Rudiger Pahlawan Madrid di Etihad, City Tersingkir via Penalti

Real Madrid melaju ke semifinal Liga Champions 2023/2024 dengan cara paling dramatis. Skor akhir agregat 4-4 setelah kedua tim saling mengalahkan di kandang lawan, tetapi Madrid memastikan tiket lewat...

Oct 08, 2026 - 08:20
0 0
Rudiger Pahlawan Madrid di Etihad, City Tersingkir via Penalti

Real Madrid melaju ke semifinal Liga Champions 2023/2024 dengan cara paling dramatis. Skor akhir agregat 4-4 setelah kedua tim saling mengalahkan di kandang lawan, tetapi Madrid memastikan tiket lewat adu tendangan penalti dengan skor 4-3 di Etihad Stadium, Manchester, Rabu (17/4/2024) malam waktu setempat. Antonio Rudiger menjadi eksekutor terakhir yang mengirim Los Blancos ke babak empat besar sekaligus mematahkan mimpi Manchester City mempertahankan gelar juara.

Jalannya Laga: City Menguasai, Madrid Menyergap

Sejak menit pertama, Manchester City mengambil inisiatif. Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Pep Guardiola menempatkan Kevin De Bruyne sebagai poros serangan di belakang Erling Haaland. Statistik penguasaan bola babak pertama mencatat keunggulan telak untuk tuan rumah, 63 persen berbanding 37 persen, dengan shots on target 4-1.

Namun Madrid, yang tampil dengan starting XI berisi Andriy Lunin di bawah mistar plus duet Rudiger dan Nacho di jantung pertahanan, bermain sabar. Menit ke-12, Rodrygo Goes membuka keunggulan setelah menerima assist terobosan Vinicius Junior. Gol itu membuat agregat berbalik menjadi 2-1 untuk Madrid dan memaksa City mengejar sepanjang laga.

Menit ke-76, De Bruyne akhirnya menyamakan kedudukan lewat tendangan dari tepi kotak penalti yang gagal diantisipasi Lunin. Skor 1-1 bertahan hingga 90 menit, memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Di babak tambahan, kedua tim sama-sama kelelahan. Peluang emas Rudiger dari sundulan pada menit ke-105 masih melebar, sementara sepakan Bernardo Silva membentur bek Madrid.

Analisis Taktik Dua Babak

Guardiola mengubah pendekatan di babak kedua dengan menarik keluar satu gelandang bertahan dan memasukkan penyerang tambahan. City menutup laga dengan 33 percobaan tendangan, tetapi hanya 9 yang mengarah ke gawang, indikator betapa disiplinnya blok pertahanan Madrid yang dipimpin Rudiger.

Ancelotti, di sisi lain, memilih bertahan dalam formasi 4-4-2 rapat setelah unggul. Ia menurunkan garis pertahanan lima pemain saat perpanjangan waktu, mengorbankan daya serang demi menjaga keseimbangan. Strategi itu terbukti efektif: Madrid mencatat clean sheet di babak tambahan meski terus ditekan, dengan Lunin mencatatkan total 8 penyelamatan sepanjang laga.

Kunci lain adalah transisi cepat Madrid. Vinicius Junior dan Rodrygo menjadi opsi serangan balik yang menyulitkan lini belakang City yang bermain tinggi. Hanya saja, eksekusi akhir Madrid kurang tajam di babak kedua, sehingga mereka harus menerima kenyataan bermain hingga adu penalti.

Adu Penalti: Ketegangan dan Ketepatan

Di babak tos-tosan, Julian Alvarez membuka keunggulan City. Jude Bellingham menyamakan kedudukan, lalu Bernardo Silva gagal setelah tembakannya ditepis Lunin. Luka Modric kemudian mengeksekusi dengan tenang, disusul gol Phil Foden dan Nacho Fernandez. Mateo Kovacic pun gagal mencetak gol karena arah bola terbaca Lunin, memberi Madrid keunggulan 3-2.

Antonio Rudiger, bek yang sepanjang laga menjadi tembok pertahanan, tampil sebagai penentu. Ia melepaskan tendangan keras ke sudut kanan gawang yang tak mampu dijangkau Ederson. Madrid menang 4-3, dan Rudiger berlari menuju tribun suporter tandang untuk merayakan momen tersebut.

"Kami tahu ini akan menjadi malam yang panjang. Para pemain bertahan kami bekerja luar biasa, dan Lunin menjadi pahlawan," ujar Carlo Ancelotti dalam konferensi pers usai laga.

Sementara Guardiola mengakui timnya kurang efisien di depan gawang. "Kami menciptakan cukup peluang, tetapi sepak bola adalah soal mencetak gol. Kami tidak melakukannya saat paling dibutuhkan," katanya.

Statistik Kunci dan Makna Kemenangan

Secara keseluruhan, City mencatat penguasaan bola 61 persen, 33 shots, dan 18 tendangan sudut. Madrid hanya melepaskan 8 tendangan dengan 3 on target, tetapi bertahan dengan 27 tekel sukses dan 14 intersep, banyak di antaranya dari Rudiger. Kartu kuning diberikan kepada empat pemain, dua di masing-masing tim, tanpa kartu merah sepanjang 120 menit.

Kemenangan ini membawa Madrid ke semifinal menghadapi Bayern Munich, sekaligus menutup catatan 22 laga tak terkalahkan City di kandang di kompetisi Eropa. Bagi Rudiger, laga ini adalah penegasan statusnya sebagai salah satu bek paling tangguh di Eropa, sekaligus bukti bahwa Madrid tetap menjadi raja Liga Champions ketika tekanan paling besar datang. City harus mengubur ambisi mempertahankan treble, sementara Madrid kembali membuktikan bahwa mereka selalu hidup di babak penentuan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User