Skor Akhir 2-1: Barcola Antarkan Prancis ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Prancis! Di MetLife Stadium, East Rutherford, Rabu (1/7/2026), Les Bleus memastikan tiket ke 16 besar Piala Dunia 2026 setelah duel sengit melawan Swedia. Menit ke-23 m...

Skor Akhir 2-1: Barcola Antarkan Prancis ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Prancis! Di MetLife Stadium, East Rutherford, Rabu (1/7/2026), Les Bleus memastikan tiket ke 16 besar Piala Dunia 2026 setelah duel sengit melawan Swedia. Menit ke-23 menjadi momen krusial ketika Bradley Barcola melepaskan tendangan presisi yang membawa Prancis unggul 2-0, sebuah gol yang akhirnya menentukan langkah sang juara dunia menuju babak selanjutnya.

Babak Pertama: Ofensif Membara di Flank Kiri

Didier Deschamps menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3 yang ofensif sejak menit awal. Kylian Mbappé berposisi sebagai false nine, disokong Barcola di sayap kiri dan Ousmane Dembélé di kanan. Sementara itu, Swedia membalas dengan formasi 5-4-1 pragmatis untuk menahan laju serangan Prancis.

Tekanan Prancis membuahkan hasil di menit ke-14. Antoine Griezmann sukses mencuri bola di tengah lapangan dan langsung mengirim umpan terobosan kepada Mbappé. Kapten Les Bleus itu tidak menyia-nyiakan peluang, melesatkan tendangan kaki kiri ke sudut bawah gawang. Skor 1-0, assist Griezmann tercatat sebagai data penting dalam laga ini.

Namun, laga baru benar-benar meledak di menit ke-23. Theo Hernández mengirimkan umpan silang rendah dari flank kiri setelah menerobos pressing Swedia. Bola melayang ke kotak penalti dan diterima Bradley Barcola dengan kontrol pertama yang sempurna. Tanpa basa-basi, pemain berusia 23 tahun itu melepaskan tendangan half-volley yang bersarang di sisi jauh gawang. Gol kedua Prancis ini membuat skor 2-0 dan memaksa Swedia membuka diri.

Hingga turun minum, penguasaan bola Prancis mencapai 61 persen dengan shots on target lima kali, sementara Swedia hanya mampu mencatat satu tembakan tepat sasaran. Permainan transisi cepat dengan trio depan Prancis terus mengobrak-abrik pertahanan lawan.

Babak Kedua: VAR, Kartu Kuning, dan Gol Penghormatan

Masuk babak kedua, Jon Dahl Tomasson melakukan penyesuaian taktis dengan memasukkan Dejan Kulusevski dan beralih ke formasi 4-3-3. Swedia mulai menaikkan intensitas pressing di area tengah. Hasilnya, beberapa peluang mulai terbuka bagi Skandinavia.

Di menit ke-55, Swedia sempat menggembirakan para pendukungnya ketika Viktor Gyökeres menyundul bola ke gawang Mike Maignan. Namun, wasit langsung mengkonsultasikan keputusan ke VAR. Setelah ditinjau ulang, replays menunjukkan posisi Gyökeres berada dalam posisi offside sebesar setengah bahu saat menerima umpan. Gol dianulir, kegembiraan Sweden pupus, dan skor tetap 2-0.

Kegagalan tersebut membuat emosi pemain Swedia memuncak. Di menit ke-62, Ludwig Augustinsson mendapat kartu kuning setelah melakukan tackle keras dari belakang terhadap Dembélé yang sedang melakukan serangan balik. Beberapa menit kemudian, Victor Lindelöf nyaris mendapat kartu kuning kedua setelah mencegat Barcola dengan tangan, namun wasit hanya memberikan peringatan lisan.

Prancis sebenarnya punya peluang menambah gol. Di menit ke-74, Mbappé melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang membentur mistar gawang. Dia kehilangan kesempatan untuk mencetak hat-trick setelah sebelumnya juga menciptakan dua peluang emas di menit ke-68 dan 71. Bukan hari Mbappé untuk mencetak banyak gol.

Swedia akhirnya memperkecil ketertinggalan di menit ke-81. Kulusevski berhasil memanfaatkan kekeliruan passing N'Golo Kanté di tengah lapangan. Winger Swedia itu melesat melewati Dayot Upamecano dan mengecoh Maignan dengan tendangan rendah. Skor berubah 2-1, dan peluang clean sheet bagi Prancis sirna.

Analisis Statistik dan Dampak Taktis

Skor akhir 2-1 mencerminkan dominasi Prancis yang tetap harus berkeringat di babak kedua. Secara keseluruhan, penguasaan bola Les Bleus mencatat 58 persen dibandingkan 42 persen milik Swedia. Prancis juga unggul jauh dalam hal shots on target dengan delapan tembakan tepat sasaran dari total 14 percobaan, sementara Swedia hanya mengemas tiga shots on target dari tujuan tembakan.

Starting XI Prancis dengan formasi 4-3-3 terbukti efektif untuk mengeksploitasi kelemahan sayap Swedia. Kecepatan Barcola dan Dembélé memaksa bek sayap Swedia terus berada dalam posisi bertahan. Di sisi lain, keputusan Tomasson menurunkan formasi ultra-defensif di awal laga terbukti kontraproduktif karena mereka kehilangan kendali di lini tengah selama 30 menit pertama.

Bradley Barcola terpilih sebagai pemain terbaik laga. Selain gol di menit ke-23, ia mencatat 85 persen akurasi passing, tiga dribel sukses, dan dua kali umpan kunci. Kontribusinya bukan sekadar gol, tapi juga kerja defensif dalam membantu Theo Hernández menutup ruang di flank kiri.

Dengan kemenangan ini, Prancis melaju ke babak 16 besar dan akan menunggu pemenang antara Argentina dan Denmark. Sementara itu, Swedia harus mengakhiri perjalanan Piala Dunia 2026 mereka di babak 32 besar meski sempat memberikan perlawanan sengit di paruh kedua.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User