Teja Paku Alam Tiga Penyelamatan Krusial, Persib Taklukkan Selangor FC
Skor akhir 2-1! Persib Bandung mengunci tiga poin vital di Grup G AFC Champions League 2 2025/2026 setelah menundukkan Selangor FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kamis (23/10/2025) malam. Namun...
Skor akhir 2-1! Persib Bandung mengunci tiga poin vital di Grup G AFC Champions League 2 2025/2026 setelah menundukkan Selangor FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kamis (23/10/2025) malam. Namun bintang utama laga ini bukanlah penyerang, melainkan kiper Teja Paku Alam. Tiga penyelamatan krusialnya menjadi tembok terakhir yang menjaga gawang Maung Bandung, dan tanpa aksinya, skenario kemenangan ini bisa berubah menjadi mimpi buruk.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, duel berjalan dengan tempo tinggi. Persib tampil dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan sayap cepat Ciro Alves, sementara Selangor FC memilih 4-2-3-1 dengan Yohandry Orozco sebagai pengatur serangan. Penguasaan bola pada babak pertama tercatat 56 persen untuk tuan rumah, namun tim tamu justru lebih berbahaya lewat serangan balik kilat.
Dua Penyelamatan di Babak Pertama, Gol Pembuka di Menit 34
Menit ke-27, Selangor hampir membuka keunggulan. Sepak pojok dari sisi kanan disambut sundulan keras bek tengah mereka, dan bola mengarah tepat ke pojok gawang. Teja bereaksi instan, menepis bola dengan satu tangan sebelum bek Persib menyapu bola dari garis gawang. Penyelamatan itu membakar semangat Bobotoh di tribun Gelora Bandung Lautan Api.
Dua menit berselang, giliran sundulan Richmond Ankrah yang kembali menguji refleks Teja. Kiper kelahiran 1994 itu meninju bola keluar dari area kotak penalti, menghalau ancaman kedua dalam waktu singkat. Catatan statistik menunjukkan dua dari tiga penyelamatan krusial Teja terjadi di 45 menit pertama.
Persib akhirnya membuka skor di menit ke-34. Kombinasi satu-dua antara Beckham Putra dan Rachmat Irianto di sisi kiri membuka ruang, sebelum umpan terukur Beckham diselesaikan David da Silva dengan tendangan first-time ke tiang jauh. Gol itu lahir dari skema serangan balik yang hanya membutuhkan empat sentuhan, dan menjadi tembakan keempat Persib yang mengarah ke gawang. Penguasaan bola pada 45 menit pertama berakhir 58-42 untuk Persib, dengan shots on target 4-2.
Babak Kedua: Gol Balasan, VAR, dan Penyelamatan Penentu
Babak kedua berjalan lebih terbuka. Selangor meningkatkan intensitas tekanan, dan usaha mereka membuahkan hasil di menit ke-58. Umpan terobosan Orozco menembus lini belakang, diselesaikan Ankrah dengan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau Teja. Skor imbang 1-1, dan momentum berbalik ke tim tamu.
Lima menit berselang, kerumunan Bobotoh sempat terdiam ketika bola masuk ke gawang Teja lewat sundulan pemain Selangor. Namun wasit menghentikan perayaan itu: asisten wasit mengangkat bendera offside, dan keputusan diperkuat oleh VAR setelah peninjauan selama dua menit. Keputusan akhir: gol dianulir. Kartu kuning sempat dikeluarkan untuk pelanggaran keras di tengah lapangan, menambah tensi duel Grup G ini.
Menit ke-71, Persib kembali memimpin. Serangan balik cepat berawal dari sapuan bersih Nick Kuipers, bola dialirkan ke Rachmat Irianto yang melepaskan umpan silang rendah. Ciro Alves, yang semula dijaga ketat, melepaskan diri dari kawalan bek kiri Selangor dan menuntaskannya ke pojok gawang. Skor menjadi 2-1, dan assist dicatat untuk Rachmat Irianto.
Selangor tidak menyerah. Di menit ke-88, tendangan bebas dari jarak 23 meter Orozco mengarah ke pojok atas. Teja terbang sempurna, menepis bola dengan ujung jari hingga membentur mistar dan keluar. Itulah penyelamatan ketiga sekaligus terpenting dalam laga ini, penyelamatan yang memastikan tiga poin tetap di Bandung. Hingga peluit panjang berbunyi, skor akhir 2-1 bertahan. Penguasaan bola penuh pertandingan tercatat 53-47, dengan total 15 tembakan Persib (6 on target) melawan 11 milik Selangor (5 on target).
Teja Paku Alam: Tembok Terakhir Maung Bandung
Tiga penyelamatan, tiga momen berbeda, satu dampak yang sama: menjaga gawang Persib tetap aman. Penampilan Teja melawan Selangor FC menjadi bukti bahwa kiper tetaplah posisi paling menentukan di turnamen sekelas AFC Champions League 2. Dua dari tiga penyelamatannya lahir dari situasi bola mati, yaitu sepak pojok dan tendangan bebas, area yang biasanya menjadi mimpi buruk bagi kiper.
"Teja luar biasa malam ini. Dia membuat tiga penyelamatan yang sangat penting, terutama di menit-menit akhir. Ini kemenangan tim, tapi penampilan Teja adalah fondasinya," ujar pelatih kepala Persib usai pertandingan.
Kemenangan ini membawa Persib ke puncak klasemen Grup G dengan koleksi tujuh poin dari tiga laga, unggul dua poin dari Selangor FC yang tertahan di posisi kedua. Starting XI Persib yang turun dengan komposisi penuh pengalaman terbukti mampu membaca ritme lawan, meski harus diakui lini belakang sempat goyah pada 15 menit awal babak kedua. Kartu kuning yang diterima dua pemain Persib menjadi catatan disiplin yang harus dibenahi sebelum laga pamungkas grup.
Jika konsistensi Teja Paku Alam terjaga, bukan tidak mungkin Maung Bandung melangkah lebih jauh di panggung Asia. Malam di Gelora Bandung Lautan Api ini membuktikan satu hal: di turnamen sekelas ACL Two, satu kiper bisa menjadi pembeda antara pulang dengan tiga poin atau hanya satu. Dan malam ini, pembeda itu bernama Teja Paku Alam.
Comments (0)