Proyek Mobil Nasional Prabowo Dihadang Produk China, Matahari Jatuh ke Tangan Riady
Jakarta — Dua peristiwa penting mewarnai lanskap bisnis Indonesia dalam sepekan ini. Di sektor otomotif, proyek mobil nasional era pemerintahan Prabowo dih
Jakarta — Dua peristiwa penting mewarnai lanskap bisnis Indonesia dalam sepekan ini. Di sektor otomotif, proyek mobil nasional era pemerintahan Prabowo dihadapkan pada kekhawatiran pengusaha suku cadang terhadap gempuran produk impor China. Sementara di sektor ritel, Matahari—sang raja ritel Indonesia—resmi diambil alih oleh keluarga Riady lewat Grup Lippo. Kedua berita ini menegaskan betapa cepatnya arus persaingan global dan transformasi digital mampu mengubah peta kekuatan ekonomi di Tanah Air.
Proyek Mobil Nasional Prabowo di Tengah Ancaman Spare Part China
Video pendek yang beredar di kalangan pelaku industri otomotif memperlihatkan sejumlah pengusaha suku cadang menyuarakan keprihatinan mereka. Mereka menilai, rencana besar proyek mobil nasional yang digadang-gadang sebagai kendaraan listrik murah rakyat bisa mandul jika tidak dibentengi kebijakan proteksi yang tegas terhadap banjirnya komponen asal China.
Ketua Asosiasi Pengusaha Komponen Otomotif Nasional (Apkomindo), Rudi Hartono, blak-blakan mengungkapkan keresahan tersebut.
"Saat ini lebih dari 60 persen suku cadang yang beredar di pasar Indonesia berasal dari China. Harganya 30–40 persen lebih murah dibanding produk lokal. Kalau proyek mobil nasional nanti hanya jadi sarana perakitan komponen impor, untuk apa kita sebut mobil nasional?" ujarnya dalam diskusi virtual, Minggu (8/7/2026).
Proyek mobil nasional versi Prabowo rencananya akan menggunakan platform kendaraan listrik berbiaya rendah yang dijadwalkan meluncur tahun 2027. Namun, para pengusaha komponen masih gamang. Menurut Rudi, ekosistem rantai pasok dalam negeri belum matang. Pabrikan kecil-menengah banyak yang berguguran akibat tekanan harga komponen impor.
"Di Tegal, ada puluhan pabrik spare part yang tutup karena kalah bersaing. Kami sudah coba menurunkan harga, tapi tetap kalah oleh produk China yang didatangkan dalam jumlah besar dan harga hampir dumping," cerita Rahman, produsen kampas rem asal Jawa Tengah.
Pengamat otomotif dari Universitas Indonesia, Yudi Prasetyo, berpandangan bahwa Vietnam bisa menjadi contoh. "VinFast berhasil karena pemerintah Vietnam menggandeng erat industri komponen lokal. Indonesia harus mencontohnya. Tanpa dukungan penuh, proyek mobil nasional hanya akan jadi ajang cuan importir," pungkasnya. Saat ini, Kementerian Perindustrian belum memberikan respons resmi atas desakan para pengusaha suku cadang tersebut.
Raja Ritel Tumbang: Kisah Matahari dari Toko Mickey Mouse ke Pengambilalihan Keluarga Riady
Di sisi lain, kabar mengejutkan datang dari sektor ritel. PT Matahari Department Store Tbk, raksasa yang pernah mendominasi gaya hidup kelas menengah Indonesia selama puluhan tahun, resmi berpindah tangan. Keluarga Riady melalui Grup Lippo, yang sudah memperkuat portofolio ritelnya dengan Hypermart dan MatahariMall.com, mengakuisisi mayoritas saham Matahari setelah proses panjang restrukturisasi utang.
Kisah Matahari tak lepas dari sosok legendaris Hari Darmawan. Pada tahun 1958, di sebuah sudut Pasar Baru, Jakarta, pemuda asal Tiongkok itu merintis toko pakaian bernama "Micky Mouse". Tak disangka, usaha kecil itu berkembang pesat dan bertransformasi menjadi Matahari Department Store pada 1972. Melalui strategi harga miring dan lokasi strategis, Matahari menjadi "raja ritel" pada era 1980-an hingga 2000-an, dengan lebih dari seratus gerai di seluruh negeri.
Namun, kejayaan itu pelan-pelan terkikis. Munculnya platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada mengubah perilaku belanja masyarakat. Generasi milenial dan Gen Z lebih memilih belanja daring daripada berkeliling pusat perbelanjaan fisik. Pandemi Covid-19 pada 2020–2022 mempercepat pergeseran ini. Matahari harus merestrukturisasi utang dan menutup puluhan gerai sepi. Laporan keuangan 2025 menunjukkan kerugian bersih mencapai Rp 2,1 triliun, dengan penjualan yang terus merosot dua digit setiap tahun.
Menjelang pertengahan 2026, negosiasi intensif antara manajemen Matahari dan Grup Lippo mencapai kesepakatan final. Pihak Lippo mengambil alih 51% saham dan mengendalikan operasional ritel legendaris tersebut.
"Kami melihat Matahari sebagai aset nasional yang masih memiliki potensi besar. Kami akan melakukan transformasi total, memadukan keunikan toko fisik dengan pengalaman digital yang mumpuni," ujar James Riady dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (10/7/2026).
Dalam strategi awal, Lippo akan memasukkan gerai Matahari ke ekosistem mal milik Lippo (seperti Lippo Mall, Kemang Village, dan lainnya) serta memperkuat integrasi kanal daring. Ratusan gerai yang tersisa akan direvitalisasi dengan konsep "community space" dan layanan personal shopper berbasis AI.
Analis ritel dari Consultancy Indonesia, Ilham Nurdin, menilai akuisisi ini adalah langkah menyelamatkan brand. "Nama Matahari masih sangat dikenal. Lippo memiliki kapasitas finansial dan infrastruktur untuk menghidupkannya kembali. Tapi tantangannya ada pada eksekusi—ritel fisik sudah berubah, dan mereka harus bisa menciptakan pengalaman yang tak bisa didapat secara online," jelasnya.
Kedua berita besar ini menunjukkan bahwa peluang dan ancaman dalam bisnis modern bisa datang dari mana saja. Ambisi mobil nasional bisa tersandung produk yang jauh lebih murah dari luar negeri, sedangkan kebanggaan ritel nasional bisa tumbang di tangan raksasa digital, hanya untuk diselamatkan oleh konglomerasi properti milik keluarga Riady. Dinamika ini akan terus menjadi cerita dalam perjalanan ekonomi Indonesia menuju era emas 2045.
[SOCIAL_TWEET]: Dua berita besar ekonomi hari ini: proyek mobil nasional Prabowo terancam produk China, dan raja ritel Matahari diambil alih keluarga Riady. Simak selengkapnya di sini! #MobilNasional #Matahari #BisnisIndonesia[SOCIAL_TG]: 🚗🛍️ Proyek mobil nasional Prabowo terancam banjir spare part China, sementara Matahari resmi diambil alih oleh keluarga Riady. Klik untuk baca selengkapnya.
Comments (0)