Transjakarta Koridor 13 Tendean-Ciledug Mulai Uji Coba Gratis Hari Pertama

Bus Transjakarta mulai menjalani uji coba pengoperasian Koridor 13 dengan rute Tendean–Ciledug, Minggu (13/8). Di hari pertama ini, layanan yang digratiska

Transjakarta Koridor 13 Tendean-Ciledug Mulai Uji Coba Gratis Hari Pertama

Bus Transjakarta mulai menjalani uji coba pengoperasian Koridor 13 dengan rute Tendean–Ciledug, Minggu (13/8). Di hari pertama ini, layanan yang digratiskan langsung dipadati warga yang penasaran ingin merasakan jalur elevated pertama di Indonesia. Meski baru tiga halte yang dibuka, antusiasme penumpang terlihat sejak pagi hari.

Dari pantauan di lapangan, bus-bus articulated bermerek Mercedes-Benz dan Scania hilir mudik di jalur layang yang membentang sepanjang 9,3 kilometer itu. Hanya halte Tendean, Adam Malik, dan Puri Beta yang beroperasi pada tahap awal. PT Transportasi Jakarta sengaja membatasi pemberhentian untuk memastikan kesiapan sistem sebelum beroperasi penuh di koridor yang dirancang mampu mengangkut hingga 12.000 penumpang per hari ini.

Seorang petugas di Halte Tendean mengungkapkan, sejak pukul 05.00 WIB warga sudah mulai berdatangan. "Ini masih uji coba, jadi kami ingin memastikan semuanya berjalan lancar. Layanan gratis ini akan berlangsung selama masa uji coba," ujarnya. Informasi mengenai berapa lama masa gratis ini akan berjalan masih menunggu keputusan lanjutan dari manajemen.

Antusiasme Warga di Hari Pertama

Raut gembira tampak dari para penumpang yang menjajal koridor baru ini. Banyak yang mengaku sengaja datang di akhir pekan untuk mencoba sensasi melintasi jalan layang dengan bus Transjakarta. Salah satunya adalah Sari, warga Ciledug yang hendak pergi ke kawasan Rasuna Said.

"Saya biasanya naik motor atau angkot ke Tendean, bisa memakan waktu 45 menit kalau macet. Tadi saya naik dari Puri Beta ke Tendean cuma 15 menit. Kerasa banget bedanya," kata Sari sambil tersenyum.

Sementara itu, seorang penumpang lain, Rahmat, mengaku kagum dengan fasilitas di dalam bus dan halte. "AC-nya dingin, bangkunya empuk, dan halte elevated-nya juga keren. Saya harap operasional penuh nanti bisa tetap segratis ini, atau setidaknya murah," harapnya.

Rute Elevated Pertama di Indonesia

Koridor 13 mencatat sejarah sebagai rute bus rapid transit (BRT) dengan jalur layang pertama di Indonesia. Jalan layang sepanjang 9,3 km itu dibangun khusus untuk bus Transjakarta agar terhindar dari kemacetan di ruas Ciledug–Tendean yang selama ini menjadi langganan padat. Dengan elevasi rata-rata 8 hingga 10 meter, jalur ini diharapkan memangkas waktu tempuh secara signifikan.

Dari data PT Transportasi Jakarta, jika beroperasi penuh, koridor ini memiliki 12 halte, yaitu: Tendean, Rasuna Said, Kuningan, Jalan Gatot Subroto, Jalan S Parman, Puri Beta, Kebon Jeruk, Meruya, Srengseng, Haji Kelik, Swadarma, dan Ciledug. Namun, pada uji coba perdana, hanya tiga halte yang difungsikan. Hal ini bagian dari strategi bertahap untuk mengevaluasi interkoneksi dengan koridor eksisting dan memastikan keamanan operasional di jalur elevated.

Tanggapan Pihak Transjakarta

Direktur Operasional PT Transportasi Jakarta, Sigit Wijatmoko, menyatakan bahwa uji coba ini penting untuk mengidentifikasi potensi kendala sebelum peluncuran resmi. "Kami ingin memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi warga Jakarta. Dengan uji coba terbatas di tiga halte, kami bisa mengukur performa bus, waktu tempuh, dan respon penumpang," jelasnya saat ditemui di Halte Puri Beta.

"Kami mohon masukan dari masyarakat. Setiap keluhan atau saran akan kami tindaklanjuti sebelum koridor 13 beroperasi penuh," tambah Sigit.

Ia juga menyebutkan bahwa selama periode uji coba, bus akan beroperasi dari pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan headway antara 10 hingga 15 menit. Armada yang disiapkan mencapai 70 unit, termasuk bus single dan gandeng, dengan kapasitas total sekitar 8.760 penumpang per jam per arah.

Rencana Operasional Penuh

PT Transjakarta menargetkan koridor 13 dapat beroperasi penuh pada akhir tahun ini. Setelah uji coba awal ini, akan dilakukan pengujian dengan rute lebih panjang, mencakup halte-halte tambahan. Selain itu, integrasi dengan koridor lain seperti Koridor 9 (Pluit–Pinang Ranti) di Halte Kuningan dan Koridor 1 (Blok M–Kota) di Halte Tendean akan menjadi fokus untuk memperkuat jaringan BRT Ibu Kota.

Terkait tarif, manajemen masih menggodok skema yang tepat. Namun, dipastikan bahwa setelah masa uji coba gratis, tarif akan disesuaikan dengan standar Transjakarta, yakni Rp3.500 untuk sekali perjalanan. "Kami akan memastikan tarif tetap terjangkau. Koridor ini juga akan terintegrasi dengan program JakLingko untuk memudahkan warga beralih dari angkutan pribadi ke transportasi publik," kata Sigit.

Dengan hadirnya Koridor 13, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap dapat menekan volume kendaraan pribadi di ruas Ciledug–Tendean hingga 20 persen. Langkah ini sejalan dengan target pengembangan transportasi massal yang ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon di Ibu Kota.

[SOCIAL_TWEET]: Transjakarta Koridor 13 rute Tendean-Ciledug mulai uji coba gratis! Warga antusias jajal bus elevated pertama di Indonesia. 🚍 #Transjakarta #Koridor13 #TransportasiJakarta[SOCIAL_TG]: 🚌 Transjakarta Koridor 13 uji coba gratis hari ini. Warga antusias coba rute elevated Tendean-Ciledug. Hanya 3 halte dulu ya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User