Oct 13, 2026
Olahraga

Spanyol Juara Euro 2024, Gelar Keempat di Final Berlin

Skor akhir 2-1 untuk Spanyol atas Inggris di Olympiastadion, Berlin, Jerman, pada Minggu (14/7/2024). Duel final Euro 2024 berjalan sengit selama 90 menit, tetapi gol menit ke-86 dari Mikel Oyarzabal ...

Spanyol Juara Euro 2024, Gelar Keempat di Final Berlin

Skor akhir 2-1 untuk Spanyol atas Inggris di Olympiastadion, Berlin, Jerman, pada Minggu (14/7/2024). Duel final Euro 2024 berjalan sengit selama 90 menit, tetapi gol menit ke-86 dari Mikel Oyarzabal memastikan La Roja mengangkat trofi keempat sepanjang sejarah turnamen, sekaligus menjadi tim tersukses di ajang Euro.

Pertandingan dibuka dengan tempo tinggi. Menit ke-11, Nico Williams melepaskan umpan terobosan ke ruang antara bek tengah dan bek sayap Inggris, tetapi bola terlalu panjang. Inggris merespons lewat skema serangan balik cepat; menit ke-23, Phil Foden melepaskan tendangan dari luar kotak penalti yang masih melambung di atas mistar gawang Unai Simón.

Penguasaan bola babak pertama tercatat 58 persen untuk Spanyol berbanding 42 persen milik Inggris. Meski demikian, shots on target kedua tim sama-sama dua. Formasi 4-3-3 yang diterapkan Luis de la Fuente memberi ruang lebar bagi Lamine Yamal di sayap kanan, sementara Inggris dengan 4-2-3-1 mengandalkan Jude Bellingham sebagai penghubung antara lini tengah dan Harry Kane.

Babak Pertama: Tekanan Tinggi, Peluang Minim

Menit ke-35, kartu kuning pertama di final ini keluar untuk Declan Rice setelah melanggar Dani Olmo di area tengah. Wasit memberi keuntungan, tetapi pelanggaran tak terhindarkan. Peluang terbaik Spanyol hadir menit ke-42 lewat sundulan Álvaro Morata yang masih bisa ditepis Jordan Pickford. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, dalam konferensi pers usai laga menyebut timnya tetap tenang menghadapi tekanan awal.

"Kami tahu Inggris akan menyerang lewat transisi cepat. Para pemain menjaga disiplin posisi dan sabar menunggu celah," ujarnya.

Babak Kedua: Oyarzabal Menjadi Penentu

Memasuki babak kedua, Spanyol menaikkan garis pertahanan. Menit ke-47, Nico Williams membuka keunggulan setelah menerima assist dari Lamine Yamal. Tendangan kaki kirinya dari sisi kiri kotak penalti tidak mampu dijangkau Pickford. Skor berubah 1-0.

Inggris tidak tinggal diam. Menit ke-73, Cole Palmer yang masuk sebagai pemain pengganti melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, menggetarkan jala gawang Spanyol. Skor menjadi 1-1 dan laga kembali terbuka. Gareth Southgate mengubah formasi menjadi 3-4-2-1 untuk menambah daya gedor, tetapi Spanyol justru kembali menguasai jalannya pertandingan.

Menit ke-86, momen krusial terjadi. Umpan silang rendah dari sisi kanan disambut Mikel Oyarzabal di depan gawang. Penyerang pengganti itu menyontek bola ke sudut kanan bawah; Pickford tak berkutik. Skor akhir 2-1 untuk Spanyol. Papan skor elektronik mencatat total 16 shots Spanyol dengan 6 on target, sedangkan Inggris membuat 10 shots dan 4 on target.

Statistik dan Rekor: Dominasi La Roja

Dengan kemenangan ini, Spanyol mengoleksi gelar Euro keempat setelah 1964, 2008, dan 2012. Inggris harus puas menjadi runner-up kedua secara beruntun. Clean sheet tidak tercipta di laga ini, tetapi kiper Unai Simón mencatat tiga penyelamatan penting, termasuk satu penyelamatan ganda menit ke-89 saat Inggris mengejar gol penyeimbang.

Lamine Yamal, yang baru berusia 17 tahun, mencatatkan assist keempatnya di turnamen ini dan terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik Euro 2024. Sementara itu, Rodri dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Turnamen berkat konsistensinya di lini tengah; ia mencatat 92 persen akurasi umpan sepanjang final.

Southgate mengakui keunggulan lawan.

"Kami kehilangan konsentrasi di menit-menit akhir. Spanyol lebih efektif dalam memanfaatkan peluang," katanya.

Kemenangan ini menegaskan posisi Spanyol sebagai tim tersukses di sejarah Euro dengan empat trofi, unggul satu gelar atas Jerman. Perjalanan La Roja menuju final juga luar biasa: mereka menyapu bersih tujuh pertandingan dengan kemenangan, mencetak 15 gol dan hanya kebobolan 4 gol. Tidak ada VAR yang menganulir gol kemenangan Oyarzabal; wasit mengesahkan gol setelah memastikan tidak ada offside dalam proses terjadinya umpan. Pesta di Berlin pun menjadi milik Spanyol, dan gelar keempat itu mengukir tinta emas baru dalam sejarah sepak bola Eropa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User