Romeny Jadi Starter di Final ASEAN Cup 2026
Skor akhir 2-1 untuk Indonesia atas Thailand menjadi penutup dramatis final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). Tim Garuda menurunkan starting XI terkua...
Skor akhir 2-1 untuk Indonesia atas Thailand menjadi penutup dramatis final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). Tim Garuda menurunkan starting XI terkuatnya, dengan Maarten Romeny dipercaya mengisi lini serang sejak menit pertama, dan keputusan pelatih itu terbukti tepat ketika pertandingan memasuki fase krusial.
Dari data pertandingan, Indonesia mencatat penguasaan bola 53 persen berbanding 47 persen milik Thailand sepanjang 90 menit. Timnas melepaskan 14 tembakan dengan 6 shots on target, sementara Gajah Perang hanya mampu mencatat 9 percobaan dan 3 di antaranya mengarah ke gawang. Angka itu mencerminkan bagaimana duel taktik di tengah lapangan berlangsung ketat sejak peluit awal.
Babak Pertama: Romeny Membuka Ruang bagi Lini Tengah
Indonesia tampil dengan formasi 4-2-3-1, memasang Romeny sebagai single striker di depan, didukung tiga gelandang serang di belakangnya. Menit ke-9, Romeny sudah memberi peringatan kepada pertahanan Thailand ketika menerima umpan terobosan dari sisi kanan, namun sundulannya masih melebar tipis di sisi tiang jauh. Menit ke-18, giliran peluang emas datang lewat skema serangan balik cepat: umpan silang mendatar dari sayap kiri berhasil diteruskan ke kotak penalti, tapi tendangan pertama pemain Indonesia masih bisa diblokir bek tengah Thailand.
Menit ke-23, Thailand nyaris membuka keunggulan. Gelandang mereka melepaskan tembakan voli dari luar kotak penalti yang mengenai mistar gawang. Indonesia membalas tiga menit kemudian melalui sepak pojok, dengan bek andalan yang naik ke kotak penalti, namun sundulan kepala masih bisa diamankan kiper. Menit ke-34, Romeny kembali mendapat peluang emas. Ia melepaskan tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti setelah menerima assist pendek, namun kiper Thailand melakukan penyelamatan refleks dengan kaki. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum, dengan catatan penguasaan bola 51-49 untuk Indonesia pada 45 menit pertama.
Babak Kedua: Dua Gol dalam Sepuluh Menit
Memasuki babak kedua, Indonesia menaikkan intensitas pressing. Menit ke-52, strategi itu membuahkan hasil. Umpan silang dari sisi kanan gagal diantisipasi penuh bek Thailand, dan bola liar jatuh tepat di jalur lari Romeny. Dengan satu sentuhan kontrol, ia melepaskan tembakan mendatar ke sudut kiri bawah gawang. Gol 1-0 untuk Indonesia, dan Stadion Utama Gelora Bung Karno meledak. Dalam catatan resmi pertandingan, gol tersebut dicatat sebagai menit ke-53, dengan assist tercatat atas nama winger kanan Garuda.
Kepemimpinan Indonesia tidak bertahan lama. Menit ke-61, Thailand memanfaatkan skema bola mati. Umpan silang dari tendangan bebas di sisi kiri gagal dijangkau kiper, dan bek Thailand yang naik ke depan menyamakan kedudukan lewat sundulan. Skor 1-1, pertandingan kembali memanas. Pelatih Indonesia merespons dengan pergantian di menit ke-67, memasukkan gelandang segar untuk mengontrol tempo permainan. Keputusan ini terbukti cerdas: sejak menit ke-70, Indonesia kembali menguasai jalannya laga dengan penguasaan bola menembus 55 persen di sepuluh menit terakhir.
Menit ke-81, aksi individual di sisi kiri menciptakan peluang emas bagi Indonesia. Pemain pengganti yang baru masuk menit ke-72 melepaskan umpan tarik ke jantung kotak penalti, dan upaya pertama masih bisa diblokir. Bola muntah jatuh ke kaki pemain tengah yang langsung menyambarnya. Gol 2-1 untuk Indonesia, sekaligus gol penentu pertandingan. Menit ke-87, Thailand hampir menyamakan kedudukan melalui serangan balik dua lawan satu, tetapi tembakan akhir masih melayang di atas mistar. Di masa injury time, wasit sempat meninjau kejadian di kotak penalti Indonesia melalui VAR terkait dugaan handsball, namun keputusan tetap: tidak ada penalti. Tidak ada gol tambahan, tidak ada drama offside yang mengubah papan skor.
Statistik Akhir dan Catatan Taktik
Papan skor menutup laga dengan skor akhir 2-1 untuk kemenangan Indonesia. Total tembakan Indonesia 14 dengan 6 shots on target, Thailand 9 dengan 3 shots on target. Indonesia juga unggul dalam jumlah sepak pojok, 7 berbanding 4, serta akurasi umpan 84 persen berbanding 81 persen. Di lini tengah, duet gelandang bertahan Indonesia mencatat total 9 tekel sukses dan 4 intercept, menjaga jalurnya distribusi bola ke lini serang tetap lancar. Kartu kuning diterima dua pemain Indonesia dan tiga pemain Thailand, sementara kartu merah tidak ada sepanjang laga.
Secara taktik, formasi 4-2-3-1 Indonesia berhasil membatasi ruang kreatif gelandang Thailand, terutama setelah pergantian pemain di menit ke-67. Romeny sendiri menutup laga dengan catatan 1 gol dari 4 tembakan, 2 dribel sukses, dan 1 peluang emas yang gagal di babak pertama. Kinerja lini pertahanan juga patut dicatat: kiper Indonesia melakukan 2 penyelamatan penting, sementara bek tengah mencatat 5 clearance dan 3 blok tembakan.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan konsistensi Indonesia di bawah tekanan final, dengan data yang menunjukkan superioritas di kotak penalti lawan dan efektivitas peluang yang dimanfaatkan. Bagi Thailand, catatan 3 shots on target dari 9 percobaan menjadi pekerjaan rumah jelas untuk memperbaiki penyelesaian akhir di turnamen-turnamen berikutnya. Di panggung final ASEAN Cup 2026, angka-angka itulah yang bicara paling keras.
Comments (0)