Rodri Diusir Wasit, Manchester City Tersungkur di Kandang Bodø/Glimt

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Bodø/Glimt atas Manchester City di Aspmyra Stadion, Norwegia, pada 20 Januari 2026, menjadi salah satu kejutan terbesar fase liga Liga Champions musim ini. Namun sorot...

Aug 10, 2026 - 12:40
0 0
Rodri Diusir Wasit, Manchester City Tersungkur di Kandang Bodø/Glimt

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Bodø/Glimt atas Manchester City di Aspmyra Stadion, Norwegia, pada 20 Januari 2026, menjadi salah satu kejutan terbesar fase liga Liga Champions musim ini. Namun sorotan utama bukan hanya soal papan skor — kartu merah yang diterima gelandang andalan City, Rodri, pada babak kedua mengubah total jalannya pertandingan dan meninggalkan tanda tanya besar bagi laju The Citizens di pentas Eropa.

Bermain di kandang lawan dengan suhu menusuk tulang khas utara Norwegia, starting XI besutan Pep Guardiola sebenarnya tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan. City memegang penguasaan bola hingga 68 persen sepanjang 90 menit, tetapi angka itu tidak berarti apa-apa ketika kartu merah Rodri pada menit ke-67 memaksa sang raksasa Inggris bermain dengan sepuluh orang di sisa laga.

Babak Pertama: Haaland Buka Skor di Tanah Kelahirannya

Narasi sempurna seolah ditulis untuk Erling Haaland. Menit ke-23, striker Norwegia itu menyambut umpan silang mendatar dari sisi kanan dengan penyelesaian kaki kiri khasnya, menaklukkan kiper tuan rumah dan membungkam mayoritas penonton di Aspmyra. Gol itu sekaligus menegaskan ketajaman Haaland yang kembali ke negara kelahirannya dengan status salah satu mesin gol paling mematikan di Eropa.

Keunggulan City bertahan hingga menit ke-38, ketika Bodø/Glimt menjawab lewat skema serangan balik cepat yang menjadi ciri khas mereka. Kasper Høgh menyamakan kedudukan 1-1 setelah memanfaatkan umpan terobosan yang membelah lini pertahanan tim tamu. Hingga jeda turun minum, shots on target tercatat 4 berbanding 3 untuk keunggulan City, dengan formasi 4-3-3 Guardiola masih mengendalikan tempo melawan skema 4-2-3-1 milik tuan rumah.

Kartu Merah Rodri Mengubah Segalanya

Menit ke-67 menjadi titik balik pertandingan. Rodri, gelandang bertahan asal Spanyol bernomor punggung 16 yang selama ini menjadi jangkar lini tengah City, melakukan pelanggaran keras dalam situasi transisi serangan Bodø/Glimt. Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu merah dari sakunya. Tayangan ulang memperlihatkan tekel sang pemain memang tergolong berbahaya, dan keputusan itu nyaris mustahil untuk digugat.

Kehilangan Rodri bukan sekadar kehilangan satu pemain — itu adalah kehilangan otak permainan City secara keseluruhan. Statistik mencatat sang gelandang telah melepaskan 71 umpan sukses dengan akurasi 94 persen sebelum diusir keluar lapangan, angka tertinggi di antara seluruh pemain yang berlaga. Tanpa dirinya sebagai metronom, struktur build-up City runtuh, dan Bodø/Glimt mencium peluang emas di depan mata.

Hanya berselang sembilan menit setelah kartu merah tersebut, petaka benar-benar datang. Menit ke-76, Jens Petter Hauge melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang bersarang mulus di pojok gawang. Skor berubah 2-1 untuk tuan rumah, dan seisi Aspmyra Stadion meledak dalam perayaan yang mengguncang malam Norwegia.

Analisis: Kerapuhan City Tanpa Sang Jangkar

Data pasca-kartu merah menceritakan kisah yang brutal bagi tim tamu: City hanya mampu melepaskan satu shots on target dalam 23 menit terakhir, sementara Bodø/Glimt mencatatkan tiga. Guardiola merespons dengan menarik keluar pemain sayap dan memasukkan gelandang bertahan tambahan, beralih ke formasi 4-4-1 demi menambal lubang di lini tengah, tetapi kerusakan sudah terlanjur terjadi.

"Kami mengendalikan pertandingan selama satu jam, lalu satu momen mengubah semuanya. Rodri adalah pemain penting bagi kami, dan bermain dengan sepuluh orang di sini, melawan tim seintens mereka, sangatlah sulit," ujar Guardiola seusai laga. "Kami harus menerima hasil ini dan segera bangkit."

Dari sisi tuan rumah, kemenangan ini adalah bukti nyata bahwa Bodø/Glimt bukan lagi sekadar tim kejutan semata. Mereka membukukan 12 tembakan total dengan lima tepat sasaran, serta menunjukkan disiplin taktik luar biasa dalam menekan ruang antarlini City begitu keunggulan jumlah pemain berada di tangan. Intensitas pressing dan keberanian mereka dalam transisi layak diganjar tiga poin penuh.

Bagi City, kekalahan ini memperumit posisi mereka di klasemen fase liga. Lebih buruk lagi, Rodri dipastikan absen pada matchday berikutnya karena skorsing otomatis — pukulan telak mengingat peran vitalnya sebagai pengatur ritme permainan. Tanpa sang gelandang Spanyol, Guardiola harus menemukan formula baru untuk menjaga keseimbangan lini tengahnya di laga penentu yang menanti.

Malam di Bodø ini akan dikenang sebagai malam ketika satu kartu merah mengubah nasib sebuah tim raksasa. Sepak bola, sekali lagi, membuktikan bahwa margin antara kemenangan dan kekalahan bisa setipis satu keputusan wasit di tengah lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User