Souto Kagum Kerendahan Hati Herdman di Balik Layar Timnas

JAKARTA — Momen langka terjadi di balik layar sepak bola nasional Indonesia. Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, melontarkan pujian yang tak biasa kepada juru taktik Timnas Indonesia, Joh...

Oct 09, 2026 - 18:11
0 0
Souto Kagum Kerendahan Hati Herdman di Balik Layar Timnas

JAKARTA — Momen langka terjadi di balik layar sepak bola nasional Indonesia. Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, melontarkan pujian yang tak biasa kepada juru taktik Timnas Indonesia, John Herdman. Bukan soal formasi 4-2-3-1 atau skema pressing tinggi yang membuat Souto terpukau, melainkan sikap rendah hati pria asal Inggris itu di luar lapangan.

Kedua pelatih berasal dari cabang olahraga berbeda — futsal dan sepak bola lapangan besar — namun pertemuan lintas disiplin ini menghasilkan kesan mendalam. Souto, yang dikenal sebagai sosok perfeksionis dalam membangun transisi bertahan lima lawan empat di skema futsal, mengaku terkesan dengan cara Herdman memperlakukan staf dan pemain di setiap sesi latihan.

Bukan Sekadar Taktik di Atas Kertas

Dalam dunia kepelatihan, statistik sering menjadi raja. Souto terbiasa membaca data penguasaan bola, shots on target, dan persentase duel udara sebagai indikator performa. Namun menurutnya, angka-angka itu tak akan berarti tanpa fondasi karakter yang dibangun pelatih. Di mata Souto, Herdman adalah contoh pelatih yang mampu menyeimbangkan starting XI berisi pemain bintang dengan nilai-nilai kolektivitas.

Herdman memang bukan nama baru di panggung internasional. Ia sempat menangani Timnas Kanada dan membawa tim wanita Inggris ke level kompetitif, dengan catatan clean sheet yang solid di berbagai turnamen. Kini ia dipercaya mengarsiteki Timnas Indonesia dengan target jangka panjang: kualifikasi Piala Dunia dan konsistensi di level Asia.

Yang membuat Souto angkat topi adalah cara Herdman menempatkan diri. Ia tak segan turun ke lapangan lebih awal, menyapa pemain satu per satu, dan mendengar masukan dari asisten pelatih. Dalam sesi analisis video, Herdman dilaporkan sering membuka diskusi dua arah alih-alih menjejalkan instruksi.

"Kerendahan hati bukan kelemahan. Justru itu kekuatan yang membuat pemain mau mati-matian untuk pelatihnya," ujar Souto mencerminkan kekagumannya.

Pelajaran Lintas Disiplin untuk Futsal Indonesia

Sebagai pelatih futsal, Souto melihat banyak irisan antara filosofi Herdman dan kebutuhan timnya. Futsal menuntut pengambilan keputusan cepat dalam ruang sempit, mirip dengan tekanan yang dihadapi pemain sepak bola saat menghadapi blok rendah. Souto menilai pendekatan Herdman dalam mengelola transisi menyerang ke bertahan bisa diadaptasi, terutama soal disiplin posisi dan komunikasi antar lini.

Statistik menjadi jembatan. Jika Timnas Indonesia mencatat penguasaan bola di atas 55 persen dalam sebuah laga, itu berarti kontrol permainan berjalan. Sebaliknya, angka shots on target yang rendah meski dominan menandakan penyelesaian akhir yang perlu diperbaiki. Souto yakin Herdman membaca data ini dengan pendekatan humanis, bukan sekadar tabel.

Di level futsal, Souto sendiri menghadapi tantangan serupa: bagaimana memadukan pemain senior berpengalaman dengan talenta muda dari kompetisi domestik. Ia menyebut sikap Herdman sebagai referensi, terutama dalam membangun rasa percaya tanpa menciptakan jarak hierarki yang kaku.

Dampak ke Ruang Ganti dan Target Jangka Panjang

Kerendahan hati seorang pelatih, menurut Souto, berdampak langsung pada atmosfer ruang ganti. Pemain cenderung lebih berani mengambil risiko dan mengakui kesalahan. Dalam sepak bola modern, di mana VAR dan offside sering memicu kontroversi, kejelasan komunikasi pelatih menjadi krusial. Herdman dinilai mampu menjaga fokus pemain pada hal yang bisa dikontrol, bukan pada keputusan wasit.

Untuk Timnas Indonesia, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi di kualifikasi. Setiap poin penting, dan rotasi pemain harus dihitung cermat. Kartu kuning maupun kartu merah bisa mengubah dinamika grup. Di sinilah kedewasaan taktik Herdman diuji: apakah ia berani mengubah formasi di tengah laga atau mempertahankan starting XI demi stabilitas.

Souto menyebut bahwa pelatih besar tidak selalu harus bersuara keras. Kadang, mendengar lebih dulu adalah langkah paling taktis. Ia berharap semangat itu menular ke ekosistem olahraga nasional, termasuk futsal, yang tengah membangun fondasi kompetisi berkelanjutan.

Pada akhirnya, pujian Souto bukan soal siapa lebih unggul. Ini tentang penghormatan antarpelatih lintas cabang yang jarang terekspos. Jika Herdman mampu menjaga kerendahan hati sambil menuntut standar tinggi, bukan mustahil Timnas Indonesia memetik hasil di lapangan — dari clean sheet pertama hingga gol-gol krusial di menit akhir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User