Oct 09, 2026
Olahraga

Spanyol Kalahkan Prancis, Melaju ke Final Piala Dunia

Skor akhir 3-1 untuk Spanyol di AT&T Stadium, Arlington, Texas, mengirim Tim Matador ke partai puncak Piala Dunia 2026 setelah mereka unggul telak atas Prancis lewat gol-gol Lamine Yamal, Álvaro Mora...

Spanyol Kalahkan Prancis, Melaju ke Final Piala Dunia

Skor akhir 3-1 untuk Spanyol di AT&T Stadium, Arlington, Texas, mengirim Tim Matador ke partai puncak Piala Dunia 2026 setelah mereka unggul telak atas Prancis lewat gol-gol Lamine Yamal, Álvaro Morata, dan Pedro Porro. Les Bleus hanya mampu membalas melalui titik putih Kylian Mbappé pada menit ke-74, tetapi bangkitan itu datang terlalu telat untuk mengubah jalannya laga. Pertandingan yang berlangsung Selasa, 14 Juli 2026 ini menutup semifinal kedua dengan dominasi timura Spanyol yang konsisten sejak peluit pertama.

Dari data pertandingan, Spanyol mencatat penguasaan bola 58% berbanding 42% milik Prancis, dengan rasio operan sukses 89% berbanding 81%. Tim asuhan Luis de la Fuente melepaskan 14 percobaan dengan 7 di antaranya shots on target, sementara Prancis hanya menghasilkan 9 tembakan dan 4 yang mengarah ke gawang. Angka itu mencerminkan bagaimana Skuad La Roja mengontrol tempo sepanjang 90 menit penuh, sementara Prancis bergantung pada serangan balik cepat.

Babak Pertama: Yamal Membuka Keunggulan di Menit ke-23

Menit ke-23, Lamine Yamal menerima umpan silang datar dari Nico Williams di sisi kanan kotak penalti, lalu melepaskan kaki kiri rendah yang bersarang di tiang jauh. Gol pembuka itu sekaligus menjadi bukti efektivitas formasi 4-3-3 yang diandalkan Spanyol, di mana dua winger menjaga lebar lapangan dan memberi ruang bagi Pedri untuk beroperasi di ruang antarlini. Prancis sendiri turun dengan skema 4-2-3-1, menempatkan Adrien Rabiot dan Aurélien Tchouaméni sebagai ganda pivot untuk menutup jalur umpan menuju Mbappé.

Peluang Prancis terbaik di babak pertama lahir pada menit ke-34, ketika tendangan voli Ousmane Dembélé masih membentur mistar. Wasit kemudian mengaktifkan VAR pada menit ke-41 untuk memeriksa dugaan handball di kotak terlarang Spanyol, namun keputusan tetap: tidak ada penalti. Skor 1-0 bertahan hingga jeda, dengan catatan bahwa Prancis tercatat melakukan 5 pelanggaran dan menerima kartu kuning pertamanya melalui Theo Hernández pada masa injury time babak pertama akibat tugel yang menghentikan serangan balik Spanyol.

Babak Kedua: Morata dan Porro Menghabisi Lawan

Selepas turun minum, De la Fuente mempertahankan struktur timnya, dan hasilnya terlihat pada menit ke-58. Umpan terukur Pedri dari tengah kotak penalti berhasil diteruskan Morata dengan sentuhan pertama, sebelum penyerang veteran itu menaklukkan Mike Maignan dari jarak dekat. Assist Pedri menandai kontribusi kreator utama Spanyol yang sepanjang laga mencatat 2 peluang emas diciptakan dan 91% akurasi operan.

Menit ke-67, momen penentu datang dari Pedro Porro. Bek kanan yang didorong maju dalam sistem inilah yang menyelesaikan skema sepak pojok pendek, menerima balikan Alexis Mac Allister sebelum merobohkan gawang Prancis. Gol tersebut sempat diperiksa ulang oleh VAR karena dugaan offside terhadap Morata yang berdiri di garis permainan, namun setelah tinjauan layar wasit, skor 3-0 tetap sah. Stadion Arlington pecah, dan keunggulan tiga gol membuat laga praktis terkunci.

Prancis memperkecil ketertinggalan pada menit ke-74 melalui titik putih Mbappé, hadiah dari pelanggaran kiper Unai Simón terhadap Randal Kolo Muani. Kapten Prancis itu mengeksekusi dengan tenang ke sudut kiri, memperpanjang rekor golnya di turnamen menjadi 7 gol. Namun, upaya pressing tinggi Prancis di sepuluh menit terakhir hanya menghasilkan dua shots on target tambahan, sementara Spanyol menjaga struktur pertahanan dengan disiplin tinggi.

Analisis: Data yang Menentukan Jalan Menuju Final

Secara taktikal, kemenangan ini berakar pada penguasaan zona tengah. Trio lini tengah Spanyol—Pedri, Fabián Ruiz, dan Rodri—mencatat total 186 operan dengan hanya 5 kehilangan bola. Di sisi lain, penguasaan bola yang tinggi membuat Prancis kesulitan membangun fase transisi, karena 73% tempo permainan berada di separuh lapangan tim tamu. Prancis mencatat 3 kombinasi umpan kunci sepanjang laga, angka terendah mereka di fase gugur turnamen ini.

Statistik duel udara juga berpihak kepada Spanyol: 58% kemenangan duel, dibandingkan 42% milik Prancis. Dalam hal kartu, laga berakhir dengan tiga kartu kuning—dua untuk Prancis dan satu untuk Spanyol—tanpa kartu merah yang mengurangi intensitas. Spanyol juga lolos dari tiga situasi offside, sementara Prancis tercatat terperangkap offside empat kali, sebagian besar dari upaya umpan terobosan ke Mbappé yang terus dipantau bek tengah Spanyol.

Pencatat bersih (clean sheet) mungkin gagal diraih Simón, tetapi catatan 4 penyelamatan kiper Spanyol tetap vital, terutama pada menit ke-88 saat tendangan jarak jauh Tchouaméni masih bisa dimentahkan. Dengan hasil ini, Spanyol melaju ke final dengan modal 12 gol dan hanya 3 kebobolan sepanjang turnamen, rekor terbaik di antara semua kontestan. Prancis, sementara itu, mengakhiri perjalanan dengan torehan 10 gol dan pertahanan yang kini terbukti rentan menghadapi pressing terkoordinasi. Partai penentuan juara menanti Tim Matador, sementara Prancis masih harus menuntaskan perebutan posisi ketiga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User