Rodri, Pedri, Fabian Ruiz Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia
Spanyol menjejakkan kaki di partai puncak Piala Dunia 2026. Dalam semifinal yang berlangsung di Stadion MetLife, Minggu (14/7/2026) malam, La Roja mempermalukan juara bertahan Argentina dengan skor te...
Spanyol menjejakkan kaki di partai puncak Piala Dunia 2026. Dalam semifinal yang berlangsung di Stadion MetLife, Minggu (14/7/2026) malam, La Roja mempermalukan juara bertahan Argentina dengan skor telak 3-0. Trio gelandang Rodri, Pedri, dan Fabian Ruiz tampil bak mesin yang bekerja tanpa cela, menciptakan aliran bola sekaligus mencekik kreativitas lawan. Gol kemenangan Spanyol dicetak oleh Fabian Ruiz (menit ke-23 dan ke-67) serta Rodri (menit ke-45+2).
Taktik Berani De la Fuente
Luis de la Fuente memilih formasi 4-3-3 progresif dengan poros Rodri sebagai gelandang bertahan murni, sementara Pedri berperan sebagai playmaker dan Fabian Ruiz menjelajah dari kotak ke kotak. Di atas kertas, susunan ini terlihat ofensif, namun keseimbangan yang dibawa Rodri memungkinkan Spanyol tampil dominan sejak menit awal. Argentina, di sisi lain, menerapkan 4-4-2 dengan harapan transisi cepat melalui Alejandro Garnacho dan Nahuel Molina. Namun sejak menit pertama, skema itu tidak berjalan.
Spanyol mencatat penguasaan bola 65 persen di babak pertama, dengan total 371 operan dan akurasi 92 persen. Bandingkan dengan Argentina yang hanya mampu melepaskan 204 operan dan tingkat keberhasilan 78 persen. "Kami tahu Argentina akan menunggu untuk counter-attack. Kuncinya adalah tidak kehilangan bola di area berbahaya, dan malam ini kami sempurna," kata De la Fuente usai laga.
Gol Pertama: Kolaborasi Pedri-Fabian
Menit ke-23, umpan lambung Dani Carvajal dari sisi kanan disambut Pedri di kotak penalti. Dengan satu sentuhan, gelandang Barcelona itu mengirim bola datar ke arah Fabian Ruiz yang berlari masuk dari lini kedua. Tanpa ragu, Fabian melepaskan tembakan first-time ke sudut kiri bawah gawang Emiliano Martinez. Gol! Spanyol memimpin 1-0. Itu merupakan gol kelima Fabian Ruiz di Piala Dunia ini, menyamai rekor gelandang tersubur Spanyol dalam satu edisi turnamen.
Argentina hampir membalas dua menit kemudian. Lautaro Martinez memenangi duel udara dengan Aymeric Laporte, namun sundulannya masih melebar tipis di sisi kanan gawang Unai Simon. Peluang itu menjadi satu-satunya momen berbahaya La Albiceleste sepanjang paruh pertama.
Sundulan Rodri Menutup Babak
Saat injury time, Spanyol menggandakan skor lewat bola mati. Tendangan sudut Lamine Yamal dari sisi kanan melayang ke tiang jauh. Rodri, yang maju membantu serangan, melompat lebih tinggi dari Cristian Romero dan menyundul bola ke pojok atas gawang. 2-0 untuk Spanyol. Gol keempat Rodri di Piala Dunia, semakin menegaskan statusnya sebagai gelandang bertahan paling produktif dalam sejarah turnamen.
Babak Kedua: Argentina Kehabisan Nafas
Setelah jeda, Scaloni mencoba merespons. Paulo Dybala masuk menggantikan Julian Alvarez untuk menambah kreativitas. Namun, Argentina tetap kesulitan menembus blok pertahanan Spanyol. Hingga menit ke-60, mereka hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Sebaliknya, Spanyol terus mengancam melalui sayap Lamine Yamal dan Nico Williams.
Puncaknya pada menit ke-67. Nico Williams menusuk dari kiri, melewati Nahuel Molina dan Lisandro Martinez dengan dribel cepat. Ia mengirim umpan mendatar ke kotak enam yard. Fabian Ruiz, yang tak terkawal, menyambut bola dengan sontekan kaki kiri. Brace untuk Fabian, skor menjadi 3-0. Gol ini adalah buah dari penguasaan bola Spanyol yang mencapai 63 persen di babak kedua.
Rodri, Jenderal di Tengah Medan
Terpilih sebagai Man of the Match, Rodri menyajikan statistik individu luar biasa. Ia menyelesaikan 107 dari 115 operan (93 persen akurasi), mencatatkan 4 tekel sukses, 5 intersep, dan 2 sapuan. Lebih dari itu, ia menjadi titik awal 62 persen serangan Spanyol dari zona tengah. "Dia pemain terbaik dunia di posisinya, dan malam ini dia membuktikan kenapa," ucap Fabian Ruiz memuji rekannya.
Starting XI dan Statistik Pertandingan
Spanyol (4-3-3): Unai Simon (GK); Pedro Porro, Pau Cubarsí, Aymeric Laporte, Alejandro Balde (Marc Cucurella 78'); Rodri (C), Pedri (Gavi 82'), Fabian Ruiz; Lamine Yamal (Ferran Torres 72'), Álvaro Morata (Mikel Oyarzabal 78'), Nico Williams (Ansu Fati 85'). Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez (GK); Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolás Tagliafico (Marcos Acuña 70'); Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister (Giovani Lo Celso 62'), Alejandro Garnacho (Nicolás González 70'); Julián Álvarez (Paulo Dybala 55'), Lautaro Martinez.
Statistik Kunci: Ball Possession: 63% - 37%; Shots on Target: 10 - 1; Total Passes: 712 - 402; Passing Accuracy: 91% - 78%; Corner Kicks: 8 - 2; Offsides: 1 - 3; Fouls: 9 - 14; Yellow Cards: 0 - 2 (Cristian Romero 44', Enzo Fernandez 58'); Red Cards: 0.
Menatap Final
Kemenangan ini membawa Spanyol ke final Piala Dunia 2026, menunggu pemenang antara Brasil dan Inggris. Dengan performa trio gelandang yang sedang on fire, La Roja sangat percaya diri bisa mengulang kejayaan 2010. "Kami belum memenangkan apa pun. Satu langkah lagi, dan kami akan memberikan segalanya," tegas Rodri.
"Saya bangga dengan cara kami bermain. Ini adalah malam yang menunjukkan identitas sepak bola Spanyol: penguasaan bola, pressing, dan efisiensi. Rodri, Pedri, Fabian adalah nadi tim ini. Mereka menari di lapangan malam ini," komentar Luis de la Fuente dalam konferensi pers.
Comments (0)