Sabuk Lepas, Khamzat Chimaev Tagih Janji Dana White: Saya Ingin Bertarung!

Kesabaran Khamzat Chimaev benar-benar menipis. Petarung kelas menengah berjuluk Borz itu kini berada di posisi paling janggal sepanjang kariernya: kesempatan merebut sabuk juara dunia yang sempat meng...

Sabuk Lepas, Khamzat Chimaev Tagih Janji Dana White: Saya Ingin Bertarung!

Kesabaran Khamzat Chimaev benar-benar menipis. Petarung kelas menengah berjuluk Borz itu kini berada di posisi paling janggal sepanjang kariernya: kesempatan merebut sabuk juara dunia yang sempat menggantung di depan mata lepas dari genggaman, dan hingga hari ini ia belum menerima kepastian soal lawan berikutnya. "Saya ingin bertarung! Saya ini petarung, bukan penonton," tegasnya di depan media, sekaligus menagih janji Presiden UFC, Dana White.

Kronologi Sabuk yang Lepas dari Genggaman

Jalan menuju gelar sempat terbuka selebar-lebarnya. Setelah menumbangkan Robert Whittaker lewat kuncian face crank di menit ke-3 ronde pertama UFC 308, skor akhir karier Chimaev melonjak ke 15-0 dan status penantang nomor satu kelas menengah resmi disandangnya. Duel perebutan sabuk melawan Dricus du Plessis pun dikabarkan sudah di depan mata. Namun di fase akhir persiapan, kabar buruk meledak: berat badannya meleset jauh dari batas 84 kilogram, duel batal total, dan kursi penantang berpindah tangan. Dari puncak, Borz jatuh ke titik nol — tanpa sabuk, tanpa lawan, tanpa tanggal pasti.

Ironisnya, ini terjadi pada sosok yang selama lima tahun terakhir dianggap sebagai mesin penghancur paling efisien di UFC. Persentase penyelesaian pertarungannya sebelum ronde ketiga menembus 80 persen pada enam penampilan perdananya, dan ia tercatat belum pernah sekalipun dijatuhkan lawan sepanjang karier — semacam catatan clean sheet yang nyaris mustahil ditandingi petarung lain di divisi itu.

Data yang Bicara: Mengapa UFC Masih Membutuhkannya

Di atas kertas, Chimaev adalah mesin perang dengan formasi serangan satu arah yang sulit dibaca lawan. Gaya gulat khas Dagestan membuatnya menguasai wilayah tengah octagon, dan begitu duel bergulir ke lantai, lawan kesulitan bangkit. Saat menghadapi Whittaker, ia melakukan semacam hat-trick takedown di menit-menit awal, lalu menghujani pukulan dari posisi dominan. Rasio pukulan presisinya — padanan shots on target di dunia tinju — nyaris tanpa meleset di momen-momen kunci. Tanpa starting XI dan assist seperti di sepak bola, satu-satunya "bantuan" yang ia butuhkan hanyalah instruksi dari corner.

Chimaev juga magnet tiket. Tiga penampilan terakhirnya di Abu Dhabi dan Las Vegas selalu laku keras, dan lonjakan pembelian pay-per-view selalu terjadi begitu namanya masuk kartu utama. Membiarkan petarung sepopuler ini menganggur adalah pemborosan yang mustahil masuk akal secara bisnis — fakta yang pasti dipahami Dana White dan tim matchmaker UFC.

Menagih Janji Sang Bos

Ucapan Chimaev bukan sekadar keluhan di atas angin. Ia menagih komitmen yang pernah diucapkan langsung oleh sang bos. "Dia petarung spesial. Kami akan mencari jalan keluarnya," kata Dana White dalam berbagai kesempatan sebelum duel perebutan gelar itu batal. Kini Borz meminta kata-kata itu diwujudkan. "Beri saya siapa pun, kapan pun, di mana pun," katanya, menolak menjadi bintang yang hanya duduk manis di tribun.

Tekanan datang dari segala arah. Dricus du Plessis sudah bergerak mencari penantang baru, sementara Sean Strickland dan Caio Borralho menawarkan diri. Jika UFC menunda terlalu lama, risiko nyata mengintai: Chimaev bisa melempar tawaran ke kompetitor lain, atau pindah kelas berat ringan demi duel besar melawan Alex Pereira yang sudah lama diisukan. Anggap ini kartu kuning untuk UFC — jangan biarkan aset termahal Anda kesal terlalu lama.

Skenario yang Paling Masuk Akal

Dari kacamata data, satu opsi paling logis: rebooking langsung duel Chimaev kontra du Plessis. Sang juara asal Afrika Selatan masih memegang sabuk, sementara Chimaev tetap penantang dengan rekor sempurna — skor akhir yang sama tinggal dieksekusi ulang dengan persiapan lebih matang. Alternatifnya, UFC bisa memberi Chimaev satu duel penyelaras melawan Borralho atau mantan juara Sean Strickland; kemenangan meyakinkan di salah satu duel itu akan mengembalikan posisi tawarnya sepenuhnya.

Satu hal yang pasti: membiarkan petarung berrekor 15-0 dengan pukulan presisi dan kuncian maut itu menganggur bukanlah pilihan. Chimaev sudah menagih. Kini bola ada di tangan Dana White dan jajaran matchmaker UFC. Dunia menunggu jawaban — dan Borz tidak akan berhenti berteriak sampai namanya kembali tercetak di kartu pertarungan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User