Setan Merah Taklukkan Benfica di Kandang, Mourinho Tersenyum
Skor akhir 1-0 untuk Manchester United atas Benfica di Stadion Luz, Kamis (19/10/2017) malam WIB. Gol tunggal kemenangan datang dari titik putih, dieksekusi dengan tenang oleh kapten sekaligus gelanda...
Skor akhir 1-0 untuk Manchester United atas Benfica di Stadion Luz, Kamis (19/10/2017) malam WIB. Gol tunggal kemenangan datang dari titik putih, dieksekusi dengan tenang oleh kapten sekaligus gelandang andalan, Nemanja Matic, pada menit ke-64. Momen itu menjadi pembeda dalam laga yang berjalan ketat dan penuh strategi, membuat Jose Mourinho tersenyum puas di pinggir lapangan setelah peluit panjang dibunyikan.
Laga ini adalah pertemuan kedua kedua tim di fase grup Liga Champions musim 2017/2018. Sejak menit awal, Benfica yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri mencoba tampil percaya diri dengan formasi 4-4-2 yang solid. Namun, Manchester United yang datang dengan formasi 4-2-3-1 langsung menunjukkan agresivitas. Penguasaan bola pada babak pertama tercatat 55% untuk tim tamu, sementara Benfica hanya 45%. Meski demikian, peluang bersih masih sulit tercipta karena lini belakang Benfica yang dikawal oleh bek veteran Luisao tampil disiplin.
Menit ke-12, peluang pertama datang dari sepakan jarak jauh pemain sayap United, Anthony Martial, yang masih bisa ditepis oleh kiper Benfica, Mile Svilar. Tendangan tersebut menjadi sinyal bahwa United tidak akan bermain bertahan. Namun, Benfica juga tidak tinggal diam. Serangan balik cepat mereka melalui pemain sayap Franco Cervi beberapa kali merepotkan bek kanan United, Antonio Valencia. Pada menit ke-28, sundulan striker Benfica, Haris Seferovic, masih melambung tipis di atas mistar gawang David De Gea.
Babak Pertama: Dominasi Penguasaan Bola, Minim Peluang Bersih
Babak pertama berjalan dengan tempo sedang. Manchester United mendominasi penguasaan bola, tetapi Benfica menutup ruang gerak di lini tengah dengan rapat. Gelandang United, Paul Pogba, yang baru pulih dari cedera, mencoba mengatur irama permainan. Namun, tekanan dari gelandang Benfica, Ljubomir Fejsa, membuat distribusi bola menjadi kurang lancar. Data mencatat, hingga turun minum, United melepaskan 4 tembakan dengan 2 mengarah ke gawang, sementara Benfica hanya 2 tembakan dengan 1 mengarah ke gawang. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga jeda.
Mourinho terlihat berbicara intensif dengan asistennya di lorong menuju ruang ganti. Instruksi taktis pun berubah di babak kedua. United mulai lebih berani menekan tinggi, memaksa Benfica melakukan kesalahan. Formasi 4-2-3-1 diubah sedikit dengan menarik Pogba lebih maju ke sisi kiri, memberikan ruang bagi Matic untuk menjadi jangkar di lini tengah. Perubahan ini mulai membuahkan hasil pada menit ke-50, ketika sepakan keras dari jarak 25 meter yang dilakukan oleh Marcus Rashford masih bisa ditepis oleh Svilar dengan satu tangan.
Menit Krusial: Penalti Kontroversial dan Eksekusi Matic
Momen kunci terjadi pada menit ke-64. Umpan terobosan dari Pogba berhasil diterima oleh Rashford yang berlari masuk ke kotak penalti. Bek Benfica, Douglas, mencoba merebut bola, namun kakinya mengenai kaki Rashford. Wasit asal Turki, Cüneyt Çakır, tanpa ragu menunjuk titik putih. Keputusan ini sempat memicu protes keras dari pemain Benfica yang menganggap kontak tersebut tidak cukup kuat. Namun, setelah berkonsultasi singkat dengan asisten wasit, keputusan tetap dipertahankan. Tidak ada campur tangan VAR pada laga ini, karena teknologi tersebut belum digunakan di Liga Champions musim tersebut.
Matic yang ditunjuk sebagai eksekutor maju dengan tenang. Ia menempatkan bola ke sisi kanan gawang, sementara Svilar melompat ke arah kiri. Bola masuk dengan mulus. Gol tersebut menjadi gol pertama Matic di Liga Champions untuk Manchester United. Euforia terlihat di bangku cadangan United, dan Mourinho merayakannya dengan mengepalkan tangan. Sejak saat itu, Benfica mencoba meningkatkan tempo permainan. Pelatih Benfica, Rui Vitoria, memasukkan dua pemain penyerang sekaligus, yaitu Andrija Zivkovic dan Jonas, untuk menambah daya gedor.
“Kami tidak bermain bagus di babak pertama, tetapi di babak kedua kami lebih berani mengambil risiko. Gol itu datang dari kerja keras tim, bukan hanya individu. Kami harus tetap fokus dan tidak lengah,” ujar Jose Mourinho dalam konferensi pers usai pertandingan.
Benfica nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-78. Umpan silang dari Zivkovic disambut dengan tandukan keras oleh bek tengah mereka, Jardel, namun De Gea melakukan penyelamatan gemilang dengan refleks cepat. Tembakan tersebut menjadi satu-satunya shots on target tambahan bagi Benfica di babak kedua. Secara keseluruhan, statistik akhir menunjukkan Manchester United unggul dalam penguasaan bola dengan 58% berbanding 42%, serta melepaskan 12 tembakan dengan 5 mengarah ke gawang, sementara Benfica hanya 6 tembakan dengan 2 mengarah ke gawang.
Analisis Taktik dan Peran Kunci Pemain
Kemenangan ini tidak lepas dari disiplin taktik yang diterapkan Mourinho. Ia memilih untuk tidak memainkan Juan Mata sejak awal, lebih memilih kecepatan Rashford dan Martial di sisi sayap. Keputusan itu terbukti efektif, karena keduanya terus merepotkan bek sayap Benfica. Rashford tercatat membuat 3 peluang dan 2 dribel sukses, sementara Martial mencatatkan 2 tembakan tepat sasaran. Di lini tengah, Matic menjadi pemain dengan passing akurat tertinggi, yaitu 92% dari 61 operan, serta memenangkan 4 duel udara.
Di sisi Benfica, penampilan kiper muda Svilar yang baru berusia 18 tahun patut diacungi jempol. Ia melakukan 4 penyelamatan penting, termasuk menepis peluang emas dari Pogba pada menit ke-70. Namun, kesalahan antisipasi pada momen penalti menjadi catatan, meski bukan sepenuhnya salahnya karena eksekusi Matic sangat terarah. Benfica juga harus bermain tanpa kartu kuning, sementara United mendapatkan satu kartu kuning untuk Phil Jones pada menit ke-85 akibat pelanggaran terhadap Jonas.
Dengan hasil ini, Manchester United memuncaki klasemen Grup A dengan 9 poin dari 3 pertandingan, sementara Benfica masih tertahan di dasar klasemen dengan 0 poin. Peluang Benfica untuk lolos ke babak gugur semakin tipis, sementara United semakin kokoh di puncak. Mourinho menegaskan bahwa timnya tidak akan berpuas diri dan akan terus berjuang di setiap laga. Kemenangan ini juga menjadi modal berharga menjelang laga derby melawan Liverpool di akhir pekan. Para penggemar Setan Merah tentu berharap performa ini bisa dipertahankan.
Comments (0)