalannya permainan dengan umpan-umpan pendek akurat dari Pedri dan Gavi, menciptakan peluang melalui sayap kanan. Menit ke-28, tendangan bebas langsung dari Marco Asensio membentur tiang gawang, menunjukkan ancaman konstan dari skuad La Furia Roja. Di sisi lain, Belgia mengandalkan serangan balik cepat dengan Kevin De Bruyne sebagai motor penggerak, namun kurang efektif dalam penyelesaian akhir. Statistik menunjukkan Spanyol melepaskan 10 tendangan dengan 4 on target, sementara Belgia hanya 5 tendangan dengan 2 on target. Kartu kuning pertama dikeluarkan pada menit ke-35 kepada pemain Belgia, Amadou Onana, setelah pelanggaran keras terhadap Pedri, yang sedikit memengaruhi ritme permainan.

Drama Babak Kedua: Blunder dan Kebangkitan Spanyol

Babak kedua dimulai dengan intensitas tinggi, dan Belgia sempat unggul lebih dulu pada menit ke-52. Umpan terobosan dari De Bruyne diteruskan oleh Romelu Lukaku, yang melepaskan tembakan keras ke sudut gawang, namun kiper Spanyol, Unai Simon, melakukan penyelamatan gemilang. Namun, Belgia akhirnya bobol juga: menit ke-67, blunder fatal terjadi ketika bek Senne Lammens salah mengoper bola di area pertahanan, yang langsung dicuri oleh Ferran Torres. Dengan cerdik, Torres melewati satu bek sebelum melepaskan tendangan mendatar ke pojok kanan gawang, assist dari Pedri yang bergerak cepat. Skor berubah menjadi 1-0 untuk Spanyol, dan kegembiraan memenuhi stadion.

Kebangkitan Belgia nyaris terjadi pada menit ke-75, ketika tembakan voli dari Youri Tielemans mengenai tiang, tetapi VAR mengonfirmasi bahwa itu offside sebelumnya. Spanyol tidak tinggal diam dan menggandakan keunggulan pada menit ke-82. Serangan balik cepat yang dimulai dari Gavi berakhir dengan umpan silang akurat ke kotak penalti, di mana Morata menyundul bola masuk ke gawang, assist dari Gavi. Penguasaan bola Spanyol meningkat menjadi 63% di babak kedua, dengan total 15 shots on target sepanjang pertandingan. Belgia memperkecil kedudukan melalui gol hiburan pada menit ke-89, courtesy tendangan bebas indah dari De Bruyne yang menembus dinding pertahanan, tetapi waktu tersisa tidak cukup untuk comeback.

Statistik Menyeluruh dan Penampilan Pemain Kunci

Statistik pertandingan menggambarkan dominasi Spanyol: penguasaan bola 60%-40%, 18 total shots berbanding 11, dan 8 corner kick untuk Spanyol versus 4 corner kick untuk Belgia. Skor akhir 2-1 tidak sepenuhnya mencerminkan kendali Spanyol, tetapi Belgia menunjukkan karakter dengan semangat juang tinggi. Pemain terbaik pertandingan jatuh ke Pedri, yang mencatatkan 1 assist, 92% passing accuracy, dan berperan dalam kedua gol. Di sisi Belgia, Courtois layak mendapat pujian dengan 5 penyelamatan, meskipun kebobolan dua gol. Momen emosional terjadi setelah peluit akhir, ketika Courtois memeluk Lammens yang terlihat frustrasi, menunjukkan solidaritas tim di tengah kekecewaan.

Formasi Spanyol 4-3-3 terbukti efektif dalam menekan pertahanan Belgia, dengan full-back seperti Jordi Alba yang aktif membantu serangan. Belgia, dengan formasi 3-5-2, kesulitan menghadapi kecepatan sayap Spanyol. Kartu kuning total ada 3 untuk Belgia dan 1 untuk Spanyol, menunjukkan pertandingan yang kompetitif namun fair play. Tidak ada kartu merah atau insiden VAR kontroversial selain gol offside Belgia. Kemenangan ini mengantarkan Spanyol ke semifinal, di mana mereka akan menghadapi pemenang antara Prancis atau Inggris, sementara Belgia pulang dengan heads held high setelah perjuangan gagah berani.

"Kami bermain dengan hati, tetapi blunder itu mengubah segalanya. Courtois menunjukkan kelasnya dengan menghibur Lammens, itu bagian dari sepak bola," ujar pelatih Belgia, Roberto Martinez, dalam konferensi pers pasca-pertandingan.

Secara keseluruhan, pertandingan ini将成为Piala Dunia 2026 sebagai salah satu perempat final paling berkesan, dengan kombinasi drama, statistik menarik, dan momen sportsmanship yang menghangatkan hati. Spanyol melangkah ke semifinal dengan kepercayaan diri tinggi, sementara Belgia harus bangkit dan belajar dari kesalahan untuk masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User