Saham JELI dan BACH Tertekan Aksi Jual, RANS Hadirkan Konglomerat
Awal listing dua emiten baru, PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Bach Multi Global Tbk (BACH), diwarnai tekanan jual yang dalam. Padahal, gelombang IPO awa
Awal listing dua emiten baru, PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Bach Multi Global Tbk (BACH), diwarnai tekanan jual yang dalam. Padahal, gelombang IPO awal Juli 2026 itu diharapkan menjadi titik masuk strategis seiring kehadiran tokoh konglomerat yang digandeng oleh grup usaha RANS Entertainment. Namun, antusiasme pasar justru berbalik arah setelah pencatatan perdana.
JELI dan BACH: Debut yang Kurang Meyakinkan
PT Niramas Utama Tbk, yang bergerak di bidang distribusi produk konsumen berbasis teknologi, melepas 1,5 miliar saham dengan harga IPO Rp 210 per lembar. Sementara itu, PT Bach Multi Global Tbk, perusahaan solusi logistik digital, menawarkan 2,2 miliar saham pada harga Rp 185. Keduanya didukung oleh penjamin emisi utama yang bereputasi dan sempat mengalami kelebihan permintaan hingga 2,4 kali pada masa book building.
Namun, pada perdagangan 10 Juli 2026, JELI sempat menyentuh level terendah harian Rp 158, terkoreksi 24,7% dari harga IPO. BACH juga tak kalah suram, merosot 18,9% ke posisi Rp 150 sebelum sedikit memangkas kerugian di sesi akhir. Data bursa menunjukkan aksi jual bersih investor institusi domestik menjadi pemicu utama, dengan net sell mencapai Rp 112 miliar di dua saham tersebut.
"Pasar terlihat melakukan profit taking terhadap saham IPO yang baru melantai. Kekhawatiran valuasi yang terlalu tinggi dan likuiditas yang belum stabil membuat investor memilih untuk segera merealisasikan keuntungan," ujar analis investasi dari Mirae Asset Sekuritas.
Strategi RANS: Boyong Konglomerat sebagai Anchor Investor
Salah satu cerita besar di balik IPO JELI dan BACH adalah langkah tidak biasa RANS Entertainment yang mengonsolidasikan sekelompok konglomerat papan atas sebagai investor jangkar. Tokoh-tokoh seperti Haji Isam (Andi Syamsuddin Arsyad), Boy Thohir, dan Anindya Bakrie hadir secara langsung pada seremoni pencatatan di Gedung BEI, menunjukkan dukungan penuh terhadap ekosistem perusahaan.
Kehadiran para konglomerat ini semula diharapkan menambah kepercayaan diri investor ritel. RANS, yang sedang membangun portofolio bisnis dari hiburan, logistik, hingga teknologi, memang sengaja membentuk aliansi strategis untuk mendongkrak kinerja saham-saham afiliasinya. Sayangnya, faktor sentimen global dan regional menjadi tantangan yang sulit dibendung dalam jangka pendek.
Faktor Penekan dan Prospek
Selain aksi ambil untung, pasar sedang diwarnai ketidakpastian terkait suku bunga global dan fluktuasi nilai tukar rupiah yang membuat investor lebih selektif terhadap emiten baru. Investor cenderung mengalihkan dana ke aset safe haven seperti obligasi negara atau saham blue chip yang sudah mapan. Kondisi ini diperburuk oleh rendahnya volume transaksi harian pada saham-saham IPO baru yang menyebabkan volatilitas ekstrem.
Meski demikian, fundamental JELI dan BACH dinilai masih solid. JELI membukukan pertumbuhan pendapatan 38% YoY pada 2025, dengan laba bersih Rp 312 miliar. Sedangkan BACH mencatatkan kenaikan aset kelolaan logistik sebesar 45% dan tengah mengantongi kontrak baru dari dua BUMN logistik besar. Analis menyarankan investor untuk memantau laporan keuangan semester I 2026 sebelum mengambil posisi lanjutan.
Harapan dari Aliansi Strategis
Dengan bergabungnya Haji Isam dan Boy Thohir yang memiliki kendali di berbagai sektor proyek strategis nasional, bukan tidak mungkin kedua emiten ini akan mendapatkan akses pendanaan dan proyek eksklusif. Sinergi ini diyakini mampu mendongkrak performa jangka menengah, terlepas dari tekanan harga jangka pendek.
"Kami tidak hanya mengejar pencatatan, tetapi membangun ekosistem bisnis yang saling terintegrasi." tegas Raffi Ahmad selaku representasi RANS Entertainment. "Kehadiran para konglomerat adalah bukti bahwa proyeksi pertumbuhan kami nyata dan terukur."
Investor kini menanti strategi lanjutan manajemen untuk menstabilkan harga, termasuk kemungkinan aksi pembelian kembali (buyback) saham oleh perusahaan.
[SOCIAL_TWEET]: Debut saham JELI dan BACH langsung tertekan aksi jual hingga 24% meski digdaya konglomerat seperti Haji Isam dan Boy Thohir. RANS tetap optimistis dengan aliansi strategisnya. #IPO #PasarModal #SahamBaru #JELI #BACH[SOCIAL_TG]: 📉 Saham JELI dan BACH tertekan di debut listing, minus hingga 24%. Tapi RANS bawa jajaran konglomerat: Haji Isam, Boy Thohir, Anindya Bakrie. Prospek jangka menengah tetap diunggulkan.
Comments (0)