Rudiger Pahlawan Madrid di Drama Penalti Etihad

Skor akhir 4-3 via adu penalti. Real Madrid melangkah ke semifinal Liga Champions 2023/2024 setelah menyingkirkan Manchester City dalam laga leg kedua perempatfinal di Etihad Stadium, Manchester, Rabu...

Oct 10, 2026 - 18:18
0 0
Rudiger Pahlawan Madrid di Drama Penalti Etihad

Skor akhir 4-3 via adu penalti. Real Madrid melangkah ke semifinal Liga Champions 2023/2024 setelah menyingkirkan Manchester City dalam laga leg kedua perempatfinal di Etihad Stadium, Manchester, Rabu (18/4/2024). Drama 120 menit berakhir 1-1, dan Antonio Rudiger menjadi eksekutor terakhir yang memastikan kemenangan Los Blancos dari titik putih.

Menit ke-12, Rodrygo membuka keunggulan Madrid. Umpan terobosan Jude Bellingham membelah lini pertahanan City, dan Vinicius Junior melepaskan tembakan yang ditepis Ederson. Bola rebound jatuh ke kaki Rodrygo, yang dengan tenang mengirimnya ke gawang kosong. Gol itu membuat agregat menjadi 2-1 untuk Madrid setelah leg pertama berakhir 3-3 di Santiago Bernabeu.

City merespons dengan penguasaan bola dominan. Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola 67% untuk tuan rumah, dengan 6 shots on target berbanding 2 milik Madrid. Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Pep Guardiola membuat Kevin De Bruyne dan Bernardo Silva leluasa mengatur serangan. Namun, tembok pertahanan Madrid yang dikomandoi Rudiger dan Nacho Fernandez tampil disiplin.

Rudiger, Tembok di Tengah Badai Serangan City

Sepanjang 120 menit, Rudiger mencatatkan 11 clearance, 4 blok, dan 3 intersep. Ia juga memenangkan 8 duel udara dari 10 percobaan. Erling Haaland, yang diharapkan menjadi ujung tombak, berkali-kali kehilangan ruang gerak karena penjagaan ketat bek asal Jerman itu. Menit ke-76, Rudiger melakukan blok krusial terhadap tembakan Phil Foden dari dalam kotak penalti, momen yang membuat Guardiola menahan napas di pinggir lapangan.

City akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-76. De Bruyne melepaskan tendangan mendatar dari tepi kotak penalti setelah menerima umpan pendek Jack Grealish. Bola melewati Andriy Lunin yang sedikit terlambat bereaksi. Skor 1-1 bertahan hingga babak tambahan, meski City terus menggempur dengan total 33 tembakan sepanjang laga, 9 di antaranya tepat sasaran.

Di babak tambahan, intensitas tidak menurun. Menit ke-105, Bernardo Silva nyaris mencetak gol, tetapi tendangannya masih membentur tiang gawang. Madrid, yang bermain lebih defensif dengan formasi 4-4-2, mengandalkan serangan balik cepat melalui Vinicius dan Rodrygo. Kartu kuning dikeluarkan wasit untuk Rudiger pada menit ke-112 akibat protes berlebihan, namun tidak mengurangi ketenangannya di lini belakang.

Adu Penalti: Ketegangan dan Ketepatan Los Blancos

Babak adu penalti menjadi panggung bagi para eksekutor. Madrid tampil sempurna. Luka Modric, Bellingham, Lucas Vazquez, dan Nacho semuanya mencetak gol. Sementara itu, City kehilangan dua eksekutor kunci. Bernardo Silva dan Mateo Kovacic gagal menaklukkan Lunin, yang mencatatkan dua penyelamatan penalti krusial.

Rudiger, yang dijuluki sebagai bek yang tak kenal takut, melangkah sebagai eksekutor kelima. Dengan dingin ia menempatkan bola ke sudut kanan gawang, mengecoh Ederson. Skor adu penalti menjadi 4-3. Selebrasi pun meletus. Rudiger berlari ke arah suporter Madrid, disusul rekan-rekan setimnya. Kemenangan ini mengantarkan Real Madrid ke semifinal untuk menghadapi Bayern Munich.

"Rudiger adalah pemain yang selalu siap dalam momen besar. Dia tidak hanya bertahan, tetapi juga memimpin. Penalti itu adalah bukti mentalitasnya," ujar Carlo Ancelotti dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Guardiola mengakui keunggulan Madrid dalam hal efisiensi. "Kami menciptakan banyak peluang, tetapi Madrid lebih klinis. Mereka bertahan dengan sangat baik, dan Rudiger adalah salah satu yang terbaik di dunia dalam hal itu," kata Guardiola.

Statistik dan Taktik: Dominasi City Tanpa Hasil

Secara statistik, City mendominasi hampir semua aspek. Penguasaan bola 64%, 33 tembakan, 9 shots on target, dan 12 tendangan sudut. Madrid hanya memiliki 8 tembakan dengan 3 shots on target. Namun, efisiensi dan ketenangan di momen krusial menjadi pembeda. Formasi 4-2-3-1 City yang menekan tinggi membuat lini belakang mereka rentan terhadap serangan balik cepat Madrid, yang terbukti lewat gol Rodrygo.

Kemenangan ini juga mencatatkan clean sheet bagi Lunin di babak adu penalti, meskipun secara statistik pertandingan ia kebobolan satu gol. Bagi Rudiger, ini adalah penampilan ke-10 di Liga Champions musim ini, dengan catatan satu gol dan satu assist sepanjang kompetisi. Namun, kontribusinya lebih dari sekadar angka.

Real Madrid melaju ke semifinal dengan modal kepercayaan diri tinggi. Sementara Manchester City harus mengubur mimpi mempertahankan gelar. Etihad Stadium yang biasanya menjadi benteng tak terkalahkan harus menerima kenyataan pahit: Madrid terlalu kuat, terlalu berpengalaman, dan memiliki Rudiger, tembok yang tak tergoyahkan di jantung pertahanan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User