Rodri Pimpin Spanyol ke Final, Taklukkan Prancis 2-0 di Semifinal Piala Dunia
Skor akhir 2-0 untuk Spanyol. Itulah angka yang terpampang di papan skor Stadion Dallas saat wasit meniup peluit panjang, Selasa dini hari WIB. La Roja menaklukkan Prancis pada semifinal Piala Dunia 2...
Skor akhir 2-0 untuk Spanyol. Itulah angka yang terpampang di papan skor Stadion Dallas saat wasit meniup peluit panjang, Selasa dini hari WIB. La Roja menaklukkan Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026 di Arlington, Texas, dan mengunci satu tempat di partai puncak. Saat para pemain berjalan mengelilingi lapangan untuk memberi hormat, satu sosok berhenti paling lama di depan tribun sendiri: Rodri, gelandang bertahan bernomor punggung 16, yang membalas teriakan ribuan suporter dengan tepuk tangan pelan dan tatapan mata yang berkaca-kaca.
Momen itu menutup pertunjukan yang nyaris sempurna. Rodri bukan sekadar kapten di lapangan, ia adalah otak dari seluruh permainan Spanyol malam itu. Data mencatat ia menyentuh bola 112 kali, terbanyak di antara semua pemain, dengan akurasi operan 93 persen dari 98 percobaan. Namun angka-angka itu hanya sebagian kecil dari kisah taktis yang ditulis Luis de la Fuente di atas rumput Dallas.
Babak Pertama: Tekanan Tinggi dan Gol Cepat
Pertandingan baru memasuki menit ke-9 ketika jebakan offside tinggi Spanyol membuahkan hasil. Presing ketat Pedri dan Fabián Ruiz memaksa Aurélien Tchouaméni kehilangan bola di sepertiga pertahanan sendiri. Lamine Yamal langsung melesat di sisi kanan, melewati bek kiri Prancis, lalu melepaskan umpan silang mendatar yang disambar Nico Williams dengan first-time finish ke tiang jauh. Gol! 1-0 untuk Spanyol. Catatan menit itu menjadikannya gol tercepat dalam sejarah pertemuan kedua tim di ajang Piala Dunia.
Prancis yang tampil dengan formasi 4-3-3 mencoba bangkit. Menit ke-23, Kylian Mbappé melepaskan tendangan keras dari tepi kotak penalti, namun kiper Unai Simón menepisnya dengan satu tangan — penyelamatan pertama dari total lima yang ia catatkan pada laga ini. Menit ke-41, drama terjadi: Ousmane Dembélé mencetak gol setelah memanfaatkan kemelut, tetapi wasit meminta pemeriksaan VAR dan gol dianulir karena offside setengah badan. Keputusan itu memicu protes keras para pemain Les Bleus dan menghasilkan kartu kuning untuk Adrien Rabiot.
Penguasaan bola babak pertama tercatat 58 persen untuk Spanyol berbanding 42 persen untuk Prancis. Shots on target? 3-1 untuk keunggulan La Roja. Trio lini tengah Rodri, Pedri, dan Fabián Ruiz menang telak dalam duel-duel di area sentral, membuat Antoine Griezmann harus turun jauh hanya untuk sekadar menjemput bola.
Babak Kedua: Sundulan Rodri dan Clean Sheet Kelima
Skema Spanyol di babak kedua semakin dingin. Menit ke-63, skenario yang sudah dilatih berulang kali di sesi latihan berjalan mulus: tendangan bebas dari sisi kiri dieksekusi Pedri dengan kurva memutar, dan Rodri yang lolos dari penjagaan Dayot Upamecano meloncat lebih tinggi dari semua orang. Sundulan kerasnya menghujam pojok kanan gawang Mike Maignan. 2-0! Rodri berlari ke arah tribun, lalu melakukan selebrasi khasnya: menepuk dada dan menunjuk ke langit. Assist dicatat untuk Pedri, umpan ketiganya yang berbuah peluang emas malam itu.
Prancis merespons dengan tiga pergantian sekaligus di menit ke-68, termasuk memasukkan Marcus Thuram dan Randal Kolo Muani untuk mempertebal serangan. Namun barisan belakang Spanyol yang digalang Rodri dan Laporte tidak memberi ruang sedikit pun. Total, Les Bleus hanya melepaskan sembilan tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran, dan tidak satu pun yang benar-benar membahayakan. Unai Simón menutup laga tanpa kebobolan dan mencatatkan clean sheet kelima di Piala Dunia ini — rekor terbanyak untuk kiper Spanyol dalam satu edisi turnamen.
Menit ke-87, satu kartu kuning lagi keluar untuk Eduardo Camavinga setelah tekel keras dari belakang kepada Yamal. Total kartu kuning pertandingan: 1 untuk Spanyol, 3 untuk Prancis. Skor akhir 2-0 bertahan, dan Spanyol mencatat kemenangan keempat beruntun di turnamen ini dengan total selisih gol 12-1.
Statistik Kunci dan Kutipan Pelatih
Mari bedah angka-angka lengkapnya. Penguasaan bola akhir: Spanyol 61 persen, Prancis 39 persen. Tembakan: 16 berbanding 9. Shots on target: 7 berbanding 3. Operan sukses: 612 berbanding 388. Pelanggaran: 11 berbanding 15. Offside: 2 berbanding 3. Semua indikator mengarah pada satu kesimpulan: Spanyol tidak sekadar menang, mereka mendominasi.
Kami tahu menghadapi Prancis berarti menghadapi pemain-pemain tercepat di dunia. Jadi kami bermain dengan garis tinggi, memangkas ruang, dan menyerang di saat yang tepat. Eksekusi para pemain malam ini nyaris sempurna, kata Luis de la Fuente dalam konferensi pers setelah laga.
Di sisi lain, Didier Deschamps mengakui keunggulan lawan. Ia menyebut kekalahan ini sebagai akibat dari kegagalan timnya memenangi duel-duel kedua di lini tengah, area yang sepanjang malam dikuasai penuh oleh Rodri. Gelandang andalan itu memenangi 9 dari 11 duel, merebut kembali bola 12 kali, dan nyaris tidak pernah kehilangan bola di area berbahaya. Itulah alasan ia menerima tepuk tangan paling meriah saat laga usai.
Menuju Partai Puncak
Kemenangan ini membawa Spanyol ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2010. Mereka akan menghadapi pemenang semifinal lainnya pada 19 Juli 2026 di MetLife Stadium, New Jersey. Bagi Rodri, yang sudah mengoleksi gelar Euro 2024 dan penghargaan Ballon d'Or, satu misi tersisa: melengkapi lemari trofinya dengan piala paling bergengsi di dunia. Dan jika malam di Dallas adalah petunjuk, Spanyol datang ke final dengan kepercayaan diri setinggi langit — plus gelandang terbaik turnamen yang masih berdiri di tengah lapangan, bertepuk tangan untuk para pendukungnya.
Comments (0)