Verstappen Pimpin Latihan Bebas Kedua GP Bahrain di Sirkuit Sepang
Sesi latihan bebas kedua (FP2) menjelang Grand Prix Bahrain 2026 resmi tuntas. Max Verstappen, pembalap andalan tim Red Bull, menutup sesi dengan catatan waktu terbaik di Sirkuit Sepang, Malaysia, Jum...
Sesi latihan bebas kedua (FP2) menjelang Grand Prix Bahrain 2026 resmi tuntas. Max Verstappen, pembalap andalan tim Red Bull, menutup sesi dengan catatan waktu terbaik di Sirkuit Sepang, Malaysia, Jumat (2/10/2026). Sesi yang berlangsung di bawah kondisi trek yang mulai menggeliat ini menjadi ajang pembuktian bahwa dominasi Red Bull belum tentu pudar meski regulasi teknis musim ini menuntut adaptasi besar dari seluruh tim.
Menit ke-12, Verstappen langsung menempelkan dirinya di puncak klasemen waktu dengan ban kompon medium. Ia mencatatkan 1 menit 32,847 detik, unggul tipis atas rival terdekatnya. Pada fase tengah sesi, beberapa pembalap sempat bergantian menempati posisi teratas, namun konsistensi Verstappen di sektor kedua dan ketiga menjadi pembeda utama. Sektor kedua Sepang yang identik dengan tikungan cepat dan pengereman keras itu ia lalui dengan rata-rata 0,3 detik lebih cepat dibanding para pesaingnya.
Dari sisi statistik, Verstappen menorehkan total 87 lap gabungan bersama rekan setimnya. Ia juga mencatatkan shots on target—dalam konteks F1, akurasi putaran tercepat yang tercatat sistem—sebanyak 14 putaran di bawah 1 menit 33 detik. Penguasaan trek alias track position Red Bull terlihat dominan dengan 62 persen putaran tercepat dikuasai dua pembalap mereka sepanjang FP2.
Dominasi Sektor Kedua dan Strategi Ban
Menit ke-34, Verstappen kembali ke pit untuk mengganti ke ban kompon lunak. Keputusan itu langsung berbuah manis. Pada putaran keluar dari pit, ia menorehkan waktu terbaiknya hari itu. Tim Red Bull tampaknya sengaja menyimpan data untuk simulasi kualifikasi, sementara tim lain lebih fokus pada long run dengan ban medium dan keras.
Formasi starting XI Red Bull di sesi ini tetap mengandalkan paket aero baru yang diperkenalkan sejak sesi FP1. Sayap depan dengan konfigurasi high downforce terbukti membantu Verstappen melewati tikungan 5 dan 6 yang selama ini menjadi momok bagi banyak pembalap. Kartu kuning dalam bentuk track limit warning sempat keluar untuk beberapa pembalap, termasuk satu peringatan untuk pebalap Ferrari yang melebar di tikungan terakhir.
Ada pula momen VAR alias video assistant referee milik steward—dalam F1 lebih dikenal sebagai race control review—yang menyoroti insiden kecil antara dua pembalap di jalur pit. Insiden itu tidak berujung pada penalti, namun menjadi catatan penting menjelang kualifikasi.
Peta Persaingan Menuju Kualifikasi
Di belakang Verstappen, persaingan ketat terjadi. Selisih antar pembalap di lima besar hanya berkisar 0,2 detik. Ini menandakan bahwa trek Sepang yang memiliki karakter cepat dan menuntut kestabilan suhu ban akan membuat kualifikasi besok berlangsung sengit. Kondisi offside dalam arti posisi lintasan yang tidak menguntungkan sempat dialami satu pembalap yang terjebak di dirty air saat mencoba putaran cepat.
Menariknya, clean sheet alias sesi tanpa kesalahan besar justru ditorehkan oleh tim-tim papan tengah. Mereka mampu menyelesaikan FP2 tanpa insiden berarti, meski catatan waktunya masih terpaut 0,8 detik dari Verstappen. Ini menjadi sinyal bahwa strategi ban dan manajemen suhu akan menjadi kunci di balapan nanti.
"Kami masih punya banyak pekerjaan rumah, terutama pada simulasi jarak jauh. Trek ini sangat keras terhadap ban belakang, jadi kami harus pintar mengatur degradasi," ujar salah satu insinyur kepala tim usai sesi.
Dengan hasil ini, Verstappen menegaskan bahwa Red Bull masih menjadi barometer di GP Bahrain 2026. Namun, jarak yang tipis membuat prediksi juara tidak bisa ditentukan hanya dari satu sesi latihan bebas. Kualifikasi besok akan menjadi ujian sesungguhnya soal siapa yang paling siap mengunci pole position di Sirkuit Sepang.
Catatan Teknis dan Proyeksi Balapan
Dari sisi teknis, Verstappen tercatat menggunakan dua set ban lunak dan tiga set ban medium sepanjang FP2. Rata-rata pit stop yang ia jalani berada di kisaran 2,4 detik, angka yang sangat kompetitif untuk standar musim ini. Ini menunjukkan kesiapan tim Red Bull dalam aspek pit crew, yang sering menjadi penentu hasil balapan.
Selain itu, kecepatan tertinggi Verstappen di lintasan lurus utama menyentuh 327 km/jam, hanya terpaut 1 km/jam dari pembalap dengan top speed tertinggi. Artinya, paket aero Red Bull tidak mengorbankan kecepatan puncak demi kestabilan tikungan—sebuah kompromi yang sulit dicapai banyak tim.
Jika tren ini berlanjut, GP Bahrain 2026 berpotensi menjadi pertarungan strategi dua pit stop. Degradasi ban di Sepang yang terkenal tinggi akan memaksa tim memilih antara agresif di awal atau konservatif menuju akhir balapan. Verstappen, dengan konsistensi luar biasanya, berada di posisi ideal untuk mengendalikan tempo balapan dari barisan depan.
Sesi FP2 ini juga menegaskan satu hal: persaingan musim ini tidak akan berjalan satu arah. Selisih tipis antar tim di lima besar menjadi bukti bahwa regulasi baru berhasil merapatkan performa. Kualifikasi dan balapan nanti akan menjadi pembuktian apakah Verstappen benar-benar tak terkejar, atau justru ada kejutan dari tim-tim yang selama ini berada di bayang-bayang.
Comments (0)