Sering Duduk Lama? Penelitian Ungkap Risikonya terhadap Berbagai Jenis Kanker
Jakarta - Gaya hidup sedentari atau kebiasaan duduk terlalu lama sudah lama dikaitkan dengan ancaman diabetes, penyakit jantung, dan obesitas. Sebuah studi terbaru kini memperkuat daftar bahaya terse
Jakarta - Gaya hidup sedentari atau kebiasaan duduk terlalu lama sudah lama dikaitkan dengan ancaman diabetes, penyakit jantung, dan obesitas. Sebuah studi terbaru kini memperkuat daftar bahaya tersebut dengan mengungkap kaitannya terhadap risiko kanker. Berdasarkan laporan dari media kami, penelitian yang dipublikasikan di PLOS Medicine pada 2 Juli 2026 ini memberikan bukti kuat bahwa perilaku kurang gerak yang berkepanjangan dapat memicu berbagai jenis kanker.
Analisis Data Puluhan Ribu Partisipan
Studi berskala besar ini menganalisis data lebih dari 91.000 peserta yang terdaftar dalam UK Biobank. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, setiap partisipan dilengkapi dengan alat pemantau aktivitas fisik yang dikenakan selama tujuh hari penuh. Setelah periode pemantauan tersebut, para peneliti terus mengikuti kondisi kesehatan para partisipan selama kurang lebih 12 tahun.
Dari hasil pemantauan jangka panjang tersebut, ditemukan bahwa individu yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk duduk atau berbaring tanpa aktivitas fisik yang berarti memiliki peluang lebih tinggi untuk didiagnosis kanker.
Dalam metodologi studi ini, aktivitas partisipan dikategorikan secara spesifik untuk membedakan intensitas gerakan. Kategori tersebut meliputi waktu tidur, perilaku sedentari (duduk atau berbaring saat bangun), aktivitas fisik ringan (seperti berjalan santai), serta aktivitas fisik sedang hingga berat. Temuan ini menegaskan bahwa mengganti waktu duduk dengan aktivitas fisik ringan sekalipun dapat memberikan efek perlindungan terhadap risiko kanker tertentu, terutama kanker endometrium, paru-paru, dan kolorektal.
Para peneliti menekankan bahwa durasi duduk yang panjang memicu perubahan biologis dalam tubuh, seperti peningkatan resistensi insulin, peradangan kronis, dan gangguan hormon, yang semuanya berpotensi memicu pertumbuhan sel kanker. Oleh karena itu, mengurangi kebiasaan duduk lama, meski hanya dengan berdiri atau melakukan peregangan ringan, menjadi langkah preventif yang signifikan.
Comments (0)