Spanyol ke Final Piala Dunia 2026 Usai Drama Lawan Prancis
ARLINGTON, TEXAS — Skor akhir 2-1 memastikan Tim Matador melaju ke partai puncak Piala Dunia 2026 setelah menundukkan juara bertahan Prancis di AT&T Stadium, Selasa malam (14/7). Dua gol di babak ke...
ARLINGTON, TEXAS — Skor akhir 2-1 memastikan Tim Matador melaju ke partai puncak Piala Dunia 2026 setelah menundukkan juara bertahan Prancis di AT&T Stadium, Selasa malam (14/7). Dua gol di babak kedua membalikkan keadaan bagi Spanyol setelah mereka tertinggal terlebih dahulu lewat gol solo Michael Olise di menit ke-34. La Roja tampil dengan determinasi tinggi, mendominasi penguasaan bola hingga 62% dan melepaskan 8 tembakan tepat sasaran dari total 17 percobaan.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih Luis de la Fuente langsung ditekan oleh pressing tinggi Les Bleus sejak peluit awal. Menit ke-12, Kylian Mbappé nyaris membuka keunggulan setelah sepakan kaki kanannya dari dalam kotak penalti membentur mistar gawang Unai Simón. Prancis terus mengurung pertahanan Spanyol, memaksa Rodri dan kawan-kawan bekerja keras di lini tengah. Petaka datang di menit ke-34 ketika Michael Olise, yang tampil impresif sepanjang turnamen, menusuk dari sisi kanan. Ia melewati dua bek sebelum melepaskan tendangan melengkung ke pojok kiri bawah tanpa bisa dijangkau Simón. Gol tersebut tercipta dari skema serangan balik cepat yang memanfaatkan kelengahan fullback Spanyol, mencerminkan efisiensi Les Bleus: hanya dua shot on target dari lima percobaan di 45 menit awal.
Kebangkitan Tim Matador di Babak Kedua
Masuk babak kedua, Spanyol meningkatkan intensitas. Menit ke-52, Nico Williams yang masuk menggantikan Ferran Torres memberi dimensi baru bagi serangan sayap. Hanya berselang sepuluh menit, tepatnya di menit ke-62, sepak pojok Pedri mampu ditanduk Rodri dari jarak 6 yard, merobek gawang Mike Maignan dan menyamakan kedudukan 1-1. Gol ini menjadi momentum. Data pertandingan mencatat Spanyol memenangi 68% penguasaan bola di 30 menit kedua, dan tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan gol kedua di menit ke-78. Umpan terobosan Gavi berhasil disambut Álvaro Morata yang lolos dari jebakan offside — keputusan sempat dikonfirmasi VAR — sebelum ia menceploskan bola dengan tenang melewati kaki penjaga gawang. Assist Gavi tersebut menjadi yang ketiga baginya di turnamen ini.
Analisis Taktikal dan Peran Kunci
Formasi dasar De la Fuente tidak berubah, namun pergeseran Rodri dari gelandang bertahan menjadi lebih progresif di babak kedua menjadi kunci. Ia tidak hanya mencetak gol penyama, tetapi juga mencatat 94% akurasi operan, 3 tekel sukses, dan 2 intersepsi sepanjang laga. Di lini depan, kecepatan Williams memaksa Jules Koundé lebih berhati-hati maju, membuka ruang bagi Morata. Sementara itu, Olise yang semula menjadi pahlawan justru terisolasi di babak kedua, hanya mencatat 4 sentuhan di area final third setelah menit ke-60. Kartu kuning yang diterima Aurélien Tchouaméni di menit ke-71 akibat pelanggaran keras terhadap Gavi turut mengubah keseimbangan lini tengah Prancis.
Statistik Pertandingan
Penguasaan bola: Spanyol 62% - 38% Prancis. Total tembakan: 17 (8 tepat sasaran) berbanding 9 (4 tepat sasaran). Akurasi operan: 89% vs 81%. Pelanggaran: Spanyol 11 - 15 Prancis. Kartu kuning: 1 untuk Spanyol (Carvajal, menit ke-81) dan 2 untuk Prancis (Tchouaméni 71', Upamecano 88'). Offside: Spanyol 2 (satu dianulir VAR), Prancis 1. Statistik ini menegaskan dominasi Spanyol, terutama di paruh kedua, meski Prancis lebih efisien di kotak penalti pada babak pertama.
"Saya sangat bangga dengan para pemain. Kami tidak panik setelah tertinggal. Kami tahu kualitas kami dan akhirnya bisa mengubah arah pertandingan," ungkap Luis de la Fuente usai laga.
Melaju ke Final: Siapa Menanti?
Dengan hasil ini, Spanyol mengamankan tiket final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Stadion MetLife, New Jersey, pada 19 Juli mendatang. Mereka tinggal menanti pemenang antara Argentina dan Jerman di semifinal lainnya. Ini merupakan final pertama La Roja sejak 2010 dan menjadi peluang emas menambah bintang ketiga di jersey mereka. Sementara bagi Prancis, kekalahan ini mengakhiri misi mempertahankan gelar meski mereka tampil kompetitif sepanjang turnamen. Seluruh mata kini tertuju pada partai pamungkas di mana Spanyol diunggulkan berkat permainan kolektif dan kedalaman skuad yang impresif.
Comments (0)