Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0, Cucurella Soroti Gol Bunuh Diri

Atlanta, 21 Juni 2026 — Spanyol mengawali langkah dominan di fase grup Piala Dunia 2026 dengan menghantam Arab Saudi 4-0 di Stadion Atlanta, Georgia. Pertandingan Grup H yang berlangsung pada Minggu...

Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0, Cucurella Soroti Gol Bunuh Diri

Atlanta, 21 Juni 2026 — Spanyol mengawali langkah dominan di fase grup Piala Dunia 2026 dengan menghantam Arab Saudi 4-0 di Stadion Atlanta, Georgia. Pertandingan Grup H yang berlangsung pada Minggu dini hari WIB itu diwarnai gol bunuh diri Hassan Al-Tambakti yang menutup pesta La Roja, memicu selebrasi liar dari Marc Cucurella dan seluruh skuad merah-kuning di pinggir lapangan.

Skor akhir: Spanyol 4 – 0 Arab Saudi. Empat gol tuan rumah (berstatus tim tamu) tercipta melalui sepasang gol babak pertama, satu gol cepat seusai jeda, dan gol bunuh diri yang menyayat hati Elang Hijau. Penguasaan bola 68 persen untuk Spanyol tak bisa diimbangi Arab Saudi yang hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang laga.

Babak Pertama: Dominasi Mutlak La Roja

Sejak peluit awal, skuad asuhan Luis de la Fuente langsung menekan dengan formasi 4-3-3 fluida. Menit ke-18, Lamine Yamal membuka keunggulan lewat kerja sama satu-dua dengan Pedri sebelum melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Mohammed Al-Owais. Spanyol terus mengurung pertahanan Saudi. Menit ke-34, Pedri menggandakan skor setelah memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan Al-Owais dari sundulan Álvaro Morata. Babak pertama ditutup dengan statistik tembakan 11 – 1 untuk Spanyol, lima di antaranya mengarah ke gawang.

Babak Kedua: Pesta Gol dan Gol Bunuh Diri

Tak butuh waktu lama bagi Spanyol untuk menambah keunggulan. Menit ke-51, Nico Williams melepaskan akselerasi dari sisi kiri, menusuk kotak penalti, dan melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di tiang jauh. Kedudukan 3-0 membuat Arab Saudi semakin tertekan. Puncaknya terjadi pada menit ke-76 ketika Marc Cucurella melepaskan umpan silang melengkung dari sisi kiri. Bola hasil crossing bek Chelsea itu mencoba dihalau Hassan Al-Tambakti, namun sundulannya justru mengarah ke gawang sendiri dan mengecoh Al-Owais. Gol itu menjadi gol keempat Spanyol dan gol bunuh diri resmi yang tercatat atas nama Al-Tambakti.

Cucurella yang menyaksikan bola bergulir masuk gawang langsung berlari ke sudut lapangan, diikuti oleh rekan setimnya. Selebrasi tersebut menjadi potret kebahagiaan La Roja dalam laga yang sepenuhnya mereka kuasai. Sorakan dari puluhan ribu pendukung Spanyol yang memadati Stadion Atlanta pun bergemuruh, seolah menegaskan bahwa ini adalah malam milik La Furia Roja.

Sorotan: Cucurella dan Assist Tak Terduga

Marc Cucurella kembali menjadi motor serangan dari sektor bek kiri. Tidak hanya solid dalam bertahan dengan 3 tekel sukses dan 5 intersepsi, pemain kelahiran Alella itu juga mencatatkan akurasi umpan 91 persen serta empat umpan silang berbahaya. Umpan silang yang berujung gol bunuh diri merupakan salah satu kontribusi ofensif terbaiknya malam itu. Pelatih Luis de la Fuente bahkan menyebut peran Cucurella sebagai ‘bek modern yang mampu menciptakan peluang dari wilayah non-tipikal’.

Di kubu Arab Saudi, Hassan Al-Tambakti tampak terpukul setelah insiden itu. Bek tengah berusia 27 tahun itu sejatinya tampil cukup disiplin hingga menit ke-76. Namun, tekanan beruntun dari gelombang serangan Spanyol akhirnya memaksa ia melakukan kesalahan fatal. Kapten Salem Al-Dawsari dan rekan-rekannya mencoba menghibur Al-Tambakti seusai laga, meski hasil ini praktis mengubur asa Elang Hijau untuk lolos dari grup.

Dampak di Klasemen Grup H

Kemenangan telak ini menempatkan Spanyol di puncak klasemen Grup H dengan 6 poin sempurna dari dua laga, setelah sebelumnya mengalahkan Jamaika 3-1. Dengan produktivitas tujuh gol dan hanya kebobolan satu, La Roja berada di jalur nyaman menuju babak 16 besar. Arab Saudi, sebaliknya, masih nirpoin usai takluk 0-2 dari Argentina di pertandingan pertama dan kini terpuruk di dasar klasemen.

Spanyol akan menghadapi Argentina di laga pamungkas grup yang diprediksi menjadi duel penentuan juara grup. Sementara Arab Saudi harus menang besar melawan Jamaika dan berharap keajaiban di laga lain untuk bisa lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik. Namun, dengan performa kolektif yang belum solid, langkah tim asuhan Hervé Renard itu tampak sangat berat.

Bagi Spanyol, laga kontra Arab Saudi menjadi penegasan status mereka sebagai salah satu kandidat juara. Kedalaman skuad, keseimbangan antar lini, serta efisiensi penyelesaian akhir menjadi modal berharga menatap fase-fase selanjutnya. Selebrasi Cucurella malam itu mungkin hanya momen kecil, tetapi merepresentasikan kebersamaan dan rasa lapar sebuah tim yang ingin mengembalikan trofi emas ke tanah Matador setelah lebih dari satu dekade.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User