SEOUL — Bos SK Group Ajukan Banding Atas Keputusan Kejaksaan

Pertarungan hukum tingkat tinggi yang melibatkan jajaran elite bisnis Korea Selatan kembali memanas setelah Chairman SK Group, Chey Tae-won, secara resmi m

Sep 15, 2026 - 10:37
0 0
SEOUL — Bos SK Group Ajukan Banding Atas Keputusan Kejaksaan

Pertarungan hukum tingkat tinggi yang melibatkan jajaran elite bisnis Korea Selatan kembali memanas setelah Chairman SK Group, Chey Tae-won, secara resmi mengajukan banding atas keputusan kejaksaan yang menolak menindak pengacara mantan istrinya. Langkah hukum ini menandai babak baru dalam pusaran perceraian paling mahal dalam sejarah Korea Selatan, di mana batas antara sengketa domestik dan pertempuran reputasi korporasi semakin kabur.

Upaya banding tersebut diajukan Chey untuk melawan keputusan Kejaksaan Distrik Pusat Seoul yang sebelumnya membebaskan kuasa hukum mantan istrinya, Roh Soh-young, dari tuduhan pencemaran nama baik. Pihak Chey menilai bahwa pernyataan publik yang dibuat oleh pengacara tersebut telah melampaui batas kewajaran advokasi dan secara sengaja menyebarkan informasi yang tidak benar demi memengaruhi persepsi publik serta keputusan hakim.

Ekskalasi Konflik Hukum dan Perebutan Narasi Publik

Perselisihan ini berakar dari tuduhan yang dilayangkan tim hukum Roh Soh-young terkait dugaan pengeluaran dana secara berlebihan oleh Chey Tae-won kepada pasangan barunya. Pengacara Roh sebelumnya mengklaim di hadapan media bahwa Chey telah menghabiskan dana lebih dari 100 miliar won (sekitar Rp1,1 triliun) untuk pasangannya sejak hubungan mereka dimulai, sebuah klaim yang dibantah keras oleh pihak Chey sebagai manipulasi data keuangan.

Pihak Chey menegaskan bahwa narasi yang dibangun di luar persidangan bertujuan merusak reputasi personal dan profesionalnya sebagai pemimpin konglomerat terbesar kedua di Korea Selatan. Melalui perwakilannya, Chey menyatakan bahwa penolakan jaksa untuk mendakwa pengacara tersebut memberikan preseden buruk bagi transparansi hukum.

"Tindakan menyebarkan kebohongan yang tidak terverifikasi kepada publik di luar ruang sidang bukan lagi bentuk pembelaan hukum yang sah, melainkan pembunuhan karakter yang terstruktur," ungkap perwakilan tim hukum Chey Tae-won dalam keterangan resminya.

Sebagai gambaran analitis, perselisihan hukum antara kedua belah pihak telah berkembang dari sekadar gugatan perceraian menjadi perang hukum multitafsir yang mencakup aset korporasi, pencemaran nama baik, hingga pembentukan opini publik:

Aspek Sengketa Detail Ringkas
Kasus Utama Gugatan perceraian dan pembagian harta bersama antara Chey Tae-won dan Roh Soh-young.
Nilai Putusan Banding Pengadilan Tinggi Seoul memerintahkan Chey membayar 1,38 triliun won kepada Roh.
Isu Hukum Terbaru Banding atas penolakan penuntutan terhadap pengacara Roh terkait dugaan pencemaran nama baik.
Tuduhan Kontroversial Dugaan aliran dana 100 miliar won kepada pihak ketiga yang disengketakan validitasnya.

Implikasi Terhadap Tata Kelola Korporasi dan Preseden Hukum

Para pengamat industri melihat bahwa langkah tegas Chey Tae-won bukan sekadar reaksi emosional, melainkan kalkulasi strategis untuk melindungi stabilitas SK Group. Sebagai konglomerat (chaebol) yang menguasai sektor semikonduktor, telekomunikasi, dan energi, ketidakpastian hukum yang membelit pucuk pimpinan dapat berdampak langsung pada kepercayaan investor dan stabilitas operasional perusahaan.

Sengketa ini juga memicu debat hangat di kalangan praktisi hukum Korea Selatan mengenai sejauh mana seorang pengacara dapat memberikan pernyataan pers atas nama kliennya tanpa berisiko melanggar undang-undang pencemaran nama baik. Jika banding Chey dikabulkan dan kejaksaan diinstruksikan untuk membuka kembali kasus ini, hal tersebut dapat mengubah lanskap strategi komunikasi hukum di negara tersebut.

Di sisi lain, proses kasasi atas putusan pembagian harta senilai 1,38 triliun won di Mahkamah Agung Korea Selatan masih terus berjalan. Dengan mengajukan banding atas keputusan kejaksaan ini, Chey menegaskan komitmennya untuk melawan setiap narasi yang dianggap merugikan integritasnya, menandakan bahwa drama hukum ini masih jauh dari kata usai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User