Siapa Pengganti Justin Hubner di Laga Indonesia vs Kamboja?

Jakarta — Timnas Indonesia dipastikan tidak akan diperkuat salah satu bek tengah andalannya, Justin Hubner, pada laga perdana Piala AFF 2026 melawan Kamboja. Meski namanya tetap tercantum dalam daft...

Jul 28, 2026 - 10:15
0 0
Siapa Pengganti Justin Hubner di Laga Indonesia vs Kamboja?

Jakarta — Timnas Indonesia dipastikan tidak akan diperkuat salah satu bek tengah andalannya, Justin Hubner, pada laga perdana Piala AFF 2026 melawan Kamboja. Meski namanya tetap tercantum dalam daftar skuad resmi, kondisi terkini membuat pemain klub asal Inggris itu harus menepi. Absennya Hubner menjadi kehilangan signifikan bagi lini belakang Garuda yang tengah bersiap mengawali kampanye turnamen dua tahunan ini. Pelatih Shin Tae-yong kini dihadapkan pada teka-teki: siapa yang layak mengisi kekosongan di jantung pertahanan?

Absennya Hubner: Pukulan bagi Pertahanan Garuda

Justin Hubner telah menjadi salah satu pilar utama skema pertahanan Indonesia dalam satu tahun terakhir. Pemain berusia 22 tahun yang menimba ilmu di akademi Wolverhampton Wanderers itu dikenal dengan ketenangan dalam membawa bola, duel udara yang dominan, serta distribusi bola yang presisi dari lini belakang. Pada kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Hubner mencatat rata-rata 3,2 intersep per 90 menit dan persentase tekel sukses mencapai 78% — statistik yang menempatkannya sebagai salah satu bek tengah paling konsisten di Asia Tenggara.

Absensinya pada laga menghadapi Kamboja menimbulkan lubang yang tak mudah ditambal. Kamboja memang bukan tim unggulan, namun tren peningkatan permainan Kamboja dalam beberapa edisi terakhir tidak bisa dianggap remeh. Pada Piala AFF 2024, Kamboja sempat mencuri poin dari tim-tim kuat. Tanpa Hubner, Shin Tae-yong kehilangan opsi bek kiri yang bisa bermain inverted, sekaligus kehilangan kemampuan membangun serangan dari kedalaman.

Kandidat Pengganti di Lini Belakang

Beberapa nama sudah dipersiapkan untuk mengisi slot yang ditinggalkan Hubner. Berdasarkan pola pemanggilan pemain selama era Shin Tae-yong, Elkan Baggott menjadi kandidat terkuat. Bek jangkung milik Ipswich Town itu memiliki postur ideal — 194 cm — dan pengalaman 28 caps bersama tim senior. Keunggulannya dalam bola-bola atas bisa menjadi senjata penting melawan Kamboja yang kerap mengandalkan skema bola mati. Namun, Baggott lebih tipikal bek tengah murni, bukan bek kiri adaptif seperti Hubner, sehingga Shin mungkin perlu menyesuaikan struktur formasi.

Alternatif lain adalah Rizky Ridho. Kapten Persija Jakarta itu tampil impresif di Liga 1 2025/2026 dengan rata-rata 4,5 sapuan per laga dan akurasi umpan 87%. Ridho punya fleksibilitas dimainkan sebagai bek tengah kanan atau sebagai bek kiri dalam formasi tiga bek. Jika Shin mempertahankan formasi 3-4-3 yang kerap digunakan, Ridho bisa bergeser ke kiri sementara Baggott mengambil peran sentral. Duet keduanya pernah diuji coba saat laga persahabatan melawan Libya dan menunjukkan kekompakan yang menjanjikan.

Jordi Amat masih menjadi nama yang dipertimbangkan. Pengalamannya di level Eropa bersama Espanyol dan Rayo Vallecano memberi nilai tambah, meski belakangan ia lebih sering dimainkan sebagai gelandang bertahan oleh Shin. Jika dibutuhkan, Amat bisa turun sebagai bek kiri darurat, peran yang sudah ia lakoni beberapa kali di klub sebelumnya. Statistiknya di Piala AFF 2024: 91% akurasi umpan dan 2,1 blok per 90 menit menegaskan kelayakannya.

Strategi Shin Tae-yong Tanpa Hubner

Absennya Hubner berpotensi mengubah pendekatan taktikal Indonesia. Selama ini, Hubner adalah pemain kunci dalam transisi dari bertahan ke menyerang. Grafik sentuhannya per 90 menit — 63,4 sentuhan — tertinggi di antara bek Indonesia, menandakan perannya sebagai distributor utama. Tanpa dirinya, Shin mungkin akan mengalihkan tanggung jawab build-up kepada gelandang jangkar seperti Ricky Kambuaya atau Marselino Ferdinan yang bisa turun lebih dalam.

Formasi 3-5-2 bisa menjadi solusi untuk menutupi minimnya opsi bek kiri spesialis. Dengan tiga bek tengah, peran wing-back kiri akan diambil alih oleh Pratama Arhan yang punya stamina dan lemparan jauh mematikan. Sementara itu, tambahan satu gelandang tengah akan memberi keseimbangan dalam penguasaan bola. Ini penting mengingat Kamboja diprediksi akan bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat melalui dua sayap mereka. Pada pertemuan terakhir kedua tim, Indonesia mencatat 62% penguasaan bola namun hanya menang tipis 2-1 — bukti bahwa tanpa kreator dari belakang, Garuda kerap kesulitan membongkar pertahanan rapat.

Laga kontra Kamboja nanti juga akan menjadi ajang pembuktian bagi para pemain lapis kedua. Shin Tae-yong mungkin memanggil debutan seperti Kadek Arel dari Persib Bandung yang sedang naik daun. Pemain 20 tahun ini memiliki kecepatan dan agresivitas tinggi, meski masih minim pengalaman internasional. Rotasi di fase grup memang lumrah, dan laga perdana adalah saat yang tepat untuk menguji kedalaman skuad asli Indonesia, bukan pemain naturalisasi, dengan tetap menjaga target tiga poin.

“Hubner pasti absen, tapi kami sudah menyiapkan beberapa opsi. Siapa yang main nanti dilihat dari kondisi terakhir,” ujar sumber internal timnas, menepis kekhawatiran suporter.

Keputusan akhir soal pengganti Hubner akan sangat bergantung pada evaluasi medis terakhir seluruh pemain, termasuk kondisi Asnawi Mangkualam yang baru pulih dari cedera ringan. Satu hal yang jelas: Indonesia tetap diunggulkan, namun kehilangan bek kiri andalan memaksa Shin Tae-yong mengeluarkan racikan baru yang mungkin akan mengejutkan Kamboja. Laga ini digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 8 Desember 2025, dan jutaan mata akan tertuju pada siapa yang mengemban tugas vital di jantung pertahanan Garuda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User