Sociedad Juara Copa del Rey, Atletico Tumbang Lewat Drama Penalti
Estadio La Cartuja, Sevilla, menjadi saksi drama paling pahit bagi Atletico Madrid musim ini. Pada final Copa del Rey 2025/2026 yang digelar Minggu (19/04/2026) dini hari WIB, skor akhir 2-2 bertahan ...
Estadio La Cartuja, Sevilla, menjadi saksi drama paling pahit bagi Atletico Madrid musim ini. Pada final Copa del Rey 2025/2026 yang digelar Minggu (19/04/2026) dini hari WIB, skor akhir 2-2 bertahan hingga peluit panjang babak perpanjangan waktu, dan Real Sociedad keluar sebagai juara lewat adu penalti dengan keunggulan 4-3. Trofi yang nyaris berada dalam genggaman akhirnya lepas di hadapan ribuan pendukung yang memadati tribun.
Laga ini mempertemukan dua pendekatan taktik yang kontras. Atletico tampil dengan formasi 3-5-2 khas Diego Simeone, mengandalkan soliditas lini belakang dan transisi cepat. Real Sociedad, sebaliknya, memakai formasi 4-3-3 dengan keberanian memegang bola sejak menit pertama. Perbedaan gaya inilah yang membuat duel berjalan penuh tempo dan intensitas sejak kick-off.
Babak Pertama: Gol Cepat Sociedad, Balasan Alvarez, dan Campur Tangan VAR
Menit ke-24, Real Sociedad membuka keunggulan lebih dulu. Umpan terobosan dari lini tengah dituntaskan Mikel Oyarzabal dengan sepakan mendatar ke pojok kanan gawang, setelah kapten tim itu lolos dari jebakan offside yang coba diterapkan lini belakang Atletico. Pada 30 menit awal, pasukan Imanol Alguacil menguasai aliran bola dengan 58 persen penguasaan, membuat lini tengah Atletico kewalahan mengejar bayangan.
Atletico membalas cepat. Menit ke-38, Julian Alvarez menyamakan kedudukan lewat sundulan keras yang memanfaatkan assist Antoine Griezmann dari sisi kiri. Bek tengah Sociedad gagal mengawal pergerakan penyerang Argentina itu, dan skor berubah 1-1. Sebelum turun minum, satu momen krusial menyita perhatian: gol kedua Sociedad dianulir setelah pemeriksaan VAR karena penyerangnya terbukti berada dalam posisi offside saat menerima umpan. Keputusan itu sempat memicu protes keras, namun wasit tetap pada pendiriannya.
Babak Kedua: Griezmann Membalikkan Keadaan, Kubo Menjawab
Memasuki babak kedua, Simeone menginstruksikan pressing lebih tinggi, dan hasilnya langsung terlihat. Menit ke-62, Griezmann melepaskan tendangan first time dari tepi kotak penalti setelah menerima umpan silang dari sisi kanan. Bola meluncur deras ke tiang jauh, kiper Sociedad hanya bisa menyaksikan, dan Atletico unggul 2-1. Gol itu lahir dari serangan balik yang hanya memakan tiga kali sentuhan, pola yang selama ini menjadi ciri khas tim asuhan Simeone.
Namun keunggulan itu hanya bertahan 17 menit. Menit ke-79, Takefusa Kubo menyamakan kedudukan dengan penyelesaian dingin di dalam kotak penalti, memanfaatkan assist Ander Barrenetxea yang menusuk dari sayap kiri. Skor 2-2, dan sisa waktu babak kedua berjalan sengit. Atletico nyaris mencuri kemenangan lewat sepakan bebas Alvarez yang membentur tiang, sementara Sociedad mengancam lewat serangan balik cepat yang digagalkan penyelamatan gemilang kiper lawan.
Perpanjangan Waktu dan Lotere Penalti
Memasuki perpanjangan waktu, tensi meningkat dan fisik kedua tim mulai menipis. Kedua pelatih memanfaatkan jatah pergantian pemain untuk menyegarkan lini serang, namun peluang terbaik justru lahir dari bola mati. Menit ke-105, sundulan pemain pengganti Atletico masih melambung tipis di atas mistar, sementara di ujung laga tendangan bebas Sociedad juga belum menemui sasaran. Hingga peluit panjang menit ke-120, skor tetap 2-2, dan tak ada jalan lain selain adu penalti.
Babak tos-tosan menjadi panggung para penjaga gawang. Dari lima eksekutor pertama, kiper Sociedad sukses menepis dua tendangan Atletico, sementara satu tendangan lain membentur mistar. Di sisi seberang, Sociedad tampil lebih tenang dan hanya gagal sekali. Skor akhir adu penalti 4-3 untuk Real Sociedad, dan Estadio La Cartuja pun meledak oleh selebrasi kubu San Sebastian.
Statistik akhir memperlihatkan Real Sociedad unggul dalam penguasaan bola dengan 54 persen berbanding 46 persen, serta mencatatkan 6 shots on target berbanding 5 milik Atletico. Kedua tim sama-sama gagal menjaga clean sheet, dengan total kartu kuning yang dikeluarkan wasit mencapai lima lembar sepanjang 120 menit.
"Kami kalah dalam lotere. Sepanjang 120 menit tim bermain dengan keberanian dan menciptakan peluang, tetapi adu penalti selalu punya cerita sendiri. Selamat untuk Real Sociedad," ujar pelatih Atletico dalam konferensi pers seusai laga.
Analisis: Disiplin Bertahan vs Keberanian Menguasai Bola
Dari sisi taktik, final ini menjadi pertarungan dua filosofi. Sociedad membuktikan bahwa keberanian menguasai bola dan membangun serangan dari lini belakang bisa menembus pertahanan terbaik La Liga, sementara Atletico menunjukkan transisi cepat mereka tetap mematikan. Keputusan Simeone menaikkan garis pertahanan di babak kedua sempat membuahkan hasil, tetapi celah di sisi sayap justru menjadi titik lemah yang dieksploitasi Kubo.
Bagi Alvarez, malam ini menjadi catatan manis sekaligus pahit: gol sundulannya menjaga asa Atletico di babak pertama, tetapi penaltinya yang gagal menjadi salah satu penentu kekalahan. Sementara bagi Sociedad, gelar ini menegaskan status mereka sebagai tim dengan generasi emas yang sudah matang, memadukan pemain muda berbakat dan pengalaman panggung besar.
Dengan hasil ini, Real Sociedad menutup musim dengan trofi bergengsi, sementara Atletico harus kembali berbenah. Adu penalti memang kejam, tetapi malam di Sevilla akan diingat sebagai salah satu final Copa del Rey paling dramatis dalam satu dekade terakhir.
Comments (0)