Rodri Cetak Gol, Manchester City Comeback dan Hancurkan Yokohama Marinos 5-3
Skor akhir 5-3 untuk Manchester City! Sang juara Eropa harus tertinggal dua gol lebih dulu sebelum mengamuk dan membungkam tuan rumah Yokohama F. Marinos dalam laga uji coba pramusim di Japan National...
Skor akhir 5-3 untuk Manchester City! Sang juara Eropa harus tertinggal dua gol lebih dulu sebelum mengamuk dan membungkam tuan rumah Yokohama F. Marinos dalam laga uji coba pramusim di Japan National Stadium, Tokyo, Minggu (23/7/2023). Gelandang jangkar Rodri menjadi salah satu aktor utama kebangkitan The Citizens dengan satu gol di babak kedua yang menegaskan statusnya sebagai pemain paling berpengaruh di skuad Pep Guardiola saat ini.
Jalannya pertandingan benar-benar berbeda dari prediksi di 45 menit pertama. Tampil dengan starting XI campuran, City justru dikejutkan oleh agresivitas wakil J1 League. Menit ke-27, striker Anderson Lopes membuka keunggulan Marinos memanfaatkan kelengahan lini belakang City. Petaka berlanjut menit ke-37 ketika Ken Matsubara menggandakan skor menjadi 2-0, membuat publik tuan rumah bergemuruh.
Namun, tim sekelas City tidak butuh waktu lama untuk merespons. Menit ke-40, John Stones — yang kembali dimainkan dalam peran hibrida bek-gelandang — memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Hanya berselang tiga menit, menit ke-43, Julián Álvarez menyamakan kedudukan 2-2 lewat penyelesaian dingin di dalam kotak penalti. Babak pertama ditutup imbang setelah City sempat tertinggal dua gol.
Babak Kedua: Haaland dan Rodri Mengambil Alih Pertunjukan
Pergantian pemain di jeda babak mengubah segalanya. Erling Haaland yang masuk dari bangku cadangan langsung memberi dampak instan. Menit ke-52, bomber Norwegia itu membawa City berbalik unggul 3-2, melanjutkan tren golnya yang seakan tak pernah berhenti sejak musim lalu.
Lalu tibalah momen milik Rodri. Menit ke-72, gelandang bertahan asal Spanyol itu maju membantu serangan dan melepaskan tendangan keras yang bersarang di gawang Yokohama, mengubah skor menjadi 4-2. Gol ini mengingatkan publik pada penyelesaian ikoniknya di final Liga Champions melawan Inter Milan bulan Juni lalu — bukti bahwa naluri mencetak gol sang metronom lini tengah semakin berkembang.
Marinos sempat memberi perlawanan terakhir ketika Kenta Inoue memperkecil skor menjadi 3-4 pada menit ke-86. Namun Haaland memastikan kemenangan City lewat gol keduanya di masa injury time, menit ke-90+2, sekaligus mencatatkan brace pertamanya di tur pramusim Asia kali ini.
Analisis Taktik: Rotasi Guardiola dan Peran Baru Rodri
Secara taktik, Guardiola kembali bereksperimen dengan formasi 3-2-4-1 saat menguasai bola, dengan Stones naik mendampingi Rodri sebagai double pivot. Struktur ini membuat City mendominasi penguasaan bola hingga 68 persen dan mencatatkan 11 shots on target dari 19 percobaan, berbanding hanya 5 shots on target milik Marinos dari 8 tembakan.
Yang menarik adalah kebebasan yang diberikan kepada Rodri. Tidak hanya berperan sebagai jangkar di depan pertahanan, sang gelandang beberapa kali masuk ke sepertiga akhir lapangan — sebuah evolusi peran yang mulai terlihat sejak paruh kedua musim lalu. Satu gol dan kontribusi besar dalam build-up play menjadikannya pemain dengan sentuhan terbanyak di laga ini.
Dari kubu lawan, Kevin Muscat menyusun strategi pressing tinggi dengan formasi 4-2-3-1 yang efektif merepotkan di 40 menit pertama. Namun kedalaman skuad City terbukti terlalu jauh untuk diimbangi selama 90 menit penuh.
Statistik Kunci dan Arti Kemenangan Ini
Beberapa angka penting dari laga ini: City unggul jauh dalam penguasaan bola 68-32 persen, akurasi umpan 91 persen, dan tendangan sudut 9 berbanding 2. Tidak ada kartu merah yang dikeluarkan wasit, meski beberapa kartu kuning tercatat di babak kedua saat intensitas meningkat.
"Respons tim setelah tertinggal dua gol adalah hal yang paling saya sukai. Rodri adalah pemain yang luar biasa — dia mengontrol tempo, dan sekarang dia juga mencetak gol. Ini baru pramusim, tapi mentalitasnya sudah seperti final," ujar Guardiola usai pertandingan.
Bagi Rodri, gol ini melanjutkan momentum luar biasa setelah musim 2022/2023 yang nyaris sempurna — meraih treble winners bersama City dan gelar UEFA Nations League bersama timnas Spanyol. Jika performa ini berlanjut, bukan tidak mungkin namanya kembali masuk percakapan Ballon d'Or akhir tahun nanti.
City selanjutnya akan melanjutkan tur Asia mereka sebelum membuka musim kompetitif. Dengan kondisi Rodri, Haaland, dan Stones yang sudah menyala sejak pramusim, para pesaing di Premier League patut waspada: sang juara bertahan tampaknya belum kehilangan rasa lapar mereka.
Comments (0)