Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Dramatis di New York

Skor akhir 3-2! Spanyol mengukir sejarah di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu 19 Juli 2026, dengan menaklukkan Argentina di final Piala Dunia. Pertandingan yang berlangsung di hadap...

Aug 07, 2026 - 07:41
0 0
Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Dramatis di New York

Skor akhir 3-2! Spanyol mengukir sejarah di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu 19 Juli 2026, dengan menaklukkan Argentina di final Piala Dunia. Pertandingan yang berlangsung di hadapan 82.500 penonton itu menjadi salah satu final terbaik sepanjang masa, dengan lima gol dan drama VAR yang mengguncang stadion. La Roja, yang tampil dengan formasi 4-3-3, harus bangkit dari ketertinggalan dua gol sebelum akhirnya memastikan gelar keempat mereka melalui gol penalti di menit ke-90+4.

Babak Pertama: Argentina Menggebrak, Spanyol Terpukul

Sejak peluit pertama, Argentina langsung menekan dengan formasi 4-4-2 yang solid. Menit ke-12, Lionel Messi yang bermain sebagai false nine melepaskan umpang terobosan kepada Julian Alvarez. Alvarez yang lolos dari jebakan offside berhasil menaklukkan kiper Unai Simon dengan tendangan kaki kiri ke pojok kiri gawang. Skor 1-0 untuk Argentina, dan MetLife Stadium bergemuruh oleh ribuan pendukung Albiceleste.

Spanyol mencoba merespons melalui penguasaan bola yang mencapai 62% di 20 menit pertama, namun lini pertahanan Argentina yang dikomandoi Cristian Romero tampil disiplin. Menit ke-28, Argentina menggandakan keunggulan. Umpan silang dari Nahuel Molina disambut sundulan keras oleh Lautaro Martinez. Kiper Simon sempat menepis, tetapi bola sudah melewati garis. VAR memastikan keputusan gol, skor 2-0.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, langsung melakukan penyesuaian taktik. Ia menginstruksikan Pedri untuk turun lebih dalam dan mengubah formasi menjadi 4-2-3-1. Hasilnya, Spanyol mulai menguasai lini tengah. Menit ke-38, Ferran Torres mencetak gol penyeimbang? Tidak, gol pertama Spanyol datang dari aksi individu Lamine Yamal. Pemain muda Barcelona itu melewati tiga pemain Argentina di sisi kanan, lalu melepaskan tembakan keras ke tiang dekat yang tidak mampu dijangkau Emiliano Martinez. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua: Drama VAR dan Comeback Spanyol

Memasuki babak kedua, Spanyol meningkatkan intensitas serangan. Statistik mencatat penguasaan bola Spanyol mencapai 68% secara keseluruhan, dengan total 17 tembakan dan 7 shots on target. Argentina yang bertahan lebih dalam mulai kehilangan ritme. Menit ke-58, Pedri melepaskan umpan terobosan kepada Nico Williams yang lolos dari offside. Williams dengan tenang menaklukkan Martinez untuk menyamakan skor menjadi 2-2.

Namun, drama terbesar terjadi di menit ke-72. Rodri mencetak gol dari luar kotak penalti, tetapi wasit sempat menganulirnya karena dianggap offside oleh asisten wasit. Setelah pemeriksaan VAR selama tiga menit, gol tersebut disahkan karena posisi Rodri sejajar dengan bek terakhir. Spanyol unggul 3-2! Argentina mencoba menyamakan kedudukan melalui serangan balik cepat, tetapi kiper Unai Simon melakukan dua penyelamatan krusial di menit ke-80 dan 87.

Menit ke-90+2, Argentina mendapat peluang emas melalui penalti setelah handball dari Aymeric Laporte. Namun, eksekusi Julian Alvarez yang mengarah ke tengah gawang berhasil ditepis oleh Simon. Wasit meniup peluit panjang, dan Spanyol memastikan kemenangan 3-2. Ferran Torres yang tampil impresif dengan satu assist dan satu gol terpilih sebagai Man of the Match.

Analisis Taktik dan Pemain Kunci

Spanyol tampil dengan penguasaan bola superior (68% vs 32%) dan menciptakan lebih banyak peluang (17 tembakan vs 9). Formasi 4-3-3 yang fleksibel menjadi kunci, dengan Pedri sebagai pengatur serangan (92% akurasi umpan) dan Lamine Yamal yang menjadi momok bagi pertahanan Argentina. Sementara itu, Argentina yang mengandalkan serangan balik melalui Messi dan Alvarez sempat unggul, tetapi kehilangan fokus setelah gol kedua Spanyol.

Pelatih Luis de la Fuente memuji mentalitas timnya:

"Kami tahu Argentina akan memulai dengan agresif, tetapi saya percaya pada kemampuan pemain untuk bangkit. Gol penalti yang diselamatkan Simon adalah momen kunci. Ini kemenangan untuk seluruh rakyat Spanyol."
Di sisi lain, pelatih Argentina Lionel Scaloni mengakui kekalahan itu pahit:
"Kami bermain baik di babak pertama, tetapi Spanyol lebih klinis. Dua gol cepat mereka di babak kedua mengubah segalanya. Kami harus belajar dari kesalahan ini."

Dengan kemenangan ini, Spanyol meraih gelar Piala Dunia keempat setelah 2010, dan menjadi tim Eropa pertama yang menjuarai turnamen di Amerika Utara. Ferran Torres yang mencetak 5 gol sepanjang turnamen berhak atas Sepatu Emas, sementara Lamine Yamal dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik. Perayaan di Madrid dan Barcelona diprediksi akan berlangsung semalam suntuk, dan trofi akan dipajang di Santiago Bernabeu sebelum tur ke seluruh negeri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User