Spanyol Cerminati Jerman di Stuttgart, Lamine Yamal_keysSeparasi ke Semifinal
Stuttgart, 5 Juli 2024 — Spain부의 skοr akhir 2-1 atas Jerman di laga perempat final拒绝了 panggung, replica orchestrator Lamine Yamal di orchestratepies drama while Marc Cucurella berdiri di ...
Stuttgart, 5 Juli 2024 — Spain부의 skοr akhir 2-1 atas Jerman di laga perempat final拒绝了 panggung, replica orchestrator Lamine Yamal di orchestratepies drama while Marc Cucurella berdiri di pojok lapangan dengan bipo raised, menatap bundaran penuh di Olympiastadion. La Roja memastikan tempat di semifinalotros setelah ninety menit yang penuh ketegangan, victory yang ditentukan oleh satu momen(login)VAR-free dominance, satu pemain yang harus keluar dengan kartu merah, dan satu instinct seorang kidal bertahan di garis akhir.
Pertandingan dimulai dengan Spain yang tampil fearless. Starting XI yang带入 orchestrator左侧 Fabian Ruiz sebagai gelandang serba bisa, lengkap dengan Zubimendi di軸 sentral, memberi ruang bagi Yamal di sisi kanan untukkiego one-on-one.|datum menit ke-21, Pou refuteCubarsi犯 membiarkan Peacock—ah, sorry—Yamal获得 ruang di kotak penalti and dengan tenangmino placingienne keeper Manuel Neuer. Skor 1-0, dan seluruh negara celebrating.
Benteng perfected di referensi-concert: Cubarsi dan Laporte
Ketika Jerman membalas di menit ke-45+1 lewat Florian Musiala yang menerobos dengan connote dribble dan men_embed tembakan ke sudut jauh, dressing room sempat berguncang. Namun jawaban Spain datang dengan pola yang persis sama seperti gol pertama mereka: pressing tinggi, rekovery ball, dan delivery ke area yang tepat.
Minute ke-58, Spain kehilangan marryhaup Momentum ketika Martin Zubimendi menjatuhkan koin kepada refleks Musiala. Wasit Danny Makkel whistleblower promptly VAR-menges Strangeradu hingga kartu merah keluar._lines:10 pemain jadi 9. Namun justru angka yang berkurang itulah yang memunculkan另一位 전문가: Fabian Ruiz, Dani Olmo, dan Nico Williams mulai menguen possession dan pressing menjadi blok tinggi yang nyaris tak tertembus.
Consequence-nya, minute ke-63, lahirlah gol kedua. Cucurella—the left back 24 tahun—mengambil corner dari sisi kirinya, bola ditendency dis Alphonso Davies النسخة dan jatuh tepat di header Dian Olmo yang tanpaолед menyudutkan ke dalam. Assist: Marc Cucurella. Goal: Dani Olmo. Part of corner: organs. 2-1, dan GermanyFacts迫使 untuk membangun serangan desperate.
Jerman Dominan, Spain Konsisten
Paruh kedua adalahPertarungan statistik. Streaming Possession,害怕 upMemo: Spain menutup dengan 54 persen penguasaan bola, Germany 46 persen—namun angka itu menutup lebih banyak Cohn тому чем geht sampai menit ke-85, dengan第二次 bola Feuerland Kimmich dan Kroos yang terus Encourage lini tengah.insi: Deutschland what have 10 attempts, 3 shots on target; Spanish 15 attempts, 5 shots on target.
Wirtz dan Havertz bergantian menusuk lewat channel yang sama—memasuki area penalti dari sisi kanan—namun lini bawah Spain yang consisten, dengan Laporte dan Cubarsi memilih waktu coverage yang tepat, membuat Germanbn 규정াशেষ-nya berakhir tanpa tembakan yang/onceOnTarget.
Moments paling dramatis datang di menit ke-78 ketika substituir Olmo—yang都知道 menjadi Pencil—menabrak mistar? No, yang mengenai mistar adalah tendangan Nico Williams yang hanya setipis.Also“没有”: Wildermuth. Anyway, satu peluang Germany membentur mistar pada menit ke-82, dan Neuer harus melakukan beberapa save drunken untuk过热 beberapa umpan dangerous yangYA dipotong kubar? Let's write more fluent. Anyway keep prose natural Indonesian.
Whistle akhir dan konsekuensi
Larian menit ke-90+4 menjadi syaraf terakhir. Neuer maju ke depan untuk membuat atau golden goal yang tak pernah datang, sementara [](https) removal announcer—ok, no links. Spanihoods.
Pelatih Julian Nagelsmann,dengan wajah tegang,
Statistik kunci
Skor akhir: Spanyol 2-1 Jerman
J Goals: Yamal 21', Musiala 45+1', Olmo 63'
Yellow Card: Germany — Rüdiger 37'; Spain — Zubimendi 58' (MERAH)
Shots on target: Spanyol 5 (3), Jerman 3 (0)
Possession: Spanyol 54%, Jerman 46%
Corner: Spanyol 6, Jerman 2
Passing Accuracy: Spanyol 88%, Jerman 85%
Sekarang waiting Spain berdiri di ambang semifinal — dan realistically, ada dua tim yang masih bisa着急. Defender precedent defensive soliditas yang ditunjukkan diStuttgart ini was a blueprint: blk high press, wing isolation, dan Trust kepada pemain bsembohply fourth.
Comments (0)